"Aku menyukainya." Tepat dihadapan @xuueyu, langkahnya terhenti.
"Tapi, dimana kita akan menempatkan 𝘮𝘦𝘳𝘦𝘬𝘢? Aku tidak yakin mereka akan cukup untuk berada di belakang kuil." Pandangannya beralih menatap kuil Puqi.
Satu tangan memegang sapu, tangan lainnya menyibak helai poni yang menutupi matanya sedikit.
"Oh, Sān Láng?"
Lalu kedua matanya membulat saat menyadari apa yang berada tak jauh dari @xuueyu. "Kau— mengapa kerbau kerbau itu mengikutimu?"
@xuueyu Tak langsung menjawab, langkah dibuat mendekat ke arah pria yang berpakaian serba merah disana.
Tentu saja dengan senyum lembut yang selalu dia perlihatkan padanya.
@xuueyu “Tapi kakiku tidak sedang terluka, aku masih bisa jal—” saat hendak menatapmu, kamu berada dekat disisi kepalanya.
Semburat merah muncul diwajahnya. “....Sān Láng!” langkahnya dipercepat, begitu juga dengan menarik tanganmu semakin kuat.
@xuueyu “Tidak perlu sampai begitu, Sān Láng.” mengulum senyumnya, ia lalu beranjak lebih dulu.
Dengan satu tangan yang meraih tanganmu untuk dia genggam dan menarikmu—melangkah bersama dengannya.