✨Vector & Digital Lineart illustrator✨
Leveling up daily—aiming to create art like Concept Artist
Feel free to contact me for freelance
[email protected]
Good Night!! I hope I'm not too late to join #PortfolioDay. I'm Fakhri Aristo from Indonesia🇮🇩, someone who loves designing and illustrating vector illustration (also loves accepting job/freelance offering😉)
Let's be friends
https://t.co/6Ts7sEzxZc
@ilustrasee I will try to update my exercise here, as part of documentation and improvement. Thank you guys to let me "spam" in your page ;)
btw, here is my tiktok acc in case want to connect🙏🙏
https://t.co/s3dTy74Mmc
Hiii buat yg masih “belain” dan ngerasa “ya emg kenapa sih”.
ini wajar org2 marah banget, jgnkan jadi komisaris jd pegawai di perusahaan2 tersebut tahapannya panjang &susah.
Jabatan komisaris tuh gabisa “asal comot” aja, harus kompeten. Aku coba jelasin dari perspektif yg aku pelajari selama kuliah hukum yaa..
berdasarkan UUPT, dewan komisaris itu tugasnya mengawasi atas kebijakan direksi, jalannya pengurusan Perseroan maupun usaha Perseroan, dan memberi nasihat kepada Direksi.
Kalau komisarisnya diangkat berdasarkan “relawan pemerintah&pendukung pemerintah” tanpa punya kompetensi dalam jabatannya, mau gimana dia mengawasi direksi? mau gimana dia memberi nasihat kepada direksi? mau gimana dia mengawasi kebijakan direksi? dianya aja ga ngerti & ga kompeten.
Buat yang masih nyinyir, pendekatan pengeluaran (expenditure approach) itu bukan akal2an BPS biar angkanya bagus, tapi memang Standar Emas (Gold Standard) dalam pengukuran kemiskinan dan kesejahteraan di negara berkembang.
Kalau mau dibedah secara akademis dan standar internasional, ini alasan kenapa BPS pakai metode pengeluaran:
1. Rekomendasi Resmi Bank Dunia (World Bank)
Bank Dunia secara eksplisit menyatakan bahwa untuk negara berkembang, data konsumsi/pengeluaran jauh lebih akurat daripada data pendapatan. Mengutip dari dokumen metodologi World Bank (Deaton & Zaidi, 2002 dalam "Guidelines for Constructing Consumption Aggregates for Welfare Analysis"):
di negara dengan sektor informal dan agrikultur yang masif, pendapatan sangat sulit diukur karena fluktuasinya ekstrim. Bulan ini panen dapat puluhan juta, tiga bulan ke depan nol. Kalau pakai data pendapatan bulan itu, orang ini bisa tercatat sangat kaya atau sangat miskin secara keliru.
2. Teori "Permanent Income Hypothesis" (Milton Friedman)
Dalam ilmu ekonomi makro, pemenang Nobel Milton Friedman mencetuskan bahwa konsumsi seseorang itu mencerminkan permanent income (pendapatan jangka panjang yang diekspektasikan), bukan pendapatan sesaat. Orang yang hari ini nganggur tapi punya tabungan 1 Miliar akan tetap makan enak (pengeluaran tinggi). Pengeluaran memotret daya beli riil dan standar hidup yang sebenarnya.
3. Karakteristik Pekerja Indonesia (Didominasi Sektor Informal)
Lebih dari 59% pekerja di Indonesia (data BPS 2023/2024) adalah pekerja informal (freelancer, pedagang kaki lima, buruh harian, petani). Mereka tidak punya slip gaji bulanan yang pasti. Menanyakan "berapa gaji Anda bulan ini?" ke pedagang pasar akan menghasilkan data yang sangat bias. Sebaliknya, menanyakan "sehari habis berapa untuk makan, listrik, dan bensin?" jauh lebih mudah dijawab dengan jujur dan akurat.
4. Bias Pelaporan Pendapatan (Underreporting)
Sudah jadi rahasia umum di ranah riset statistik bahwa responden cenderung berbohong saat ditanya pendapatan. Orang kaya cenderung understate (menurunkan nominal) karena takut urusan pajak atau pamer, sedangkan orang miskin rentan juga menutupi atau melebih-lebihkan karena gengsi atau berharap bantuan sosial. Sebaliknya, saat ditanya pengeluaran beras, telur, rokok, listrik, responden jauh lebih sulit untuk berbohong secara sistematis.
Jadi, mbak surveyor di foto itu sudah menjalankan SOP statistik internasional dengan benar. Jawaban 'saya makan dari tabungan' membuktikan bahwa kemampuannya bertahan hidup (survival & welfare) saat ini ditopang oleh akumulasi kekayaannya, yang hanya bisa diukur lewat seberapa besar pengeluarannya hari ini, bukan dari nol pendapatannya bulan ini.
Literasi statistik publik kita memang masih perlu banyak diedukasi.
Saya baru disensus BPS, pantas saja banyak yg meragukan akurasi datanya. Iseng sy jawab : saya ga berpenghasilan, saya makan tabungan
Si mba survei ternyata tidak punya kolom isian untuk jawaban semacam itu, jadi dia tanya : sehari hari pengeluaran habis berapa? Ternyata itu diakui sebagai sumber pendapatan. Dia tidak peduli ternyata pengeluaran kita itu dari hutang atau jual-jual aset.
Ya pantas saja diatas kertas ekonomi kita terus naik kalau cara pencatatanya begitu
cc : ige_pranata
@DawnStussy I can say this series has huge potential, like the premiese and settings so far, hope the serialization will continue and more people realize it greatness👊👊👍👍👍
Kabar gembira! Hasil penghargaan manga pendatang baru tingkat dunia yang diselenggarakan oleh penerbit Jepang, KADOKAWA, telah diumumkan! 🥳
Selamat kepada satu kreator dari Indonesia yang berhasil terpilih mendapatkan Effort Award! 🇮🇩✨ Kami sangat berterima kasih atas antusiasme dan banyaknya karya luar biasa yang telah dikirimkan.
Kontes tahun ini telah berakhir di sini, namun kami berharap dapat mengadakannya kembali di masa mendatang. Jangan berkecil hati bagi yang belum beruntung!
🚀 Ingin debut di Jepang?
Melalui proyek "Online Portfolio Review", kalian tetap bisa mengirimkan karya kepada editor kami kapan saja! Kreator dengan karya yang dinilai tinggi akan mendapatkan:
Pendampingan dari editor khusus.
Dukungan penuh untuk persiapan debut profesional di Jepang.
Daftar sekarang melalui tautan di bawah ini! 👇
https://t.co/a4o8N48k3q
Bagus banget post IG ini dan kebetulan ini yang gue rasakan juga.
Hanya karena karyamu enggak dikurasi bukan berarti karyamu enggak bagus atau enggak penting.
Sejak gue berhenti memikirkan bahwa karya gue harus dilegitimasi institusi tertentu, gue makin hepi berkarya.
Here’s a thread of Japanese mangaka and novelists who started drawing late in life (30s-50s), who then wins an award and debuts within 2-3 years. Quite quickly!
Many attribute it to having life and professional experience, including sometimes spending years doing doujinshi.
As you can see, no one really “comes out of nowhere”. Obscurity isn’t “nowhere”, it’s training.
Sorry to jump on the bandwagon. 😂 (Well, not really)
Kagurabachi anime is being directed Tetsuya Takeuchi, a legendary veteran animator known for dynamic action & fluid fight scenes!!
We are in the safest hands bachibros!!
Jangan terjebak kompetisi di dunia akademik krn ilmuwan yg mumpuni adl ilmuwan yg dpt melihat & menghormati dirinya sbg manusia seutuhnya. Riset & publikasi bs dilakukan kapanpun. Namun momen2 kemanusiaan (hamil, melahirkan, etc) tdk dpt dilewatkan & hrs dialami sepenuhnya.
KAGURABACHI ANIME OFFICIAL GIVEAWAY
To celebrate the Kagurabachi anime adaptation announcement, we're giving away 10 teaser visual posters (not for sale)!
To enter, just:
1) Follow @kb_anime_en
2) Repost this post
The deadline to enter is May 10, 2026, at 11:59PM JST