Sebenarnya ada kok yg buat industri, yaitu paper mill di Siantar, Makassar, Martapura, dan Banyuwangi; textile mill di Jakarta, Denpasar, dan Lawang; pabrik baterai di Jawa Barat; dan pabrik plywood di Sulawesi Selatan, tapi semuanya gagal karena berbagai alasan. (Cont.)
Sebagai angkatan 2020, delusional kalau u pada ngira Nadiem yang naikin standar.
Before MBKM magang was ALREADY expected especially in competitive fields. Bedanya? gak ada jalur ‘market’-nya, semua jalur dalem dan koneksi.
Stop blaming Nadiem and start blaming Kemnaker.
@commandctrltab I know MagangHub wasn't Nadiem's program. My point is that ever since Nadiem's programs changed the system, the job market and hiring standards have shifted too. People now feel pressured to stack internships just to qualify for entry level roles.
dan ini masih banyak yang belum kesebut. Jadi sebenarnya jika pemerintah serius dan mau berinvestasi pada industrialisasi high-tech, sangat banyak calon bibit unggulnya!
Ini udah lama dan purely legal kok, utamanya kalau kenapa-kenapa di lingkungan kampus agar ada jaring pengamannya. Kalau di UGM, pengamalannya dengan gratis biaya layanan di GMC, tapi juga tetap mewajibkan asuransi BPJS dan/atau swasta.
betul ini, kalau tidak akan jatuh ke ad hominem, appeal to authority atau credentialism. yang penting nyanyiannya bukan penyanyinya. 1+1 = 2 tetap benar walau yang bilang hitler. 1+1 = 3 tetap salah walau yang bilang paus
@kakakamri@HidsalJ@inaratriyana Sila beremail ke https://t.co/s8a2CCrM3a
Kami cek krn waktu klip beredar, banyak yg tanya ke kami sbg staf pengajar Monash Uni.
Tapi toh yg bersangkutan tdk pernah klaim lg. FI pernah berkunjung ke Monash ID menemui calon supervisor itu fakta. Semua calon PhD blh saja melakukan.