Setuju saya. Tinggal di Indonesia enak kalau menengah ke atas.
Ga setujunya cuma di part asuransi kesehatan aja, karena di Jepang masih harus bayar 30% sampai limit tertentu. Lumayan bikin deg-degan kalau ngepas.
Gw sampe di kesimpulan kalau ada orang yg living abroad terus bilang lebih enak tinggal di Indonesia, fix dia kaya. Soalnya tinggal di indo sama tinggal di jepang as kelas pekerja atau masyarakat menengah jelas kualitas hidupnya lebih enak di jepang.
Bola = olahraga❌
Bola = bisnis dan uang✅
3 pemain dengan gaji tertinggi di dunia dan pelatih dengan gaji tertinggi di dunia yang angkanya bikin geleng geleng
Tapi gak ada apa apanya dengan biaya MBG
Ini pake kurs £1 ≈ Rp 20.800
🥇 Cristiano Ronaldo (Al-Nassr)
Per minggu: £895.000 = Rp 18,6 M
Per bulan: £3,88 juta = Rp 80,7 M
Per tahun: £46,6 juta = Rp 968 M
Gaji Ronaldo setahun = 1 hari MBG lebih dikit
🥈 Erling Haaland (Man City)
Per minggu: £525.000 = Rp 10,9 M
Per bulan: £2,27 juta = Rp 47,2 M
Per tahun: £27,3 juta = Rp 567 M
Gaji Haaland setahun kurang untuk MBG 1 hari
Paling cukup untuk MBG anak SD/SMP
🥉 Lionel Messi (Inter Miami)
Per minggu: £260.000 = Rp 5,4 M
Per bulan: £1,13 juta = Rp 23,5 M
Per tahun: £13,5 juta = Rp 281 M
Gaji Messi setahun, gak cukup untuk MBG sehari juga
Jauh banget. Dapet ompreng doang
👨💼 Diego Simeone (Atletico Madrid) — Pelatih Termahal
Per minggu: £578.000 = Rp 12 M
Per bulan: £2,5 juta = Rp 52 M
Per tahun: £30,1 juta = Rp 626 M
@nmonarizqa Mau ngebantu, tapi saya juga sampai mental breakdown, nggak ada cara mengatasi 🤣
Routines and boundaries yang dienforce dengan cara ngomong sampai berbusa bisa membantu, tapi bahkan tarik ulur mental antara pengen lihat perkembangan anak dan ngembangin karir sendiri juga berat
Kalau pakai kata berbeda (bukan negasi),
apakah otak kita lebih mudah menerima “tidak tahu” sebagai satu keadaan independen?
Bukan kekurangan.
Bukan kelemahan.
Cuma keadaan lain selain “tahu”.
Orang Korea (lebih) gampang mengakui kalau dia nggak tahu kah? 🤔
Di Bahasa Korea, orang-orang biasa bilang:
Ara = tahu
Molla = tidak tahu
Menarik ya, mereka punya dua kata berbeda untuk state yang bertolak belakang itu. Kayak gelap dan terang. Rasanya jadi kayak ada dua keadaan independen. Padahal gelap itu yaaa tidak terang.
Cleaning at 12am is a cry for help! Or a cry for money. Well, a cry for something, for sure. I don't think anyone sane will clean at that ungodly hour.
I used to wonder why my social media gets busiest when I’m busiest at work. Now I get it, confidence. When I’m confident, I take on more at work. With that same courage, I don’t fear judgment on social media either.
Following this post, I had conversation with ChatGPT. It's interesting that it can reach such a conclusion about me. It made me challenge my own assumptions as well.
I really need to learn how ChatGPT works and put that in my own brain! 😂
https://t.co/QCT51DSJmP
Sejak 2021 ga pernah bikin annual goal lagi. Cuma yang bodoh kaya "pingin punya badan ganteng biar dapet beauty privilege"
Selama tahun 2025 ini lagi sering checkpoint sama ChatGPT untuk ngomongin progress, achievement, what to do next dan kenapa. Conveniently, at some point organically terbagi jadi 4 pillar (ChatGPT yang bagi jadi 4 itu):
❤️ Health
🫂 Relationship
💼 Career
💎 Personal Branding
Terus pas lagi liburan jadi ada banyak waktu senggang buat ngehalu bersama ChatGPT
What if I make 2026 goals based on what ChatGPT knows about me?
Sejak April 2025 ChatGPT punya fitur untuk nge-save our past conversation. Ini mayan mantep karena kita bisa gunakan ChatGPT jadi brag document/diary kita untuk mencatat segala macam achievement dan apa yang terjadi dengan hidup kita, dan dia bisa bantu kita belajar dari itu
Apalagi sejak GPT-5.2, it feels like ChatGPT isn't trying to kiss our ass too much. ChatGPT pernah bikin suatu opini yang even setelah 10 prompt aku menyanggah, ChatGPT tetap berkata bahwa opini yang dia bikin itu benar
What if I ask ChatGPT to connect my 2026 goal with my decade-long theme?
The days are long and the years are short
Most people overestimate what they can do in one year and underestimate what they can do in ten years
Dua quote itu adalah dasar dari aku membuat tema kehidupanku pada usia 30 tahun. Tema 10 tahun kedepan: rediscovering my inner child
I want to live carefree like a child
Bebas mau ngomong apapun
Bebas mau ngerjain apapun
Bebas mau ngapain kapanpun juga
Not freedom-from-responsibility
Freedom-because-of-capability
Dan ngobrol sama ChatGPT sangat menarik untuk mencoba menghubungkan antara goal 2026 ke tema 2030. Banyak diskusi yang berubah banget ketika aku memberikan limitasi ini
Paling cakep: can ChatGPT help me simulate what my day-to-day life looks like in 2030?
Will I like it? Should I change my goal and how I operate when I don't like what my day-to-day looks like by 2030?
What do I want my 2030 look like? Calm? Exciting? Powerful? Peaceful?
ChatGPT mensimulasikan 2030 yang menurutku sangat boring
Masih ngelobi2 pejabat sana-sini
Masih bolak-balik Yogya - Jakarta
Masih ada appointment di kalenderku
I haven't attained my freedom
Yang menurutku menarik adalah now we don't deal with checklist (kaya OKR jaman dulu). We deal with emotions. Is it fun? Is it what we want? Do we want fun? Or do we want peace?
Dan semua bisa disimulasikan dan divisualisasikan supaya kita semangat mengejar target itu
@BagasN7 Eh ternyata sudah pernah disaranin: https://t.co/XW2BqHOrkr
Kurang tahu juga di sekolah anak ada pelajaran itu memang dari kurikulum nasional atau gimana.
@BagasN7 Di sekolah anak ada Digital Citizenship, nah itu termasuk belajar privasi dan etik di media sosial. Mungkin kayaknya pelajaran PKn ya yang harus diupdate, biar soalnya nggak nyebrangin nenek-nenek terus 😅
“Hold yourself together” used to sound dramatic. Now I get it. Sometimes your body and mind just scatter, like they’ve left the room and are running on autopilot, if not completely flying away. Staying still, staying present, takes everything you’ve got.
Rude prompts to LLMs consistently lead to better results than polite ones 🤯
The authors found that very polite and polite tones reduced accuracy, while neutral, rude, and very rude tones improved it.
Statistical tests confirmed that the differences were significant, not random, across repeated runs.
The top score reported was 84.8% for very rude prompts and the lowest was 80.8% for very polite.
They compared their results with earlier studies and noted that older models (like GPT-3.5 and Llama-2) behaved differently, but GPT-4-based models like ChatGPT-4o show this clear reversal where harsh tone works better.
----
Paper – arxiv. org/abs/2510.04950
Paper Title: "Mind Your Tone: Investigating How Prompt Politeness Affects LLM Accuracy (short paper)"
The struggle of an invalidated child turned parent: you want to validate your kid’s effort, but your brain goes, "Wait, that’s effort? Really? Reeeallyyyy??!" 🫠