Ini menarik. Dalam Bahasa Indonesia biasanya perempuan itu obyek di depan pria sebagai subyek. Perempuan “DI-pinang”, “DI-rayu”, “DI-lecehkan” atau “DI-nikahi” pria. Bukan “ME-nikahi” pria.
Lebih jauh: “Tiduri Aku, Kau Kuhamilkan” https://t.co/uuTjsFE10I