Sumpah, aku suka banget sama kata-kata Shin Min-ah tentang hubungan dan pernikahan. Banyak yang bikin mikir dan ngena banget💗😔
Ini dia beberapa kata-katanya yang paling aku suka:
"Menurutku semakin telat menikah, semakin bagus"
"Kenapa?"
"Bukannya lebih baik, kalau mengenal banyak orang (pacaran) dulu? perbanyak waktu untuk melihat dirimu sendiri, waktu untuk bisa introspeksi diri sebelum kamu menikah. Sambil pacaran, saat bersama orang ini, kamu punya cukup waktu untuk memikirkan dirimu."
"Tapi sebenarnya... diri kita sendiri tahu, Iho?"
"Tahu soal apa?"
"Tahu kalau dia bukan orang yang akan menikah denganku tapi kita cuma menyangkalnya saja karena sudah terlalu suka"
"Nggak harus soal pernikahan. Di hubungan pertemanan biasa pun ada teman yang asyik banget, tapi entah kenapa perasaannya seperti... seperti nggak nyaman. Diri kita sendiri sebenarnya tahu, kalau itu hubungan yang nggak sehat. Jadi harus berhati-hati dengan rasa asyiknya tentang hubungan antar manusia"
(engsub) #myroyalnemesis ep 13 pre-release
"since ancient time, a good beating is the best medicine for those who lost their minds"
seori chasing segye aunts who ran away meanwhile segye himself already gave up to do anything about them is just hilarious😭
#myroyalnemesisep13
Yang belum tau, dia ini dosen Fisipol UGM sekaligus direktur di lembaga riset Celios. Namanya Mas Media. S2 dan S3 dari The University of Manchester. Omongannya tajem, kritis, dan selalu based on data. Tentu tidak disukai kaum-kaum boikot UI dan UGM.
Mengingat Park Jihoon udah rencana wamil tahun depan, produksi Kitchen Soldier season 2 mungkin belum bisa dipastiin dalam waktu dekat.
Lim Jiho ngebet harus ikut season 2. Karena TMI ceritanya masih muda, dia bakal rajin skincare-an untuk memperlambat penuaan 😭🤣
"I will slow down my aging. I have to play a character in his early 20s again, so i shouldn't suddenly look old, right? Until that time comes, i will take care of my skin and make sure i look like i'm in my 20s."
https://t.co/wePudVeq1w
buat yg dukung MBG tetap jalan, nih dengerin suara hati guru-guru yg diwakilkan pak guru Iman
cuman butuh 17 detik buat paham sakitnya jdi guru di tengah fantastisnya anggaran MBG
- ditekan krn bersuara
- gaji seuprit dibanding petugas SPPG
- ada yg gajinya ga dibayar
“kami mau melapor ke polisi, polisi punya dapur sppg, kami mau melapor ke TNI, TNI punya dapur sppg, kami mau melapor ke DPR, DPR pun punya dapur sppg. jadi ini jalan terakhir kami untuk mengadu, kepada konstitusilah kami berharap”
—ucap seorang guru, pendidik anak bangsa. ironi.
gw suka banget sama konten mereka dari jaman masih dibawah brand.
kontennya kocak kocak dan tak lupa diselipin satir politik.
dan tadi mereka juga ikutan demo.
respect banget sama Hecticholic🙌🙌
Nih denger para runners tone deaf.
Toh kalo kebijakan yang dikeluarkan bagus, nanti harga registrasi marathon elu gak semahal itu kocak.
Inget! Pukul ke atas bukan ke samping
Guys, ini keren banget.
Akhirnya kita bisa menyaksikan langsung di medsos, kemarahan rakyat kecil terhadap MBG.
Selama ini kita hanya mengetahuinya dari intelektual dan kelas menengah..
Jarang sekali rakyat kecil bersuara terang-lantang di depan media. Mana pakai bahasa aktivis pergerakan lagi. Menentang keras MBG dan bahkan menghujat SPPG.
Ini mematahkan argumen bahwa rakyat kecil sepenuhnya diuntungkan oleh MBG.
Sebagaimana yang disebut-sebut oleh buzzer.
Yang dukung palingan pekerja SPPG doang.
tuhan melindungi setiap langkah mereka yang turun ke jalan hari ini. terima kasih sudah memperjuangkan kepentingan semua orang. doa baik selalu. ✊🇮🇩 tinju ke atas.
Jadi sebenere boleh kritik government ga ini?
Soale tiap kritik dicounter, seolah2 yg kritik tu “ga nasionalis” bahkan dijawab “nyenyenyenye”
Ditanya “trus solusimu apa!”
Banyak juga yg udah kasi solusi. Ttp aja dibales dengan narasi offensive.
Belio lupa kalo yg suka menghamburkan uang adalah dirinya sendiri
"Makanya presiden sekarang ini agak gagah, ada menteri yg minta 5T saya Kasih 10T, bayangkan kapan ada presiden kayak gitu"
😭😭😭
Ya bayangin tiap ada yg minta duit, minimal 2X lipat prabowo kasih.