Kalau menurutku pernyataan Chateez ini ada benernya. Sepengalamanku sewaktu muda (sekarang udah emak2 ๐) memang di 3 bulan pertama pacaran biasanya cowo suka curi2 pegangan tangan, peluk, kissing dsb. Makanya aku pun berpikir pacaran banyak mudharatnya/ruginya. Aku paling lama pacaran 5 bln trs lamaran dan persiapan nikah. Paling cepet 1 bln krn cowonya udah mulai curi2 trs kuputusin ๐
Gimana menurut kalian pernyataan Chateez ini?
prabowo lagi lagi masuk media asing karena:
- Bank asing pilih cabut daripada ikut agenda Prabowo
- 11,5 triliun rupiah juta ditarik Citigroup, StanChart, HSBC sejak 2024
- OJK diduga lobi bank untuk biayai MBG & Kopdes
- Sebab takut kebijakan Prabowo terlalu dikuasai negara
- Danantara minta pinjaman $10 miliar bank merasa ditekan
- Rupiah melemah makin tidak menarik simpan uang di sini
- Danantara jual obligasi bunga 2% ke konglomerat
- Danantara dikecualikan dari pengawasan pajak & hukum
- danantara tidak pernah rilis laporan keuangan
- analis khawatir jadi sarang uang kotor
Masih ingat mahasiswa yg di ajak gibran masuk ke istana?
Ternyata mereka menerima suap pas ketemu gibran sebesar 300 juta.
Bayangin banyaknya relawan yg nunggu berjam-jam menunggu hasil rapat mereka dengan wapres, tapi ternyata semuanya udah di setting
Malam ini mereka lagi di Introgasi oleh mahasiswa UBK
Meskipun obat ini harganya puluhan juta rupiah, tetapi untuk pasien kanker, harganya sebanding dengan harapan yang diberikan.
Namanya Pembrolizumab (Keytruda). Obat ini cara kerjanya nggak membunuh sel kanker secara langsung. Tapi sebaliknya, obat ini bantu bangunin sistem imun biar bisa mengenali kanker yang selama ini bersembunyi darii pertahanan tubuh.
Masalahnya, beberapa sel kanker seolah-olah sangat pintar, dimana mereka bisa nyamar sehingga dianggap sebagai sel normal oleh tubuh. Akibatnya, sel imun nggak bakal menyerang mereka.
Nah, pembrolizumab bantu bukain penyamaran itu sehingga sel imun bisa lihat mana yang kanker dan mana yang bukan.
Karena itulah obat ini disebut imunoterapi. Pada beberapa pasien, terutama yang kankernya sudah menyebar atau sulit dioperasi, obat ini bisa memberikan hasil yang sangat baik.
Meski begitu, tidak semua jenis kanker atau semua pasien akan merespons pengobatan ini dengan cara yang sama.
El cortisol alto aรฑade 5 aรฑos a tu rostro.
Destruye la insulina, te da papada y barriga, e incluso encoge tu cerebro.
Aquรญ tienes los 7 mejores consejos de mรฉdicos para arreglarlo:
1. Deja de hacer ejercicio por la noche.
awokawok ngamuk dia, tiba-tiba bahas etika
virdian: "oke kita anggap bundaran HI bukan tempat demo. sama seperti dapur MBG & kopmer bukan tempatnya polisi dan juga tentara"
puas bgt liatnya kena skakmat terus ๐
From this to this
Mahasiswa: HENTIKAN MBG! Proyek dzalim!
Gibran: Jangan marah. Ayo kita ke NTT. MBG berjalan dengan baik kok
(sesampainya di NTT)
G: Loh.. makanan dimasak jam 3 pagi? Di kelas ga ada lampu?
Mahasiswa: ๐๐๐๐ #IndonesiaGelap#StopMBG#demo
Si cewek sampai MELOTOT pas denger statement bapak ini. Bahkan sempat nengok ke MC kayak mau memastikan, โIniโฆ serius dia bilang MBG lebih penting daripada infrastruktur daerah? ๐ญ
sumpah gue lucu bgt sama muka adek ini, ekspresif bgt shock nya
๐จ UPDATE: Pihak UNAS menegaskan nama kampus dicatut. Tidak ada BEM di kampus tersebut karena sudah dibekukan sejak 14 tahun lalu.
Orang ini lagi dicari sama kampusnya.
Halo, Ardin Julkifli, dimana dirimu berada sekarang? ๐๐ป๐ค๐ #demo#IndonesiaGelap
Pas udah jadi indonesia malah dibuat rusak :
1. Kenaikan Harga BBM
2. MBG ( Keracunan massal, korupsi BGN, boros sampai ratusan Triliun)
3. Ekonomi ambruk, rupiah melemah, IHSG anjlok
4. Pemborosan APBN (dana desa di potong buat KOPDES Merah Putih, anggaran MBG Rp.268T)
5. Kunjungan Luar Negeri Berlebihan, rakyat lagi menderita malah sibuk jalan-jalan mulu.
6. Janji kampanye 19juta lapangan kerja cuma janji
ada yg mau nambahin?โ๏ธ
Ketua BEM UGM 2025, Tyo hadir dalam "aksi Gejayan memanggil" malam ini.
Tiyo Ardiyanto: "prabowo-gibran membunuh anak anak indonesia, dengan cara membodohi mereka sambil mengencangkan perut perutnya."
"kita dikasih MBG tapi pendidikan kita tidak diprioritaskan"
HIDUP RAKYAT INDONESIA!!!!
Guys, ada yang menurut gue paling tidak nyaman untuk dikatakan secara terbuka tapi paling penting untuk dipahami sekarang.
Apa yang Prabowo lakukan hari ini KDMP, ekspor satu pintu, MBG, intervensi distribusi pernah dilakukan persis sama oleh Soekarno di tahun 1960-an.
Dan hasilnya:
inflasi 600% per tahun.
Ekonomi lumpuh.
Rupiah tidak ada harganya.
Bukan berarti Prabowo sama dengan Soekarno.
Tapi polanya mengerikan hampir identik.
serta pertanyaan.....
Kenapa negara yang kaya sumber daya alam, punya 270 juta penduduk, dan sudah merdeka 80 tahun lebih masih terus bergantung pada asing untuk hampir segalanya?
Dan jawaban yang paling jujur yang paling tidak ingin didengar oleh siapapun yang sedang berkuasa adalah ini:
Karena setiap kali pemimpin Indonesia mencoba mandiri dengan cara yang salah tanpa kesiapan, tanpa sistem, dan tanpa memberantas korupsi dulu dari dalam hasilnya selalu sama. Rakyat yang paling menderita.
Ini bukan pertama kali.
Soekarno pernah melakukan ini lebih dari 60 tahun lalu. Dengan semangat yang jauh lebih menggelora.
Dengan pidato yang jauh lebih membakar jiwa.
Dengan keyakinan bahwa Indonesia harus berdiri di atas kaki sendiri tidak boleh dikendalikan asing manapun.
Dan siapa yang bisa salahkan Soekarno soal niatnya?
Niatnya mulia.
Idenya benar.
Indonesia memang harus mandiri.
Tapi caranya menghancurkan negara dari dalam.
Perusahaan-perusahaan asing dinasionalisasi sebelum ada orang yang tahu cara mengelolanya.
Pengeluaran negara membengkak untuk proyek-proyek besar yang tidak ditopang penerimaan yang cukup.
Uang dicetak untuk tutup defisit.
Dan dalam hitungan beberapa tahun inflasi meledak 600% per tahun.
Harga beras berubah dalam hitungan hari.
Rupiah tidak ada artinya.
Orang kembali barter karena uang tidak bisa dipercaya.
Yang paling menderita bukan para pejabat yang membuat kebijakan itu.
Yang paling menderita adalah ibu-ibu di pasar yang tidak bisa beli beras.
Petani yang hasil panennya tidak cukup untuk beli pupuk.
Rakyat biasa yang tabungan hidupnya menguap karena inflasi.
Dan sekarang polanya terulang.
Tapi lebih cepat.
KDMP masuk ke rantai distribusi yang selama ini sudah berjalan sendiri. MBG membelanjakan ratusan triliun untuk program yang sifatnya konsumtif bukan produktif.
Ekspor satu pintu diumumkan tiba-tiba tanpa persiapan.
Dan rupiah sudah di Rp18.000 level yang 25 tahun lalu hanya dikenal sebagai simbol trauma 1998.
Bedanya dengan Soekarno:
Soekarno butuh bertahun-tahun untuk menghancurkan kepercayaan pasar.
Di era sekarang fund manager global bisa menarik triliunan dalam hitungan detik begitu membaca sinyal yang salah. IHSG turun 36%.
Modal lari ke Singapura.
Rating diturunkan.
Dan semua itu terjadi bukan karena fundamentalnya jelek tapi karena kepercayaan yang dibangun 25 tahun pasca-reformasi mulai goyah.
Dan ini yang paling ironis dan paling menyakitkan:
Sumitro Djojohadikusumo ayah Prabowo adalah ekonom yang paling keras mengkritik cara Soekarno mengelola ekonomi.
Dia menulis dengan sangat jelas:
jangan korbankan disiplin fiskal demi ambisi politik.
Jangan cetak uang untuk tutup pengeluaran yang tidak produktif.
Jangan biarkan agenda revolusi mengalahkan kalkulasi ekonomi yang rasional.
Itu yang Sumitro perjuangkan 60 tahun lalu.
Dan hari ini anaknya menghadapi kritik yang sangat mirip.
Tapi ini yang harus dipahami dan ini yang paling penting:
Bukan intervensi negaranya yang salah.
China membuktikan bahwa negara bisa dan harus terlibat aktif dalam ekonomi.
Tapi China melakukannya dengan urutan yang benar: berantas korupsi dulu sampai ke akarnya baru ambil alih kontrol ekonomi.
Bangun sistem yang kompeten dulu baru perluas intervensi.
Hukum yang tidak kompeten dengan keras baru percayakan aset negara ke mereka yang layak.
Di Indonesia urutannya terbalik.
Ambisi besarnya dulu.
Programnya dulu.
Anggarannya dulu.
Sementara korupsinya masih merajalela, sistem pengawasannya masih bolong, dan orang yang tidak kompeten masih duduk di posisi yang menentukan.
MBG korupsi sebelum setahun berjalan.
KDMP belum beroperasi tapi sudah ada yang main. Pertamina masih bocor dari dalam.
Dan ekspor satu pintu bikin investor asing angkat kaki karena tidak ada yang bisa menjamin transparansinya.
Sejarah Indonesia mengajarkan satu hal yang sangat sederhana tapi sangat keras untuk diterima:
Kemandirian ekonomi itu tujuan yang benar.
Tapi jalan menuju ke sana tidak bisa dibangun di atas fondasi korupsi yang dibiarkan, sistem yang tidak disiapkan, dan kepercayaan publik yang diremehkan.
Soekarno gagal bukan karena dia tidak cinta Indonesia. Dia gagal karena dia percaya semangat revolusi bisa menggantikan sistem yang matang.
Dan kalau kesalahan yang sama terus diulang dengan nama program yang berbeda, dengan wajah pemimpin yang berbeda, tapi dengan pola yang persis sama maka yang akan menanggung akibatnya tetap orang yang sama.
Ibu-ibu di pasar yang tidak bisa beli beras.
Petani yang tidak bisa beli pupuk.
Rakyat biasa yang tabungan hidupnya menguap karena rupiah terus melemah.
Mereka tidak memilih untuk ikut dalam ambisi besar itu. Tapi mereka selalu yang pertama membayar harganya.