@xyshulu Sialan. Guys kalau kalian ada yang penyitas anxiety, urat dahi kelihatan jelas artinya tanda mau meninggal ini ENGGAK BENER YA.
Umur ga ada yang tau ya. Urat di dahi itu biasa kok. Kalau apalagi kalau cuaca panas, terus stress atau banyak pikiran, makin kelihatan itu urat.
STOP BILANG “aku mampu gak ya?”
tapi ganti jadi “Tuhan, ganti raguku jadi keberanian dan bukakan jalan yang bahkan aku sendiri belum lihat”
let go of the fear and let the path reveal itself.
kalo lu pernah dateng/liat jobfair, itu dipenuhi kerumunan orang yang rata-rata punya ijazah s1, sementara di negara yang sama ada orang dengan modal sertifikat bimbel bisa jadi wakil presiden, sakit bener hati gw
buka LinkedIn buat cari kerja:
15 menit kemudian:
“kayaknya gue harus lanjut s2 deh”
30 menit kemudian:
“kayaknya gue harus belajar coding”
sati jam kemudian:
“kayaknya gue harus pindah negara”
Sebagai HR aku sangat memaklumi kok kalau misal kandidat gugup dan saat interview menjawab terbata-bata, aku bakal tetep nilai sesuai insight yang dia infokan, kandidat hanya nervous, bukan nya ga bisa kerja.
Aku pikir kunci hubungan awet tuh ketemu the right person, ternyata ah sudah lah.
Baca jurnal hari ini dan nemu fakta menarik, relationship satisfaction itu literally bertumpu sama intimasi, cara kalian handle konflik, dan gimana mindset kalian berdua soal hubungan itu sendiri. hal-hal kayak umur, gaji, atau fisik malah bukan faktor utama.
Tapi happy di hubungan ≠ happy sama hidup secara overall.
Kalau ngomongin life satisfaction, yang paling ngaruh tuh mental health (kayak symptoms depresi) sama kesehatan fisik. mental yang lagi berantakan bakal otomatis ngaruh ke hubungan kamu. jujurly make sense sih, internal issues dari dalem diri kita tuh sadar nggak sadar pasti kebawa-bawa ke hubungan.
Ubah mindset kamu jadi “mental gue udah cukup sehat belum? dan se sehat apa hubungan kita?”
punya hubungan yang green flag emang ngebantu naikin kepuasan hidup, tapi tetep aja kesehatan fisik, kondisi mental, dan gimana cara kalian berantem tuh punya porsinya masing-masing.
Terus harus gimana dong?
Jurnal ini nyaranin buat jangan struggle sendirian. Misal kamu lagi ada isu mental atau fisik, partner kamu harus diajak involved. nah kalau isunya emang di hubungannya, fokus aja perbaikin komunikasi, belajar conflict management yang sehat, jaga intimasi, dan coping stress bareng-bareng. Tiap couple kan dinamikanya beda-beda ya, jadi emang nggak ada one size fits all solution alias disesuaiin aja sama kondisi masing-masing.
Kalau dahaga intelektualmu belum terpenuhi oleh konten Ferry Irwandi, mungkin rutinitas berikut ini bisa kamu coba:
- Sarapan pagi minimal 10 artikel Substack
- Makan siang ditemani Veritasium dan Kurzgesagt
- Malamnya marathon podcast Bagus Muljadi dan Endgame with Gita Wirjawan
ntar pulang indo buka pastry shop sendiri, trs semua orang terkagum-kagum krn doi “belajarnya di paris” dan skrg “sukses” bisa buka pastry shop sendiri 👍
it’s always easier for them rich kids 👍
Buat gw yang hidupnya gak sholeha2 bgt,
Doa nabi Yunus 100X dicicil dari baru melek sampe mau merem lagi, itu adalah kunci kelancaran hidup sehari2.
Allah emang maha baik 🥹
GILAAA.. GAK NYESEL NURUT SAMA WARGA THREADS!!😭 Semenjak nongkrong disini, jadi makin rajin ngerawat diri sendiri sampe wangi semerbak kata orang orang🥹💗✨
Istri almarhum: “Pak, suami saya meninggal minggu lalu. Saya mau tanya gaji terakhirnya.”
HR: “Sudah kami transfer prorata sampai tanggal meninggal ya, Bu.”
Istri almarhum: “Terus hak lainnya, Pak?”
HR: “Hak apa ya, Bu? Kan hubungan kerjanya sudah berakhir.”
Istri almarhum: “Iya, Pak. Yang berakhir hubungan kerjanya. Bukan kewajibannya.”
Ini yang keluarga hampir nggak pernah tahu, dan HR jarang nawarin sendiri.
Kalau pekerja meninggal, ada tiga sumber hak yang berbeda.
Pertama, dari BPJS Ketenagakerjaan program JKM: santunan kematian Rp42 juta, dibayar ke ahli waris, walaupun meninggalnya bukan karena kerja. Plus beasiswa untuk maksimal 2 anak, dari TK sampai kuliah, totalnya bisa sampai Rp174 juta. Ini PP 82/2019.
Kedua, dari perusahaan langsung. PP 35/2021 Pasal 57: kalau pekerja meninggal, ahli waris berhak atas uang pesangon 2 kali ketentuan, uang penghargaan masa kerja 1 kali, dan uang penggantian hak. Buat masa kerja 5 tahun, hitungannya bisa belasan kali gaji.
Ketiga, saldo JHT dan JP di BPJS Ketenagakerjaan, yang cair ke ahli waris.
Yang harus disiapkan ahli waris: akta kematian, KK, KTP, surat keterangan ahli waris dari kelurahan, dan buku rekening.
Buat JKM, datang ke kantor cabang BPJS Ketenagakerjaan atau lewat aplikasi JMO.
Buat pesangon, minta secara tertulis ke HR dengan menyebut PP 35/2021 Pasal 57.
Jangan tanda tangan surat “pernyataan tidak ada tuntutan” apa pun sebelum semua angkanya jelas.
Gue tahu ini bukan hal yang mau dipikirin di minggu pertama. Makanya ini buat disimpan, bukan buat dibaca sekarang.
Kalau ada teman atau saudara yang baru kehilangan pasangan yang masih bekerja, kirimin ini pelan-pelan. Bulan kedua biasanya lebih siap dengar daripada minggu pertama.
Menurut kalian, banyak nggak keluarga pekerja yang sebenarnya belum tahu hak-hak seperti ini ketika pencari nafkah meninggal?
apakah aku hrs mengedukasi bahwa ukuran bra 32 34 36 tuh ga menentukan gede atau engganya volume payudara. Tapi cup A,B, C, D lah yg nentuinnya. Mau 38 sekalipun kalo cup nya A yaaaa tetep kecil... cuma lebar aja badannya
Paham ga sihhh ni cowo cowo sotoy
pernah ga sih lu ada di fase udh males apply kerjaan krn literally bingung harus apply kmn lagi?
bukan karena udah ga mau kerja, tp karena rasanya semua loker udah pernah lu coba. apply sana sini, interview, lanjut ke tahap berikutnya, terus ujung ujungnya selalu gagal lagi :)