Tugas rakyat itu “mengawasi” bukan “memuji”
pejabat dan government kerja bagus itu ya bare mininum lah. Kalian digaji dari pajak yg disetor warga kok.
Mager banget baca narasi d tiktok yg anggep pihak yg kritik pemerintah itu = musuh.
Astaga.
Bayangin rakyat cari kerja harus ngelewatin psikotes, online assessment, interview HR, FGD, interview user, sampe direksi. Sementara yang jadi presiden ngitung 10 + 6 = 17 ☺️😇
MBG ini program pemerintah paling tai sepanjang sejarah. Udah outputnya cuma jadi tai, kelakuan orang-orang yang terlibat di dalamnya juga kayak tai. TAI!!!
Gue heran deh kok masih aja ada orang yang bilang “Pertamax naik ga masalah, kan yang pake juga orang2 mampu”
Entah mereka buzzer atau emang tolol alami.
Yang jadi masalah itu EFEK DOMINO-nya, bukan cuma perkara harga naik 3ribu.
Ini efek domino yang akan terjadi dari kenaikan per hari ini:
1. Migrasi massal ke BBM lebih murah. Harga Pertamax naik → orang yang biasa pakai yang “premium” (kelas menengah atas) langsung switch ke Pertalite yang lebih murah. Hasilnya: permintaan Pertalite meledak. Padahal Pertalite kan kuotanya terbatas (subsidi), jadi stok di SPBU cepet habis.
2. Pertalite langka + antrean panjang. Antre Pertalite di SPBU jadi tambah rame. Yang gak mau antri berjam-jam atau gak kebagian akhirnya terpaksa isi Pertamax (yang lebih mahal).
3. Biaya logistik & transportasi naik Truk, angkot, ojek online, pengiriman barang semua naik ongkosnya (meski mereka pakai solar/ Pertalite, tapi efek rantai supply-nya ikut naik karena driver dan perusahaan logistik juga kena imbas). Akhirnya harga barang di pasar naik semua.
4. Inflasi & harga sembako naik Efek dari nomor 3: dari meja makan sampai warung kecil. Harga beras, sayur, mie instan, bahkan jasa ojek naik. UMKM yang paling kena getahnya. Modal produksi naik, daya beli masyarakat turun, penjualan melambat.
5. Black market & penyelundupan Pertalite yang langka sering muncul di pedagang eceran dengan harga lebih mahal (kadang sama mahalnya Pertamax). Subsidi yang seharusnya buat rakyat kecil malah bocor.
6. Beban subsidi pemerintah membengkak. Demand Pertalite naik drastis → pemerintah/Pertamina harus nambah pasokan subsidi. Kalau gak diatur, APBN makin tekor, bisa-bisa akhirnya Pertalite juga naik atau dibatasi lebih ketat (misalnya pakai MyPertamina, plat nomor ganjil-genap, dll).
7. Efek jangka panjang ke ekonomi & masyarakat
- Driver ojol & angkot kurangi shift → pendapatan turun.
- Petani & nelayan (yang pakai solar/Pertalite) ongkos produksi naik → harga pangan naik lagi.
- Inflasi umum naik → Bank Indonesia mungkin naikin suku bunga → pinjaman mahal → investasi melambat.
Intinya, yang tadinya “cuma naik buat orang berduit” malah bikin semua orang kena getahnya lewat rantai yang panjang.
1. Cherki ngga pernah ngepost ginian.
2. Arteta ngga pernah menanggapi apa2 soal postingan yang emang ngga pernah ada itu.
3. Intinya, semuanya itu hanya dari karangan akun ragebait aja.
4. Untuk admin Indo Gunner, mungkin lain kali kalau mau ngpost sesuatu bisa didouble check untuk sumbernya, ya. Jangan asal post yang bikin fans Arsenal lainnya juga kena. Harusnya bisa bedain mana yang AI, mana yang fake quote, dan mana yang sungguhan. Entah kalau memang sengaja demi impresi, tapi tolong jangan bikin Arsenal dan fans-fans Arsenal yang lain juga kena karena hal-hal kek begini.
Sepak bola seharusnya menjadi ruang untuk menikmati permainan, merayakan kemenangan, dan tetap setia saat klub sedang terpuruk. Namun di era sekarang, muncul fenomena yang semakin sering terlihat, SIRIKISME. 😂
Fenomena ketika sebagian suporter atau fans tidak lagi fokus pada perkembangan klub yang mereka dukung, melainkan lebih sibuk memantau, mengomentari, dan berharap klub lain gagal juara. Ketika tim sendiri gagal meraih trofi atau prestasi, perhatian mereka tidak tertuju pada MASALAH klub yg mereka sukai.
Yang menjadi fokus justru berapa banyak trofi yang dimiliki rival, bagaimana cara meremehkan pencapaian mereka, dan kapan momen yang tepat untuk mengejek mereka.
"Padahal, keberhasilan klub lain tidak menghapus sejarah klub kita" 🤝
Jumlah trofi klub yg udah dimenangkan tidak membuat koleksi berkurang satu. Namun bagi penganut SIRIKISME, melihat rival sukses sering kali terasa lebih menyakitkan daripada melihat timnya sendiri gagal.
Cirinya cukup mudah dikenali qo:
1. Lebih hafal kekalahan rival daripada kemenangan klub sendiri.
2. Muncul paling depan ketika rival kalah, lalu menghilang saat rival juara.
3. Menganggap setiap prestasi lawan sebagai ancaman terhadap harga diri pribadi.
4. Menjadikan kebencian terhadap rival sebagai identitas utama fandom.
5. Lebih sering membahas klub lain daripada klub yang mereka dukung sendiri.
Padahal esensi menjadi adalah tentang mendukung, bukan sekadar membenci.
Beberapa orang menonton bola untuk menikmati pertandingan.
Beberapa orang menonton bola untuk melihat pemain favoritnya berkembang.
Beberapa orang menonton bola untuk merasakan kebahagiaan ketika klubnya menang.
Tapi ada juga yang menonton bola hanya untuk menunggu klub lain terpeleset. Dan ketika rival terus berkembang, terus memenangkan trofi, dan terus menciptakan sejarah baru, mereka kehabisan bahan pembicaraan.
Ujung-ujungnya yang tersisa hanyalah membuka kembali arsip sejarah lama, mengulang cerita puluhan tahun lalu, dan hidup dalam kenangan yang semakin jauh dari realitas saat ini.
Masa depan dan sekarang tidak menarik bagi mereka.Karena satu-satunya tempat di mana mereka masih merasa unggul adalah masa lalu.
Kita tau sekarang sepak bola selalu bergerak ke depan. Generasi berganti, pemain berganti, pelatih berganti, bahkan dinasti pun berganti.
Kadang klub kita ada di fase jaya-jayanya. Tapi beberapa moment, klub yang kita cintai masuk kedelam jaman kegelapan atau dark era.
Yang terus hidup dalam nostalgia tanpa mampu menerima kenyataan hanya akan menjadi penonton dari sejarah yang sedang ditulis oleh orang lain.
PADA AKHIRNYA,
Klub juara mengangkat trofi 🏆
Fansnya merayakan pencapaian klubnya 💙🖤
Sedangkan penganut SIRIKISME,
mengangkat arsip, berharap masa lalu bisa mengalahkan kenyataan, menghabiskan waktu mengecilkan trofi, mencari celah untuk meremehkan prestasi, atau berharap keberhasilan itu terlihat tidak istimewa 🥲
Klub yang ngga punya UCL, bahkan ‘ngga punya teman’ juga, tapi mereka masih punya fans-fans mereka sendiri yang selalu setia dan massive ini. London akan selamanya merah.
Hari ini baca tulisan dari beberapa fans arsenal mengenai “banter dengan respect”
Jadi beberapa fans arsenal ga terima soal akun yg bawa2 foto trofi UCL karena abis dia kalah.
Aku respons no mention aja.
Apa itu “banter dengan respect” ?
Banter dengan respect itu ledek2 an antar fans sepakbola tanpa melibatkan
1. ledekan SARA
2. Doxxing
3. Sampe berantem
4. Menjurus ke personal dan pelecehan
5. Pengancaman ke fans dan pemain lawan
Bener juga ya. Naik terus standar banter-nya. 🤣
Tim lain masuk UCL adalah target. Buat Arsenal kalah di final adalah hinaan.
Wow. We’ve already come this far.