Enakan nikah dipestain mewah gede gedean sama mertua, pulang ke rumah yang dibeliin mertua pake mobil yang dibeliin mertua juga.
Gausah romantisasi nikah di KUA dengan narasi mendiskreditkan nikah mewah.
Gapapa nikah mewah, gapapa nikah di KUA.
Gapapa tinggal sendiri, gapapa juga tinggal sama mertua.
Yang ga boleh banding bandingin orang lain sama kehidupan kita.
@yappingfess your brother is a coward too and you are so mean btw. kalo ga sesuai harapan lo ya minimal anter lagi pulang, atau gausah jadi nontonnya. jgn main tinggal2, she is someone else daughter too bjirrr kasian. liat ajasi gaakan lama juga tuh orang bakal dapet balasan.
gue beneran bingung deh sama kapitalisme tai anjing ini, harga nya ga masuk akal, beneran di luar nalar gitu loh, coba dah yang ngerti bisnis dan dunia fnb, tolong jelasin ke gw ini KOK BISA 40REBU??? logikanye begimane?? inipun gue gatau udah sm tax atau belum anj??
Salah satu aspek jadi dewasa adalah menyadari bahwa lo tetap harus show up dan function optimally.
Gak peduli seberat apa yang lagi lo alami dan rasain. Karena dunia emang gak peduli sama masalah pribadi lo.
Lo tetap harus hadir di meeting meskipun hati lo lagi hancur lebur. Lo tetap harus berangkat kerja meskipun seminggu lalu salah satu anggota keluarga lo baru aja meninggal. Lo tetap harus jawab email dan presentasi dengan suara tegas meskipun semalam lo nangis sampe pagi. Ya udah, mau gimana lagi.
Dunia nggak peduli soal itu semua. Dunia cuma peduli satu hal: apakah lo berhasil memenuhi tanggung jawab lo atau enggak.
Dunia gak akan berhenti berputar cuma karena lo lagi gak baik-baik aja. Bahkan pas lo lagi sakit, lagi patah hati, atau lagi kehilangan segalanya, roda kehidupan tetep jalan🥲
ini salah satu statement dari bang Raditya Dika yang menurutku kena banget
“aku tidak mau berhubungan lagi dengan orang itu selama lamanya, dengan cara aku menganggap dia tidak ada. jadi yang lebih parah dari membenci orang adalah dengan menganggap dia tidak pernah ada wujudnya. ini lebih menyakitkan daripada dibenci, untuk dianggap tidak ada”
selingkuh itu pilihan, selingkuh itu penuh effort bukan khilaf. dia melakukan selingkuh dengan kesadaran penuh. uda tau itu salah, tetap aja di lakuin. jadi mohon jangan pernah memaafkan perselingkuhan.
Guys, ini info paling gila hari ini......
ada sesuatu yang nggak masuk akal banget lagi beredar soal program pemerintah ini dan jujur,
ini bukan cuma aneh…
tapi udah mulai keliatan ngeri + sistematis
Jadi gini…
Ada info kalau titik SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) itu terus nambah setiap hari.
Padahal di sisi lain, portal resmi buat daftar mitra katanya udah ditutup sejak 1 Desember 2025.
Sekarang coba pikir logikanya pelan-pelan…
- Portal pendaftaran ditutup
- Tapi jumlah titik terus bertambah
- Bahkan dilaporkan tiap hari ada penambahan
Pertanyaannya simpel:
Masuknya dari mana?
Ini bukan soal “ah mungkin ada update internal”…
Kalau sistemnya transparan, harusnya:
- Ada pengumuman resmi
- Ada mekanisme khusus
- Atau minimal ada penjelasan ke publik
Tapi kalau yang terjadi malah “tiba-tiba nambah”…
ya wajar kalau publik mulai mikir:
ini data real atau cuma angka di atas kertas?
Dan makin panas lagi ketika dikaitin sama isu bayaran…
Ketika satu titik SPPG bisa dapat sekitar 6 juta per hari.
Kalau itu benar, berarti:
Makin banyak titik → makin besar anggaran yang keluar
Makin besar anggaran → makin besar juga potensi “mainannya”
Kasarannya sppg nya tidak benaran ada
tapi insentifnya jalan terus
sppg bodong atau fiktif
Di sinilah mulai kerasa pedasnya…
Karena ini bukan cuma soal angka nambah.
Ini soal uang negara + transparansi + kepercayaan publik.
Yang bikin miris bukan cuma dugaan “aneh-aneh”-nya…
tapi pola yang sering kejadian:
- Sistem ditutup ke publik
- Data tetap berjalan di belakang layar
- Publik cuma dikasih hasil akhir tanpa tahu prosesnya
Kalau kayak gini terus, ya jangan heran kalau muncul kecurigaan:
Ini beneran program jalan… atau sekadar laporan yang ‘dibikin jalan’?”
Gue gak bilang ini pasti ada pelanggaran.
Tapi yang jelas:
Kalau logika sederhana aja gak nyambung,
berarti ada yang harus dijelasin.
Karena di era sekarang, masalahnya bukan cuma korupsi atau enggak…
tapi kepercayaan publik itu dibangun dari transparansi.
Dan kalau transparansi hilang,
yang muncul bukan cuma kritik
tapi ketidakpercayaan yang jauh lebih bahaya
coba di cek tuh situs bgn udah lama tutup
tapi hampir tiap hari laporan banyak sppg baru
@SmwGwOto Anjir, gw kmren pas lebaran aja mau parkir mobil walaupun jalan pada sepi mikir2 dlu dimana yg boleh dan ga ganggu orang. Sampe izin dlu ke orang sana buat parkir.
Lah itu otak kagak di pake, parkir di jalan sempit, pas belokan pula wkwkwk
Minimal baret wajar lah yaak
@SmwGwOto Kadang suka heran sama pengemudi model gini, gw yang punya mobil dan motor aja kalau nepi buat belanja sesuatu suka overthinking bakal bikin macet ga ya kalau gw parkir bentar buat belanja.
Ada lohh cewek yang kelihatannya serba bisa dan mandiri banget.
Padahal aslinya… dia cuma gak punya opsi untuk jadi lemah.
Udah kebiasaan ngurus semuanya sendirian, sampai tanpa sadar tiap hari jadi makin tangguh.
Semangat selalu ya para cewek hebat yang ada disana 🥹✨
Sayangnya ini real, ikan asin itu sebenarnya sudah masuk kategori karsinogen sejak 30 tahunan lalu. Alasannya karena kandungan tinggi nitrosamines, zat yang bisa merusak DNA.
Ikan asin yang diteliti itu gaya China, dan mayoritas ikan asin Indonesia pakai metode ini juga (garam + jemur).
Tapi kenapa masyarakat Indonesia jaman dulu bisa tetap sehat? Salah satu rahasianya ternyata: kebiasaan makan lalapan dan sayur.
Lalapan dan sayur yang kaya akan vitamin C terbukti memblok efek buruk nitrosamines.
Selain itu? Moderasi, tidak dimakan rutin atau berlebih.
Nitrosamines juga memiliki efek berlipat pada anak-anak, jadi hindari pemberian ikan asin pada anak-anak.
Suka ikan asin? Imbangi dengan konsumsi sayur dan buah yang kaya vitamin C.
Please date sweet men. Please date men who respect you in anger. Please date men who are soft spoken. Please date men who are patient with you. Please date men who respect their own bodies. Please date men that are kind to your soul. Please date men who have self-control
cowo yang kalo lagi berdua sama cewe nya tapi gaa ngerokok/vape pas ditanya jawabnya “nanti aja, aku lagi bareng kamu”, THATS MY MAN. (pernah punya tapi putus, lol) tapi masih ada ga sii cowo yang kek gitu?
Ada tulisan cantik banget, kira-kira begini isinya:
“semoga kamu selalu dipertemukan dengan seseorang yang dapat berbicara bahasa mu, sehingga kamu tidak perlu menghabiskan waktu seumur hidup untuk menerjemahkan jiwamu..”
Makanya, ‘sekufu’ itu penting.
Aku paling tersinggung kalau ada kenalan yang membalut dalam pujian apa yang kulakukan sebagai aktif dan tetap semangat. Itu condescending. Lu pikir gue anak SMP lagi ekskul? Kaya lu punya sepersepuluh nyali gue aja.
Padahal ada yang lebih penting dari aktivitas hidup ini semua, aspiration, political concern, keberanian, keberpihakan, vibes, ✨life style ✨
Terlepas dari gaji cewenya besar atau engga, gue mau menekankan sesuatu disini… cowo tuh kadang (or most of the time) suka lupa (atau simply ignorant aja) kalo manusia yg mau dijadikan pasangan hidupnya itu bukan “entitas kosong”.
Ada kultur, pendidikan, pengalaman, keluarga, lingkungan sosial, dll yg ngebentuk si cewe shg lu bisa ketemu dia dan memutuskan utk menikahi dia skrg.
Lu gabisa meremehkan itu. It takes her lifetime supaya dia bisa jadi versinya skrg.
Consider it as a reminder to you. Good luck.