tiba2 lampu berkedip dan mati listrik pas Xiaojun lagi rekaman lagu Vision Wings. Lihat ekspresi Xiaojun kaget gitu! wkwk.. Trus director-nim dan staf bilang kalo itu (lampu berkedip dan mati listrik) pertanda kalo lagunya bakal sukses besar. AMIIINNN!!
Karena mati listrik itu, akhirnya rekaman Xiaojun harus dicek ulang apakah kesimpan atau enggak. Xiaojun bilang klo situasi kayak gini justru buat dia menarik banget dan dia gak kesel kok kalo harus rekam ulang soalnya situasi kayak gitu tuh jarang terjadi.
Trus staf nanya, "Kalo ilang beneran rekamannya gimana?"
Xiaojun: Kalo ilang semuanya emang agak ngeselin sih!
Staf: Kalo chorus-nya aja?
Xiaojun: Oke lah! Seru-seru! *tapi dia tetep khawatir takut rekamannya ilang semua* 😥😅
trus kayaknya Xiaojun keluar dulu apa gimana, pas balik lagi ada staf yg godain.. "Kekny yg bagian chorus harus diulang deh!" Xiaojun langsung senyum kaku tapi dia nyadar kalo dia dikerjain, "Gak percaya ah!" katanya. Stafnya pun ketawa2.
Huhuhu.. seneng banget lihat interaksi Xiaojun sama staf rekamannya penuh canda tawa dan menghanagatkan giniii! Aminnn Vision Wings SUKSES BESARRRR!!!😍😍😍
best part about wayv’s new album is that most of the songs are over 3 minutes with some of them being close to 4 minutes ‼️ fuck the tiktokfication of music we want full and epic bridges!!!
OH MY GOD I LITERALLY CAN'T STOP SMILING THROUGHT THE WHOLE VIDEO!! RED VELVET DISCOGRAPHY 💯
History of Red Velvet (Acapella Cover) | Voice Only https://t.co/Z7WoUnCUXB
ga, ini serius, prabowo harus stop pidato tuh bukan semata mata karena WNI capek. tp omongannya beneran ngeri bgt. ok lah kalo nyenggol rakyat, kita masih bisa maki maki ni orang.
tp kalo nyenggol negara lain? imbasnya bukan cuman ke presiden aja, tp ke kita juga. kemarin Iran, sekarang Cape Verde. besok negara mana lagi?
kata kata yg diucapkan di podium kepresidenan bisa dibaca sebagai sinyal bagaimana Indonesia memandang suatu persoalan internasional loh dan pilihan bahasa seorang PRESIDEN sangat dapat memengaruhi cara mitra internasional membaca posisi Indonesia.
ga lucu wok, kalo negara kita tiba tiba dapat masalah cuman karena pidato lu doang. keep ur fuckin mouth, stfu.
Perlu diingatkan lagi, Joko Widodo berulang kali menyatakan proyek KCJB menggunakan skema business to business (B2B), sehingga tidak menggunakan APBN dan tidak memerlukan jaminan pemerintah.
Luhut Binsar Pandjaitan, sebagai Menko Kemaritiman dan Investasi, berkali-kali menegaskan bahwa utang proyek tidak akan dibayar menggunakan APBN dan mengkritik pihak yang menyebut proyek itu akan menjadi beban negara. Bahkan pada 2025 ia kembali mengatakan tidak pernah ada permintaan agar utang Whoosh dibayar memakai APBN. (tautannya: https://t.co/CJjEJwqPn4)
Sejumlah pejabat KCIC dan kementerian pada masa itu juga konsisten menyampaikan narasi bahwa proyek bersifat komersial (B2B) sehingga risikonya berada pada perusahaan, bukan negara.
Tak terhitung juga para politisi dan buzzer pendukung Jokowi saat itu yang menyampaikan narasi ini dan menyerang mereka yang mengritik KCIC. Jika sejak awal proyek dijanjikan sepenuhnya B2B tanpa membebani negara, mengapa kini penyelesaiannya harus diambil alih pemerintah?
Bagaimana pertanggungjawabannya? Kemana mereka sekarang?
Kalau LBP sih masih punya jabatan sih.
LOLLAPALOOZA CHICAGO 2026
롤라팔루자 #aespa#에스파
2:04 Black Mamba
5:12 Next Level
8:50 Rich Man
14:00 Can’t Help Myself
17:59 Bubble
20:32 To The Girls
26:00 Armageddon
32:15 WDA
35:02 Supernova
38:12 Switchblade
43:08 SHAKIN’
46:20 Hold On Tight
49:04 Whiplash
52:49 LEMONADE
Saya coba lacak jejak leluhur Presiden kita lima generasi ke atas berdasar kliping berita, iklan, arsip dan buku-buku lawas. Banyak data-data detail dan informasi baru yg mungkin keluarganya pun enggak tahu.
Jadi alih-alih marah, presiden harusnya berterima kasih pada kami para "londo Ireng" ini yg menyusun historiografi keluarganya selengkap mungkin. 🫰
Bisa dibaca di sini:
https://t.co/ad7V9gb6wa
*Maaf kalau gak sempurna, saya developed microsite-nya sendirian 😵💫
Pak @NasbiHasan
logika Anda keliru sejak premisnya.
Warga boleh mengkritik, mencela, bahkan mengata-ngatai pemerintah karena warga memiliki hak konstitusional untuk menyampaikan pendapat, sesuai Pasal 28E ayat (3) dan Pasal 28F UUD 1945 yang menjamin kebebasan warga untuk menyampaikan pendapat.
Sementara UU Administrasi Pemerintahan mewajibkan pejabat bertindak berdasarkan legalitas, kepentingan umum, ketidakberpihakan, dan larangan menyalahgunakan kewenangan.
Artinya, Pemerintah tidak memperoleh “hak membalas” hanya karena merasa tersinggung atau karena baper.
Anda sedang menyamakan pemerintah dengan akun media sosial yang bisa saling sindir dan saling balas.
Padahal pemerintah membawa jabatan, anggaran, serta kewenangan negara yang seluruhnya berdiri di atas mandat rakyat dan dibiayai oleh pajak rakyat.
Dan terakhir, Anda bekerja sebagai pejabat publik, bukan lagi sebagai buzzer.
Jadi tolong gunakan otak dan nalar Anda dengan benar, karena setiap gaji, dan fasilitas yang Anda nikmati berasal dari uang yang kami bayarkan melalui pajak.
Terima kasih.
Penasihat Khusus Komunikasi Presiden mau belain soal statemen Londo Ireng, tapi argumennya cuma sekelas, “Presiden kan sering dikatain oleh anda!! Ya Presiden boleh dong ngatain balik!!!”
Kabinet skill issue.