kerja dicariin bapaknya, pas kampanye banyak bat janji programnya, ngomong kayak orang paling solutif ampe ngecengin profesor, tengil
sekalinya menang tiba2 jadi pasif, seabrek masalah di negara ini dia cuma diem, ditanya wartawan ga bisa jawab. lu orang apa perabotan lenong sih
Pak Guru Iman Zanatul Haeri curhat di Mahkamah Konstitusi:
"Polisi Punya SPPG, Tentara Punya SPPG, Anggota DPR Punya SPPG. Kepada siapa lagi kami harus melapor?"
***
Upaya yang kami lakukan secara konstitusional ini adalah upaya yang paling mendasar, jika boleh menyebut, upaya terakhir.
Karena akses untuk mengevaluasi agar anggaran kesejahteraan guru dalam anggaran pendidikan tidak diambil oleh MBG, tidak ada salurannya.
Jujur saja.
Kami mau melapor ke polisi, Polisi punya dapur SPPG.
Kami mau melapor kepada Tentara Nasional Indonesia, tentara punya dapur SPPG.
Kami mau melapor ke DPR RI, anggota DPR banyak yang punya dapur SPPG.
Jadi memang ini jalan terakhir untuk kami, mengadu kepada siapa lagi?
Kepada konstitusilah kami berharap, kalau enggak punya dapur ya.
Majelis Hakim Yang Mulia,
Saya sadar kedudukan saya sebagai saksi — saya menyaksikan, melihat, membaca, menerima laporan-laporan dari para guru.
Karena saya guru sejarah, saya juga merasa perlu mencari jawaban di masa lalu.
(hakim: waktunya sudah cukup, nanti...)
Mungkin yang terakhir — perlu diingat bahwa ketika amandemen keempat tahun 2002 disampaikan, seperti dalam PowerPoint, kita lihat bahwa anggaran sekurang-kurangnya 20% itu memang cita-citanya untuk kesejahteraan guru.
Jadi kami berharap ini memang untuk guru, dan tidak semestinya diambil oleh MBG.
Mahkamah Konstitusi (MK), Senin (15/6).
Iman menyebut seluruh jenis guru terdampak, mulai dari guru PPPK hingga honorer. Ia menyoroti pemutusan kontrak terhadap 39 guru PPPK di Tuban serta kasus serupa yang disebut terjadi di sejumlah daerah lain seperti Cianjur, Lombok Timur,
Jadi inget pertanyaannya Astrio Feligent saat debat sama Tiyo kemarin:
"Jadi kamu meragukan kapabilitas Bu Nanik sebagai mantan wartawan?"
Melihat responnya Nanik yang kabur saat ditanya rekan2 media, gua akan jawab:
OH YA JELAS COK!
Dipikir-pikir gugatan ke Mahkamah Konstitusi itu mirip kaya "demo" versi lebih advanced.
1) Kita bisa protes, presentasikan data, memperlihatkan keadaan, ke negara.
2) Bebas dari gangguan parcok dan parjo.
3) Sidangnya beberapa kali, semua terekam live. Dokumentasinya ada PDF-nya semua.
4) Tiap sidangnya diliput sama jurnalis. Ditulis di berita di media.
5) Didengarkan hakim yang keputusannya bisa mengubah undang-undang.
6) Undang-undang mau gak mau dilaksanakan oleh pemerintah.
***
Saya ngikutin beberapa kasus di MK:
a) Tunjangan dan sertifikasi dosen diberhentikan selama tugas belajar
b) Tuntutan upah guru dan dosen agar minimum UMR
c) Tunjangan fungsional dosen yang nominalnya gak berubah sejak 2007
d) Anggaran pendidikan gak boleh dipakai MBG, digugat oleh 6-7 pihak sekaligus.
***
Semua keluhan yang nyata.
Sepertinya kita harus lebih banyak manfaatkan.
Kalau Gibran aja manfaatin, kenapa kita enggak?
buat yg dukung MBG tetap jalan, nih dengerin suara hati guru-guru yg diwakilkan pak guru Iman
cuman butuh 17 detik buat paham sakitnya jdi guru di tengah fantastisnya anggaran MBG
- ditekan krn bersuara
- gaji seuprit dibanding petugas SPPG
- ada yg gajinya ga dibayar
Pak guru Iman, Kepala Advokasi Guru, tahan tangis di MK saat nyampein dampak buruk MBG pada guru & bandingkan gaji guru dgn petugas SPPG
"setelah ada MBG, terjadi PHK massal terhadap guru honorer & PPPK"
"di Langkat ada guru honorer di gaji 500rb/bulan, di Sumedang 50rb" 🥹
dari cerita para guru, program ini nambah beban karna mereka harus:
- terlibat langsung bagiin makanan
- menghitung jumlah paket
- ngumpulin ompreng
"waktu istirahat tidak ada, persiapan mengajar jadi berkurang"
“kami mau melapor ke polisi, polisi punya dapur sppg, kami mau melapor ke TNI, TNI punya dapur sppg, kami mau melapor ke DPR, DPR pun punya dapur sppg. jadi ini jalan terakhir kami untuk mengadu, kepada konstitusilah kami berharap”
—ucap seorang guru, pendidik anak bangsa. ironi.
🚨 BREAKING : Hubungan antara timnas Korea Selatan dengan media asal negara mereka tengah memanas setelah adanya insiden audio bocor di sesi latihan, dimana dua jurnalis Korea mengkritik Son Heung-min. Mereka mengejek cara lari Son dan mempertanyakan keringanan pembebasan wajib militer yang ia dapatkan.
Son mendapatkan pembebasan khusus setelah memenangkan medali emas di Asian Games 2018 di Indonesia. Ia hanya menjalani pelatihan dasar 3 minggu pada 2020 (seharusnya 18-21 bulan).
Respons skuad Korea Selatan langsung terlihat, menolak wawancara. Setelah kemenangan atas Ceko, Son Heung-min mengabaikan seluruh pertanyaan di mixed zone, dan federasi membatalkan wawancara individu yang sebelumnya sudah dijadwalkan.
Tim membatasi konferensi pers hanya pada yang wajib dari FIFA.
📝 ESPN | Infobae
Malam ini di UGM, tiga pejabat dievakuasi kabur dari forum "Pancasila Pemersatu Bangsa" : dikejar mahasiswa yang cuma nanya soal tanah Papua dan ekonomi amburadul.
Mari kita bicara siapa mereka:
a. Nusron Wahid, Menteri ATR/BPN : Agustus 2025 viral bilang
"tanah itu milik negara, emang mbahmu bisa bikin tanah?"
lalu minta maaf, ngaku
"cuma bercanda, tidak sepantasnya disampaikan pejabat publik."
Tadi malam ditanya mahasiswa soal ratusan ribu hektare lahan Papua yang dialihfungsikan dan warga digusur , jawabnya:
"Ikut saya ke Papua, lihat langsung."
Menteri agraria, tapi jawab pertanyaan tanah kayak ngajakin wisata
b. Budiman Sudjatmiko, Kepala BP Taskin , eks Ketua PRD, dipenjara Orba 13 tahun karena lawan rezim, bebas lewat amnesti Gus Dur karena dianggap pejuang demokrasi.
Tahun 2023 gabung Prabowo , teman satu selnya sendiri, Petrus Hariyanto eks Sekjen PRD, bilang di YLBHI:
"Ia mengkhianati kami dan korban-korban pelanggaran HAM."
Empat hari lalu di Semarang, waktu mahasiswa nanya soal konsistensinya, jawabannya:
"Anda bukan siapa-siapa, silakan pergi."
Malam ini di UGM katanya mau dialog , terus dievakuasi ke pintu samping.
c. Sudaryono, Wamentan : mantan asisten pribadi Prabowo, dilantik Jokowi di penghujung jabatan, analis politik sebut pengangkatannya sebagai manuver mengamankan Pilgub Jateng.
Hadir di forum berlabel Pancasila , kabur naik mobil patwal.
Spanduk mahasiswa UGM malam ini berbunyi:
"UGM Menolak Pengkhianat Reformasi."
Tiga orang datang bicara Pancasila.
Tiga orang tidak bisa menjawab pertanyaan rakyat.
Pancasila pemersatu bangsa , atau sekadar tameng pejabat yang sama-sama takut ditagih?
Ingatlah bahwa pria ini baru merasakan sepak bola profesional penuh di usia 25 tahun, sebuah usia ketika banyak bintang2 Eropa sudah meraih belasan trofi.
Ada rasa tidak percaya bahwa anak laki2 yg dulu dibesarkan oleh neneknya itu, kini, seminggu setelah merayakan ulang tahunnya yang ke-40, berhasil berdiri tegak menjaga gawangnya tak kebobolan di panggung termegah di dunia, melawan salah satu tim terhebat di dunia.
Matanya yg memerah berkaca2 seakan menceritakan ribuan malam sepi di klub2 pengembaraannya mulai dari Angola, Siprus, hingga Moldova.
Lalu semuanya bermuara pd malam yg sangat magis ini.
Gurat2 di wajahnya, tatapan matanya yg kosong namun sarat makna, menunjukkan kelelahan fisik ekstrem setelah bertempur habis2an. Ia seorang pria dewasa, namun ia tak menyembunyikan kerapuhannya.
Foto yg luar biasa..
hukum had dalam islam mah emang begitu. bahkan cara hukum matinya dirajam alias dilempar batu sama publik di depan umum.
fungsinya? buat bikin efek jera jadi mengecilkan kemungkinan munculnya pelaku kasus yg sama:
tapi nanti islam lagi yg jelek, dibilang melanggar HAM😹