Agama jika dibawakan dgn keras, hasilnya bukanlah ketaatan, tapi penolakan yang bertujuan agar "diperhatikan" dan secara tersirat bermakna "pliss sadarr"
Menurut Iqbal dalam Faiz (2020:8) manusia tidak seharusnya membiarkan diri terserap ke dalam Yang Ilahiah dan menjadi tiada. Sebaliknya, manusia harus menyerap Yang Ilahiah ke dalam dirinya, kemudian tampil dan berkarya