PSIM dulu punya storytelling yang sangat kuat. โWarisane simbahโ bukan sekadar slogan, tapi identitas. Klub semenjana yang hidup dari loyalitas suporternya, dirawat bersama di tengah keterbatasan, sementara tetangga terlihat lebih mapan.
Kalau dalam prosedur polisi, apa yg diharapkan terjadi ketika gas air mata ditembak ke tribun penuh penonton?
Massa bubar dengan tertib? Gak bakal!
Udah pasti penumpukan di pintu keluar karena suporter yg panik ga punya pilihan jalur lain dan ini sumber malapetaka.
Seorang Ibu, jelang subuh, menengok kasur anaknya masih kosong. Perasaannya tak enak. Namun ia berpikir, anaknya ketiduran di rumah temannya, tak mungkin kenapa-kenapa, toh hanya nonton bola semalam di stadion. Anaknya akan segera bangun & pulang. Lalu, Sang Ibu bergegas shalat.
Kultur sepak bola dan suporternya kurang lebihnya hampir sama di seluruh dunia. Bahkan di eropa sekalipun. Yang membedakan ya pemangku kebijakan, aparat, organisasi, dan manajemen liga-nya.
Pun mas,sik sareh.Situasi ngene ae jeh tantang tantangan.GK niku geh Wonosari,Nglipar,Semin,Panggang,Bedoyo dll.sanes Sleman.Pemenang terbaik adalah yg bisa menurunkan dan menahan ego.
Belum rejeki kita untuk naik kasta. Tegakkan kepala kalian Laskar Mataram. Perjuangan kalian sudah sangat luar biasa.
Terima kasih atas doa dan dukungannya di musim ini. Mari kita persiapkan musim depan dengan lebih baik lagi ๐๐
#LaskarMataram#AYDK
FULLTIME! ๐๐๐
Siap untuk laga di delapan besar! Terima kasih semua pendukung PSIM untuk doa dan dukungannya yang luar biasa di babak grup! ๐
Mari, kita tatap babak selanjutnya bersama ๐๐ฅ
#MataramDay#NyawijiDadiSiji#LaskarMataram#AYDK
Full time! 0-1 untuk kemenangan PSIM. Gol semata wayang dari Sugeng menjadi pembeda di laga ini ๐
Terima kasih untuk doa dan dukungannya yang luar biasa untuk Laskar Mataram ๐
SENYUM ORAAA? ๐
#MataramDay#NyawijiDadiSiji#LaskarMataram#AYDK