tuhan melindungi setiap langkah mereka yang turun ke jalan hari ini. terima kasih sudah memperjuangkan kepentingan semua orang. doa baik selalu. ✊🇮🇩 tinju ke atas.
Bumil ke konselor laktasi.
Yang dites BAPAKNYA dulu bukan ibunya
👩🏻⚕️ Pak, rencana menyusui mau berapa lama?
🧑🏻 Rencana mau 2 tahun dok
👩🏻⚕️ Kenapa mau 2 tahun? Tau darimana?
🧑🏻 (mulai gagu) hmm… baca-baca di internet dok
👩🏻⚕️ ok pak, sekarang coba buka HP-nya terus search ini
👩🏻⚕️ (kasih tau yang perlu di search)
Karena kami muslim, dokter nyuruh suami baca terjemahan Al-Baqarah:233. Potongannya kayak gini: “Ibu-ibu hendaklah menyusui anak-anaknya selama dua tahun penuh, bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan. Kewajiban ayah menanggung makan dan pakaian mereka dengan cara yang patut……….”
Intinya, dokter mau menegaskan kalo MENYUSUI itu BUKAN CUMA TUGAS IBU. Jangan kalo ada apa-apa nyalahin ibu, karena ayah bertanggung jawab juga memberikan nafkah yang memadai kepada ibunya. Abis itu baru dokter jelasin dari sisi medis dan lanjut bahas lagi persiapan menyusui lainnya.
cc:threadnaraaldrena
1. kita gak tahu itu luka bone exposed atau gak
2. berangkat kursi roda, balik pakai bed, kita gak tahu aldrete scorenya di PACU berapa, sedasi sedalam apa
3. baik bpjs atau bukan, kalau paska sedasi dalam, ya mesti pakai bed
kurang2i nyinyir kalau belum lengkap informasinya
"Kesan horrornya dapet banget, kerja sampe mati."
“Sebuah anthem baru untuk para pekerja.”
“Udah kebayang sengeri apa filmnya.”
Itu sebagian reaksi teman-teman yang sudah dengar Kepala, Pundak, Kerja Lagi, sebuah OST film Monster Pabrik Rambut karya @salpriadi_.
"Kesan horrornya dapet banget, kerja sampe mati."
“Sebuah anthem baru untuk para pekerja.”
“Udah kebayang sengeri apa filmnya.”
Itu sebagian reaksi teman-teman yang sudah dengar Kepala, Pundak, Kerja Lagi, sebuah OST film Monster Pabrik Rambut karya @salpriadi_.
Bukan sekadar lagu, tapi ini suara dari kebersamaan dan perjuangan para pekerja.
Simak proses kreatif Sal Priadi dalam merangkai atmosfer industri ke dalam nada di video ini.
Jadi bayi itu lebih nyaman bila ditepuk-tepuk bokong-nya ternyata ada alasan ilmiahnya.
Nah sebenarnya yang bikin bayi nyaman itu BUKAN tepukan pada bokongya. Tapi keteraturan dan ritme irama jantung yang sudah familiar selama 9 bulan dirasakan di rahim.
Selain itu pada akhir kehamilan, 95% bayi posisi itu kepalanya di bawah, sehingga bokong berada di area atas perut ibu, yang secara anatomis lebih dekat dengan jantung.
Kalian perhatiin juga deh di video MRI ini, janinnya kelihatan bergerak mengikuti irama jantung ibu.
Penelitian juga menunjukkan bahwa suara detak jantung orang dewasa dapat menenangkan bayi baru lahir. Selain itu vayi yang mendengar rekaman jantung cenderung menangis lebih jarang dan tidur lebih nyenyak.
Penelitian lain menunjukkan stimulasi ritmis yang berirama pada bayi dapat membantu untuk menenangkan. Alasannya adalah karena stimulasi tersebut meniru sensasi di rahim yang dirasakan oleh bayi antara lain gerakan ibu berjalan dan getaran detak jantung yang konstan menenangkan sistem saraf bayi.
Semoga bermanfaat!
Sumber:
-Provasi (2021). The Importance of Rhythmic Stimulation for Preterm Infants in the NICU
Monster tidak muncul dari kegelapan. Mereka tumbuh di tempat yang seharusnya ada cahaya tapi sistem memilih untuk mematikan cahaya itu. Ghost in the Cell sampai dengan hari ke-12.
Jarang2 di pemutaran bioskop biasa (bukan special screening atau gala premier), penonton pada tepuk tangan pas filmnya selesai.
GHOST IN THE CELL nampilin kematian berdarah yang brutal sekaligus artsy. Comedic timing-nya sempurna, lucu banget. Soo damn good. Highly recommended!
MBG memang luar biasa. Nggak nemu padanannya di negara lain. Anomali di Indonesia program ini menyerap sekitar 7 persen anggaran negara, ketika negara lain umumnya berada di bawah 1 persen, bahkan banyak yang tidak mencapai 0,5 persen. Apalagi, MBG tidak berdiri sebagai pos anggaran yang netral. MBG menyerap anggaran pendidikan. Secara konstitusional, Indonesia wajib mengalokasikan 20 persen APBN untuk pendidikan, sekitar Rp757,8 triliun pada 2026. Namun, sebagian dari dana ini ikut digunakan membiayai MBG. Belum lagi penggunaan anggarannya, yg ternyata banyak untuk non-makanan, kualitas menu tak bergizi, kasus keracunan, dll.
Sulit memahami logika ekonomi atau gizi di balik program ini. Kecuali logika politik praktis sih.
https://t.co/nXMcxixWEG
“Para bapak, sudahi prinsip: mendidik anak laki-laki itu mudah. Turun tangan, didik anak laki-lakimu”
Semalam 16 mahasiswa FH UI disidang sampai jam tiga pagi, sidang terbuka, disaksikan secara live oleh ribuan orang.
Kejadian ini tidak tiba-tiba. Ini akumulasi. Terlalu lama society menelan mentah-mentah prinsip: “mendidik anak laki-laki itu mudah.”
TIDAK.
Justru karena dianggap mudah, banyak hal yang tidak diajarkan. Lihat saja pola yang sering diremehkan:
Berawal dari obrolan santai yang melecehkan, jadi kebiasaan, jadi cara pandang, lalu jadi perilaku nyata (liat gambar piramida perkosaan)
Tidak semua langsung jadi pelaku kekerasan seksual. Tapi hampir semua berangkat dari titik yang sama: normalisasi.
Society sibuk mendidik anak perempuan: jaga diri, jaga batas, jaga perilaku. Tapi kendor pada anak laki-laki.
“Namanya juga laki-laki.”
“Cuma bercanda.”
“Nanti juga ngerti sendiri.”
"Boys will be boys"
Tidak.
Karakter tidak tumbuh sendiri. Ia dibentuk. Dilatih. Ditegaskan.
Orang tua, perhatikan obrolan anak laki-lakimu. Kalau sudah mulai ada convo yang melecehkan: Tegur. Luruskan. Jangan ditertawakan atau dianggap enteng. Karena di situlah fondasi dibangun.
Terutama para bapak. Anak laki-laki belajar bukan dari teori, tapi dari contoh.
Bagaimana kamu bicara tentang perempuan. Bagaimana kamu memperlakukan pasanganmu. Bagaimana kamu menempatkan perempuan sebagai manusia, bukan objek. Semua itu direkam.
Dan akan mereka ulang.
Ketika seorang bapak menganggap mendidik anak laki-laki itu mudah, dia sedang memilih untuk menjerumuskan anak dengan tidak hadir secara penuh, tidak waspada, hingga di satu titik si anak bisa jadi pelaku ataupun korban.
Anak kemudian dibesarkan oleh algoritma, oleh teman, oleh budaya yang seringkali permisif terhadap pelecehan dan standar moral yang yang tidak sehat.
Kalau kita tidak serius mendidik anak laki-laki hari ini, jangan kaget dengan realitas besok. Karena pelaku tidak lahir tiba-tiba. Mereka dibentuk pelan-pelan, dari hal-hal yang selama ini dianggap “sepele.”
Just incase ada yang komen: "emang siapa yang bilang mendidik anak laki-laki itu mudah? Saya dididik dengan sangat keras"
Oh well, cara pandang itu sudah mengakar sejak lama di masyarakat.
Me in my 20s:
Mamam mie ngemil ciki minum teh manis. Gas.
Me in my 35+:
*Menatap lama nutrition facts*
Buset yang ini gulanya banyak banget. Yang ini natrium tinggi bener.