kehidupan kerja
otw:
“bismillahi tawakaltu”
dikantor:
“MONYET NI ORANG ORANG BIKIN EMOSI AJA, MASI MENDING GA GUA INJEK LEHERNYA”
pulangnya:
“alhamdulillah”
repeat 25x sebulan
Tidak semua org bekerja utk menabung apalagi jalan-jalan, ada yg kerja hanya cukup utk makan, hanya cukup utk bayar hutang, bahkan cukup utk keluarganya namun kurang utk kebutuhannya sendiri karena menjadi tulang punggung. Jadi jgn mengatakan kerja sudah lama tp gak punya apa-apa.
Jam 3 pagi listrik rumah gue tiba-tiba mati. Meteran turun (jetrek). Gue coba naikin, langsung turun lagi.
Karena gak ngerti kelistrikan gue telpon PLN, teknisi dateng dan bilang:
"Ini estimasinya segini pak."
Dia nunjukin HP nya dengan nominal hampir 600rb.
Akhirnya gue cancel dan bilang saya bayar jasa pengecekannya aja.
Padahal ternyata penyebabnya sepele banget. Simpan thread ini ya, suatu saat bakal berguna.
Ini nominal yg gue bayar untuk jasa pengecekannya doang
ternyata bener ya, hidup ini jauh lebih tenang ketika kita tau batasan, ga semua hal perlu kita perhatikan, not everything deserve our energy. ada hal yang lebih baik dibiarkan berlalu, tanpa perlu didengar, dilihat, dibalas, ataupun dibahas.
udah liat tingkah menjijikan mimi peri? masih mau ngasih ruang untuk bencong? masih mau bela para boti dan LGBT kah?
-dia terang2an mengaku suka tusbol/sodomi, di mana dia ngambil anak2 kampung, katanya anak2 kampung lebih bersih dari HIV. kurang ajar sekali, pun kalo mereka bersih, bisa saja nanti justru dia yang tertular dari si bencong ini. daya rusaknya luar biasa untuk anak2 dan masa depan
bejat. hina. dia menularkan penyakit kelamin dan bisa menularkan orientasi seksnya yang menyimpang itu ke anak2 kampung yang kemungkinan masih ada yang polos
jangan lagi bilang sifat dan kelakuan bencong itu gak bisa nular. bisa. jurnal barat yang jadi rujukanmu soal LGBT gak bisa nular itu gak valid, emang yang buat jurnal itu udah ngambil survey dari seluruh dunia? gimana kalo yang buat jurnal itu ada beberapa yang pro ke LGBT juga? stop denial
bagaimana kalo anak2 kampung itu anakmu? keponakanmu atau kerabatmu? masih ada kah ruang untuk tidak marah?
anak2 kampung yang dia sebut itu mungkin ada yang sama2 mau, tapi besar kemungkin ada juga yang awalnya gak mau tapi karena banyak faktor seperti iming2 dikasih imbalan, dirayu atau apapun lah caranya sampai pada akhirnya dia mau melakukannya. ditambah dengan keadaan ekonominya yang sulit, begitu ditawari uang dan hadiah bisa saja pendiriannya goyah. ini banyak terjadi
-saat ditegur soal kelakuannya itu, dia teriak "hidup boti, saya bangga menjadi boti. dosa itu gak ada, gak ada disiksa (di neraka), itu hanya dongeng, dongeng masa kecil buat nakut-nakutin"
apa gak bahaya kalo predator seperti ini dibiarin berkeliaran semaunya tanpa ditindak? tanpa memasukkan unsur agama pun, kita semua harusnya gak boleh bebasin dia ngerusak anak2 dan menularkan penyakit fisik dan mental ini
teman2, jangan biarkan kemungkaran terjadi di depan mata. lawan
ternyata skill yang harus kita punya diusia sekarang ini:skill mengatur suasana hati & emosi
jgn apapun dibaperin, jgn berekspektasi lebih sama seseorang, orang bisa berubah kapan aja, hari ini bilang sayang, besoknya ngilang juga ada. semua bisa pergi kapan aja.
being the “understanding” one is exhausting. you carry everyone’s trauma, everyone’s problems, everyone’s excuses. but when it’s your turn to fall apart, you do it alone. no one checks. no one asks.