ENGENE! jangan lupa vote enhypen di billboard korea fan choice music!!
kalian bisa vote 10x perhari dan peraccount, let’s go! 🔥🔥
🔗: https://t.co/7BvurwQekZ
ENGENE! jangan lupa ya kerjain misi buat Reward Card for MAMA!, nomor 8,9,10 itu
8. share link mama event ke temen
9. klik link punya temen
10. masukin invite code punya temen
yuk saling bantu, boleh reply guys code kalian dan link kalian nanti kita saling click 🥹
ini cerita apaan sih anjing??? astagfirullah dan ngajak cowok ke dalam rumah malam-malam posisi tinggal sendirian at the same sentence agak wild ya, tapi sumpah ini ga ada alur ceritanya, kaya mimpi pas demam jir lompat-lompat, mana ngak ngak, gagak lo?
ini baru mulai, masa kerjanya cuma begini, tiba-tiba udah pulang dianterin mayor teddy. kaya bahkan ga dijelaskan dynamic dan interaksi mereka berdua, mayor teddy di sini yang kita tau cuma ajudan si bangsat, bahkan gatau karakternya gimana
“dear diary
tadi pagi mas wowo mengajakku berenang di kolam renang istana. sudah hampir satu jam aku bingung memilih swimsuit mana yang harus kupakai untuk menyenangkan indera pengelihatan mas wowo. akhirnya pilihanku jatuh ke celana ketat berwarna merah muda dengan corak polkadot putih, tak lupa aku menyemprotkan parfum di sekitar leher dan tengkukku.
aku berjalan pelan di pinggir kolam renang sementara mas wowo sedang melakukan gerakan renang santai. aku berusaha mengendalikan debar jantungku yang tak karuan ini, imajinasi liar telah memenuhi kepalaku.
sesampainya di pinggir kolam renang, mas wowo mendekatiku. “sweety, kamu lucu banget pake celana pink gitu.”
aku tersipu malu, kutatap wajah mas wowo yang nampak seksi karena basah oleh air kolam. “mas, aku gak renang ya. aku lagi males basah-basahan.”
“lho, kenapa? mas pengen banget ciuman sama kamu di sini.” kata mas wowo dengan wajah memelasnya. ah! aku paling lemah kalau mas wowo sudah menampakkan ekspresi itu.
aku turun dengan hati-hati, tidak siap dengan suhu ekstrim air kolam. mas wowo menarik cepat tanganku dan aku terjatuh di pelukannya. tanpa kuduga, mas wowo menciumiku dengan sangat nafsu.
“mas.. hmph, mas… pelan-pelan, aku takut ada yang, hmph.. datang ke.. mmh…”
“sshhh.” mas wowo menatapku singkat. “kamu yang udah mancing mas dengan celana itu. tunggu di sini, jangan berani kabur.” mas wowo melepaskan pelukannya, dia berenang ke pinggir kolam dan memencet sebuah remote. kemudian terdengar lagu indonesia raya mengalun dengan cukup kencang.
mas wowo kembali menciumiku dengan ganas, bunyi decakan air liur dan desahanku menggema di seluruh kolam renang. persetan dengan rasa malu, aku sungguh ingin mas wowo melakukan hal lebih.
tubuhku yang menggeliat dan desahanku yang tak terkendali membuat mas wowo semakin berbuat lebih. tangan mas wowo meremas punggungku yang atletis, kurasakan tangannya bergerak pelan ke bawah tubuhku.
detik berikutnya aku asyik meneriakkan nama mas wowo dengan desahan yang lebih tak terkendali.”
yo athalia what tf is this.
kalau ada narasi ‘presiden yang dulu juga gak bener-bener amat’. menurut gue, ini menurut gue loh ya. si P word itu buat jadi perfomatif aja gabisa, bencana di mana-mana malah plesir sama ani-aninya.
kalau presiden yg dulu? mereka masih loh mikirin korban bencana, lihat deh tsunami aceh, gempa palu, gempa cianjur, atau jaman covid deh. negara ‘masih ada’ buat rakyatnya. lah yang sekarang? boro2
Gua sebel kalo ada yg bilang, "ini tuh bencana, jangan dikit² nyalahin presiden atau pemerintah/pejabat". Yg bener aja njir, yg dipermasalahin tuh kehadiran pemerintah dalam mitigasi, anggaran bmkg aja dipangkas sampe update e terlambat, penanganan after bencana juga ga jelas