sebagai seorang perempuan, scene ini menurutku cukup bikin trauma karena kenyataannya masih ada mertua dan suami yang merasa berhak menentukan bagaimana seorang perempuan harus melahirkan.
nggak peduli seberapa gawat kondisi si perempuan, yang mereka inginkan cuma satu: bayinya harus lahir secara “normal” menurut standar mereka.
bahkan yang melahirkan lewat operasi caesar masih bisa dianggap bukan perempuan seutuhnya karena nggak merasakan sakitnya melahirkan secara langsung 🥲
what a crazy world we live in..
Laki-laki disunatkan demi alasan kesehatan. Perempuan disunatkan ketika masih berusia harian karena ditakutkan birahinya tidak terkontrol.
Dari kontras alasan dua ini harusnya bisa sadar sih seberapa tolol konsep sunat perempuan—lebih-lebih sampe diwajibkan segala.
Orang pd bilang political views ga harusnya jadi penghalang, but if my partner supports genocide, pelanggar ham, a big ass corruptor, a racist, gue gapaham gimana gw bakal ngejalanin seluruh hidup gw sama orang kaya gitu 🙏🏼 so yes, political views DOES matter to me.
Sudah mengirim somasi ke nomor yang mengancam, saya lampirkan juga somasinya secara terbuka melalui twit ini, agar bisa dijadikan periksa oleh pihak terkait.
Silahkan bagi warganet yg mau menggunakan substansi somasinya bila mengalami situasi serupa. Bisa dikirim secara pribadi.
This is why travelling IS political and I wish more people would realize it. Wdym an outsider cuma perlu 2/3 minggu untuk menjelajahi setengah negara ini, meanwhile we as a local who was born and raised here, probably won't even have that chance.
Di Amerika, harga buku hanya setara satu jam kerja. Upah minimum di sana sekitar $15/jam, sedangkan harga buku $15-20. Artinya mereka bisa membeli satu buku hanya dengan 1 jam kerja, seperti halnya kita membeli es teh jumbo di pinggir jalan.
Di Jepang, satu buku juga bisa dibeli dengan satu jam kerja. Upah minimum disana sekitar ¥1000-1200/jam. Harga buku ¥900-1300.
Di Jerman, satu buku = satu makan siang. Hanya dengan 2 jam kerja.
Di Inggris, satu buku bisa dibeli hanya dengan setengah jam kerja. Buku bukan jadi barang yang harus ditimbang antara 'beli atau tidak' buku sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari seperti roti.
Di Norwegia, negara ikut menanggung harga buku, negara hadir memberikan subsidi dan distribusi yang merata, karena mereka percaya: bangsa yang cerdas dimulai dari buku yang mudah disentuh.
Di Malaysia. Buku masih bisa dijangkau hanya dengan 2 jam kerja.
Singapura. Satu buku bisa dibeli dari sisa makan siang.
Laki2 disatuin ama gay ngerasa ga aman soalnya takut dilecehin meanwhile perempuan disatuin ama lesbi aman2 aja berarti emg masalahnya di laki yang nafsuan dan menormalisasi pelecehan (izin🙏🙏)