Pelipismu dibubuhi kecup singkat.
“Saya siap menikahimu kapanpun. Jangan lupa.” Usai berucap demikian, dia mencium pipimu. Biarlah jika afeksi ini terasa berlebihan untukmu, ia hanya ingin tak dapat menahan hasratnya untuk membanjirimu dengan kasih dan sayang. | @lunopaline
@lunopaline Frasa yang kamu ucapkan terasa bagai hipnotis yang menjeratnya supaya terus terikat padamu dan hanya kamu. Dan saat lengan ditarik, ia tersentak pelan sebelum akhirnya tertawa pelan.
“Apapun yang kamu inginkan, aku penuhi karena sekarang kamu yang aku inginkan dan tuju.”
Ia memakan umpan godaanmu dengan baik, kamu harus turut berbahagia. “Saya bisa menikahimu. Bukankah kita sama-sama sendiri?” Mari lihat bagaimana reaksimu terhadap frasanya satu ini. Apakah penolakan yang justru keluar? | @lunopaline
Tangan Erland kembali ke belakang tubuhmu, mengusap punggungmu hingga ke pinggang, “Kamu tau saya cukup keras kepala.” Lantas sebuah tawa keluar dari birainya dengan ringan tanpa beban.
Tangannya masih mesra di pinggangmu, “Mengapa harus repot mencari? Saya di sini.”
Erland menarik dirinya dan menenggak habis wine miliknya. Ia melirik ke arah tanganmu, “Jarimu cantik, saya penasaran ... Apabila ada cincin tertaut di jari manismu, apakah akan lebih cantik?” | @lunopaline
“.. benar, apakah kamu akan lari?”
Ia menghela nafas sejenak sebelum satu tangannya yang bebas itu mengusap sebelah pipimu dengan telunjuknya.
“Itu jawaban yang bagus. Saya akan pastikan kamu datang hanya bersama dengan saya. Tidak dengan yang lain.”
Tawaran yang dia ajukan dengan sepenuh hati untuk menarikmu agar datang ke reuni kali ini. Ia masih dalam radar penglihatanmuーcukup dekat hingga mampu merasakan napas nafasmu. “Apapun yang kamu inginkan, saya akan turuti asal kamu datang ke reuni.” | @lunopaline
... acap kali mempertanyakan hal yang sama secara berturut-turut dan berharap kali ini dirimu datang, minimal setor muka.
“Datanglah. Saya akan jemput semisal kamu malas datang sendiri. Lalu akan saya antar pulang dan mungkin ajak makan ronde kedua, siapa tau kamu lapar.”
Dan, entah kenapa rasanya dadanya seakan penuh. Ia tercekat dengan kata yang usai itu. Apakah ini yang dinamakan kesepian sebab hanya ia seorang dalam perkumpulannya yang belum mampu meminang siapapun? | @lunopaline
... ilham. Walakin, bisa pula bukan. “Nampaknya kamu yang mendapat kekasih? atau jalan-jangan juga sibuk mau menikah?”
Ia tersenyum subtilーmasih terlihat kurvanya. “Saya tidak sangka ternyata kamu membawa berita bahagia dengan cara begitu.”