sejujurnya nangis karena kasian ama diri sendiri itu rasanya beda.
It’s not angry crying, it’s exhausted crying. Lu nangisin versi lu yang udah berjuang keras tapi jarang dapet break or appreciation even from yourself.
when lu tau lu punya potensi yang gede banget. tapi udah ga punya ambisi lagi karena energi lu udah abis cuma buat bertahan di survival mode instead of growing
The saddest thing from Surah Maryam is:
"Kadang-kadang kamu akan diuji dengan ujian yang begitu berat, hingga kamu berharap seandainya kamu tidak pernah dilahirkan."
Namun, di balik ayat itu ada pelajaran yang begitu menenangkan: bahkan orang-orang yang paling dicintai Allah pun pernah berada di titik paling rapuh. Merasa lelah, merasa sendiri, bahkan berharap semua ini tidak pernah terjadi.
Itu bukan akhir dari cerita. Setelah kesulitan, Allah selalu menyiapkan jalan keluar dengan cara yang tidak pernah kita duga. Maka, jika hari ini hidup terasa begitu berat, bertahanlah. Sebab pertolongan Allah sering kali datang tepat ketika kita merasa tidak lagi memiliki kekuatan.
Aku mulai kasih diri sendiri hadiah al-fatihah setiap habis solat abis itu aku usap seluruh badan sambil bilang kalau surat ini aku hadiahin buat diri sendiri sebagai penyembuh luka luka yang kelihatan secara fisik dan luka jiwaku, berikut bekasnya biar aku engga lagi pemarah..
For some reason, this made me think of the quote “In Islam, it’s actually hard to go to Hell. So if you end up there, it’s literally a skill issue.” 🥹
Beneran Allah tuh baaiiikkkk bangeeettt :’)
life-time strugglenya perempuan kayaknya emang belajar how to manage her emotions ya.
terus menerus belajar mengelola rasa sedih, marah, kecewa, rasa gak layak, rasa sendiri, cemas, malu, frustrasi, dan ketidak nyamanan lainnya.
belajar gak ngasih ruang buat syaitan yang terus berusaha bikin kita putus asa. sampai lupa kalau kita adalah hamba Allah yang berharga, yang setiap detiknya masih diberi nikmat, diberi kesempatan, dan dipilih untuk berbuat baik.
may Allah be with you through all your ups and downs.
BREAKING: Malaysia will host the Bahrain Grand Prix at Sepang International Circuit from 2-4 October 2026
Positioned between the Azerbaijan and Singapore Grands Prix, this event, which is subject to final agreements and official sign-off, will become the Formula 1 Gulf Air Bahrain Grand Prix in Malaysia
#F1
one day aku bakal nikmatin jalan sore di edinburgh, makan croissant di paris, beli mochi di jepang, healing ke swiss, aku bakalan sikat abis seisi duniaaa.
When you lagi ngerasa cape banget sama hidup, marah banget sama dunia yang ngga adil, dan muak banget sama keadaan, tapi you ngga punya siapa-siapa buat berkeluh kesah is another level of pain