Tiyo Ardianto, Ketua BEM UGM mendapat teror setelah berkali-kali mengkritik program MBG. Dalam orasinya di aksi 13 Februari lalu, Tiyo mengungkap banyak sekali masalah yang timbul akibat proyek asal-asalan ini.
Bersama orator lain, Tiyo mengkritik MBG yang secara gamblang bekerja sebagai mesin 'ekonomi borjuis' di mana keuntungan hanya berputar pada kalangan pejabat, politisi, dan orang-orang kaya yang mendapat proyek. Program ini jauh dari pengentasan kemiskinan karena justru beredar pada kalangan menengah atas.
Sebagai mesin, ia akan terus dipaksa bekerja bahkan dalam situasi yang akal sehat sulit cerna. Bayangkan. Ketika libur sekolah atau Ramadan, MBG tetap dipaksakan ada. Padahal jika dana itu dialihkan, dana MBG bisa membantu memulihkan lokasi-lokasi bencana yang ada di Indonesia.
Saking geregetannya sama pemerintah, peserta aksi menyebut MBG sebagai Maling Berkedok Gizi.
Kemarin, Tiyo mengunggah bagaimana 'invisible hand' mencoba menghentikan suaranya melalui teror terhadap ibunya. Sebuah teror yang amat keji.
Kami bersama Tiyo dan suara-suara kritis lainnya.
Semakin ditekan, semakin melawan ✊
Keracunan MBG di Indonesia 2026 :
08/01/26 di Semarang (75)
09/01/26 di Grobogan (803)
10/01/26 di Mojokerto (411)
12/01/26 di Majene (61)
12/01/26 di Wonogiri (206)
13/01/26 di Pekalongan (15)
13/01/26 di Siak, Riau (21)
17/01/26 di Lombok Tengah (38)
20/01/26 di Tulungagung (123)
20/01/26 di Kulon Progo (104)
21/01/26 di Magelang (80)
22/01/26 di Tulungagung (15)
23/01/26 di Aceh Timur (19)
23/01/26 di Tulungagung
23/01/26 di Gunungkidul (57)
26/01/26 di Tomohon (180)
27/01/26 di Cianjur (300)
27/01/26 di Tuban (14)
28/01/26 di Sukabumi (19)
28/01/26 di Buol, Sulteng (141)
28/01/26 di Kudus (600)
29/01/26 di Manggarai Barat (132)
30/01/26 di Grobogan (8)
30/01/26 di Muaro Jambi (45)
Hari ini paling tidak 30 ambulan berdatangan ke SMAN 2 Kudus menjemput korban MBG
Pemerintah tutup mata dan bajer tetap glorifikasi MBG
Jumlah korban:
XE 1 18 anak
XE 2 9 anak
XE 3 15 anak
XE 4 23 anak
XE 5 : 8 anak
XE 6 15 anak
XE 7 : 35 anak
XE 8 20 anak
XE 9=11 anak
XE 10 : 33 anak
XE 11: 16 anak
XI F1 : 4 anak
XI F2 : 19 anak
XI F3 : 21 anak
XI F4
XI F5 20 anak
XI F6 22 anak
XI F7 : 29 siswa
XI F8 : 11 siswa
XI F9 : 19 siswa
XI F10: 6 anak
XI F11: 15 anak
XII F1 7 anak
XII F2
XII F3
XII F4: 23 anak
XII F5: 15 anak
XII F6
XII F7: 32 anak
XII F8: 12 anak
XII F9
XII F10
XII F11 : 30 anak
@panditfootball@erickthohir kalau sama-sama ga jamin lolos, ngapain diganti? kan ngabisin anggaran doang itu. dah bagus supporter mau ngirit dan nyumbang nntn terus di stadion ini
Akar penyakit NKRI memang pengusaha kaya raya serakah. Jalurnya via partai, tukang gebuknya pake aparat, anjingnya pake ormas, laler dan kecoanya pake buzzer.
Utang KCIC tidak langsung ditanggung oleh APBN, melainkan lewat Danantara. Modal Danantara berasal dari investasi pemerintah yang sumbernya sebagian besar adalah APBN.
Ini hanya perbedaan metode akuntansi. Jika didanai langsung lewat APBN, utang tercatat sebagai beban fiskal sehingga meningkatkan rasio utang. Lewat Danantara, utang tercatat sebagai transaksi korporasi sehingga indikator fiskal terlihat lebih baik.
Substansinya sama: Utang dibayar menggunakan uang publik.