ㅤㅤㅤㅤTatap masih diberikan atas keheranan yang menghampiri. Helaian kelam itu perlahan bergerak mengikuti arah angin berhembus.
ㅤㅤㅤㅤ"Ini hampir petang, pulanglah. Hutan punya sisi buas tersendiri, nona."
terkait pasien.
ㅤㅤㅤㅤ'Siapa nama pasien, tuan?'
ㅤㅤㅤㅤTentu saja, dia tidak tahu. Alhasil, diusap wajah dengan lelah.
ㅤㅤㅤㅤ"Saya hanya menemukannya dalam kondisi tergigit ular. Anggap saja saya walinya." Jelas Noctvale setelah menyelesaikan beberapa administrasi dan
ㅤㅤㅤㅤ"Yang sudah panggil sayang, tolong ya.. beri saya satu truk minimal permen rasa apel mint." Bersiul— sengaja. Sangat.
ㅤㅤㅤㅤ"Kapan saya ya. . ." Memicing sembari bergumam kecil, lamat berdiam lalu mengendikkan bahu. Ungkapan monoton tanpa jawaban, retoris sekali bung.
ㅤㅤㅤㅤ"Manis sekali insan dilanda musim semi namun berpura-pura di tengah panasnya musim." Bergumam lalu bersiul dan mengetuk-ngetuk meja.
ㅤㅤㅤㅤJadi ingin memetik senar gitar akan lagu kisah kasih di sekolah rasanya.
@seolunelle ㅤㅤㅤㅤ"Makanya jangan banyak di laboratorium. Jadi, otaknya tidak encer di beberapa hal lain." Muncul tiba-tiba dengan permen kenyal rasa stroberi di dalam genggaman dan langsung melahapnya.
leher. Segera kunci menancap di tuas, dihidupkan mesin motor dan jalanan diterobos apik tanpa pandang bulu.
ㅤㅤㅤㅤ Menghalangi berarti siap-siap dapati suara klakson kencang kendaraan roda dua besar kesayangannya.
— @efthereia ))
ㅤㅤㅤㅤ"Bertahanlah. Sebentar lagi..." Kali ini menyalahkan teleportasi yang tak bisa memboyong manusia dalam portalnya. Andai itu ada, semua lebih mudah. Dibopong hawa terduduk diatas motor bersandar padanya, dengan kedua tangan puan berpindah memeluk pinggang tak lagi di