Kalau Teazzi, Chikuro, dan semacamnya sampai dianggap gaya hidup, artinya pemerintah kita ga berfungsi. Itu cuma jajanan bukan luxury items, bukan aset. Jangan terlalu nyamanlah hidup serba ngirit sampe lupa kita berhak hidup layak juga. Ini kalau buzzer baca, kalian juga hasil dimiskinkan pemerintah.
- Samehadaku udah ganti nama jadi sokuja
- otakudesu koleksinya suka lebih lengkap daripada Samehadaku/sokuja
- idlix dan oppadrama juga bisa jadi tempat nonton anime
- gue nonton bajakan jika versi resmi gratisnya gak ada.
in this economy and regime, bajakan adalah pilihan.
Halo, aku udah tinggal 7 tahun di Australia. Pindah ke daerah kabupaten udah 3 tahun, tapi kabupatenku deket sama city (Sydney), jadi kapan aja kita bisa nyetir ke city. 🥰
Ini semua lokasi foto hanya berjarak 3-10 menit dari rumahku.
Aku dan suamiku kalo senggangnya ya suka bgt jalan-jalan sekitar rumah.
Paling enak tinggal di satellite city kayak tempat kami. Gak whoosh whoosh whoosh kayak di kota besar, tp juga semua fasilitas public memadai.
Jawaban buat pertanyaan zee sebenernya udah jelas, namanya Telkomsel. Operator paling gede, paling kaya, paling banyak pelanggan di negeri ini, yang paling pertama maju dan paling lantang soal masa aktif 28 hari, lalu dengan entengnya bilang ini semua demi kebiasaan pelanggan. Seakan-akan jutaan orang Indonesia ngantri minta jatah internetnya dipotong dua hari tiap bulan.
Indosat ikut nimbrung, XL katanya ikut di sebagian paket walau katanya mayoritas paketnya masih 30 hari. Tapi yang ngebuka pintunya Telkomsel, dan mereka ngebungkusnya pakai kata manis soal customer behaviour. Padahal lo ga butuh gelar ekonomi buat ngerti, ga ada satu pun pelanggan yang behaviour-nya pengen bayar lebih sering buat barang yang sama.
Mainnya halus, makanya jarang ada yang ngeh. Setahun ada 365 hari. Masa aktif 30 hari berarti lo beli 12 kali. Begitu jadi 28 hari, lo dipaksa beli 13 kali buat nutup tahun yang sama. Satu belanja ekstra, tiap tahun, dikali puluhan juta pelanggan. Simulasi IDN Times nyebut selisihnya bisa sekitar Rp100 ribu per orang per tahun, walau angkanya tergantung ke paket dan pola pakai, jadi cek lagi sesuai kasus lo. Kecil di kantong lo, tapi jadi gunung everest di laporan keuangan mereka.
Belum kelar di situ. Sisa kuota yang udah lo bayar bakal hangus begitu masa aktif lewat. Operator ngotot istilah hangus itu ga tepat, katanya yang lo beli cuma hak akses jaringan buat periode tertentu, dianalogiin kayak obat yang ada tanggal kadaluarsa. Tapi pas PLN diseret ke sidang, mereka jelasin token listrik ga pernah hangus, karena yang ngurangin saldo itu pemakaian, bukan jam dinding. Pertanyaannya, kenapa listrik bisa, internet enggak?
Soal hukum gw ga mau lebay, sampe detik ini belum ada putusan yang nyatain operator bersalah, karena perkaranya emang masih jalan. Yang nggugat bukan orang gede, cuman pengemudi ojol Didi Supandi dan kawan-kawan, plus sekelompok mahasiswa hukum, yang nilai kuota dihapus sepihak tanpa kompensasi adil itu nabrak hak atas harta benda di UUD 1945. Dan lo tau siapa yang pasang badan belain operator? Pemerintah sendiri, lewat Komdigi, yang bilang rollover atau refund bakal nambah beban biaya.
Jalannya berdarah-darah. Satu gugatan emang udah dipentalin MK pertengahan Mei 2026, tapi gugurnya gara-gara berkasnya dianggap kabur, bukan karena isunya kalah. Ibarat lamaran ditolak gara-gara formulirnya nggak lengkap, bukan gara-gara orangnya nggak layak, hakim bahkan belum sempet nimbang inti perkaranya. Tiga gugatan lain masih bertahan dan lagi diperiksa isinya. Di sidang, ada hakim yang nanya tajem ke operator, "kok kuota belum habis tapi udah hilang". Dari luar, YLKI ikut ndorong. Jadi tekanannya datang dari dua arah sekaligus.
Tapi apakah bisa menang?
Di Afrika Selatan, rakyatnya ngeluh soal hal yang sama persis bertahun-tahun, kalah terus, sampe akhirnya regulatornya nyerah dan maksa operator ngerollover otomatis kuota yang belum kepake mulai 2027. Bedanya, di sana yang ngalah duluan itu lembaga pengawasnya yang bikin aturan baru, bukan hakim lewat pengadilan. Di kita malah sebaliknya, lagi diperjuangkan lewat gugatan ke MK. Beda pintu masuk, jadi belum tentu hasilnya bakal sama.
Sejarah udah berkali-kali ngebuktiin, raksasa kayak gini tunduk bukan gara-gara digoyang orang gede. Tapi karena orang-orang biasa yang capek haknya dirampok diam-diam, lalu mutusin buat ga diem. Pertanyaannya tinggal satu, dia bakal menang, atau jadi tumbal yang namanya kita lupain begitu palu diketok?
Pertengahan tahun yang lalu tiap jalan atau beli makan di warteg ketika ga sengaja ngeliat layah Hp ojol ataupun orang2 di sekitar banyak banget yang pada main judol.
Tapi akhir2 ini lebih sering ngeliat mereka serius nonton dracin
Alhamdulillah maha suci Allah mending mereka kecanduan dracin dah daripada judol 😭🙏🏻
Negeri Wano di One Piece ini menarik karena....
1. Ada program makan buah gratis yang dikasih penguasa. Dampaknya? Rakyatnya tidak bisa mengekspresikan apapun kecuali ketawa
2. Industrialisasi masif di bawah rezim otoriter. pejabatnya itu cuma simbol, aslinya mah ada antek asing di luar negara itu yang mengendalikan.
3. Ada pihak yang melawan? siap-siap masuk penjara, tanpa remisi apalagi reintegrasi. jadi pekerja paksa
4. Yang tak boleh dilupakan, sejarah telah direvisi. Di sekolah, anak-anak diberi doktrin bahwa pihak yang sebenarnya jahat dianggap sebagai pahlawan. Sebaliknya, pihak yang baik hanya tersisa dalam ingatan, itu pun di generasi tua.
5. Penguasanya menentukan ibu kota baru (Onigashima) yang jauh dari gerak ekonomi masyarakat. Jadinya kalau mau demonstrasi atau revolusi, rakyat harus menyeberang lautan ganas.
Kita kawal kasus ini yuk guys, gak mungkin banget ABK nyelundupin 2 ton narkoba, apalagi baru kerja tiga hari. Di kapal juga ada yang namanya kapten, ini kaptennya gak diintrogasi dulu apa gimana?
its cute how in bahasa indonesia we call this cat “mujair”, which is a type of fish, and in english they call it “mackerel”, which is also a type of fish. so tldr: this cat is fish.