Masalahnya saya juga butuh. Jasa belum cair. YaAllah. Susah bgt nagihnya. Dipinjemin karena udah deket dan kata gue satu tempat kerja. Ternyata tetep aja susah.
🌳Bingung nggak sih lu? Ngerasa udah move on & ikhlas, tapi lu suka sedih, suka berat dan sakit dadanya (entah ketrigger / enggak). Padahal nggak kangen beliau, nggak pingin balikan. Tapi perasaan itu masih aja ada terus, damn 😔
terlepas dari segala konteks tweet dibawah. tapi jujur when you find someone who truly becomes your final harbor the difference is palpable. like apaya everything just flows smoothly, and nothing feels forced.
interaksinya, cara ketemunya, semuanya itu spontan
Semoga nanti berjodoh sama orang yg gampang diajak baikan setiap berantem.
Ga ngungkit2, ga dendaman, ga nunggu waktu buat ngebales, ga silent treatment.
Dan semoga aku pun gampang diajak baikan.
cutting people off itu nggak selalu berarti benci. kita masih bisa say hi, masih bisa komunikasi, just not like before. energinya udah beda. aku masih baik, cuma nggak se-open dulu. we’re fine, but it’s different now. nggak pernah benci siapa-siapa, tapi once I lose respect, I leave quietly.
Yg bikin post bajingan banget sih
Sini main ke RS gw yang pasien bisa ketahan di IGD bisa sampe 48 jam. Karena apa? Ya karena penuh. Adanya president suite tuh yg kosong. Kamar yang bahkan kita nakes ga sanggup bayar
Nebar hoax mikir, orang sakit dikasih pemikiran jelek gini
“emang sepenting itu ya berbuat baik?”
to be honest, setiap hari kita jalan ketemu ratusan orang, ga ada satupun dari mereka yg pakai label tulisan, “aku abis kehilangan,” “aku lagi cape banget,” “aku lagi nahan diri biar ga hancur,” dan invisible struggle lainnya. padahal mereka ada dimana-mana.
dan bisa jadi, kebaikan kecil kita hari ini adalah satu-satunya hal lembut yg mereka rasain.
Wanita tidak bercerita,
Tapi tiap malem:
"Bisa ga ya?"
"Sampai kapan ya?"
"Harus gimana lagi ya?"
"Harus kemana lagi ya?"
"Ada jalan ga ya?"
"Ada yang mau bantu ga ya?"
Sebenernya aneh sih marahin koas karena ga tau jargon praktikal di lapangan yang ga akan ketemu di textbook.
Masa iya gw nanya ke koas kalian tau "i20? Klo i44? I36, i38? I50???"
Trus marah2 "Kaliaaan ga tauuu?!!!!! Gimana nanti kalian bisa kerja jadi casemix?!!!"
Move on dari mantan itu susah, tapi move on dari orang yg sempet bikin kita berharap menurut gue jauh lebih nyiksa.
Karena mantan cuma ninggalin kita kenangan, sedangkan dia nyisain rasa penasaran yg gak pernah dapet jawaban...
God, I miss him. I miss his life updates. I miss those short texted chats—but somehow still feel so warm. I miss his silly jokes. I miss mocking him. I miss him.