@CommuterLine min KA5147C itu sebenernya jam berapa sih berangkat dari manggarainya? Di jadwal 17.23 tapi pas saya cek posisi jam 17.24 udah ada di sudirman (berangkat dari manggarai 17.15)
@CommuterLine sampe kapan pembatasan kecepatan di green line? Kayanya udah 1 bulan lebih ini kereta pagi telat mulu, tolong jawab aja pertanyaan sampe kapan, jangan jawab DAOP Jakarta bla bla bla
@CommuterLine min mau nanya deh, sampe kapan pembatasan kecepatan di green line? Kayanya udah 1 bulan ini kereta pagi telat mulu, tolong jawab aja pertanyaan sampe kapan, jangan jawab DAOP Jakarta bla bla bla
Konser / traveling itu kebutuhan tersier.
Penuhi dulu kebutuhan primer dan sekunder, kalo ada sisanya baru buat tersier.
Jangan kebalik mikirnya senang2 jadi yang utama. Kalo mikirnya kebalik ya pas udah tua nyesel juga
@CommuterLine min, kalo misalnya di greenline 1641A telat, kenapa ga jalanin 1643A dulu sih min? Kan kalo telat udah pasti jd penumpukan, kalo maksain 1641A itu penuhnya minta ampun
rekomendasi beans filter yang sudah saya kurasi buat yang mau jajan kopi:
https://t.co/DxTZf08O8Q
https://t.co/LpfHLgOGxa
https://t.co/Zd6bI8pS1z
https://t.co/u9ZmlUQAMq
https://t.co/SASkBAQn8B
https://t.co/SkOVKlB3pX
Ada yang nanya “kenapa sih harus kejer dunia?”
Ya bosku biar bisa punya duit trus solat fardhu di Mataf Ka’bah yang sekali solat pahalanya setara solat selama 55 tahun.
@CommuterLine min yakin nih cisauk - tanah abang 6.15 terus ada lagi jam 6.38? Ga ngeliat kemarin aja jadwalnya 6.16, 6.26, 6.36 gap 10 menit ramenya kaya apa, ini gap 23 menit? Mau sepenuh apa itu keretanya?
Entah apa yang ada di dalam kepalanya saat ini, tetapi satu yang pasti, kita semua bisa melihat sejak kekalahan Ballon d'Or 2024 dia seakan tidak lagi bermain dengan tujuan membantu tim. Di laga-laga besar yang menentukan, motivasi bermainnya di lapangan sulit dipahami. Bukan lagi pemain yang kita kenal sebelum Oktober 2024 itu.
Terakhir saya betul-betul menikmati kontribusinya untuk tim ketika melawan Dortmund di Bernabéu musim 24/25, tepat satu laga sebelum hari pengumuman itu tiba.
Usia prima, dengan pengalaman dan prestasi klub sudah ada (meski belum cukup), pengguna nomor legendaris klub, tetapi bermain seperti seperempat (bahkan tidak ada setengah) hati dan kemampuannya.
Vini Jr. sepanjang tahun 2025 ini bermain dengan kapasitas 20% kemampuannya kalau bisa saya simpulkan secara sederhana. Mengecewakan. Mengingat kita, khususnya penggemar Madrid yang menyaksikan tim tanding dari minggu ke minggu, tahu bahwa dia bisa lebih jauh dari ini.
Di saat tim butuh sosok pembeda di tengah badai cedera beberapa pemain kunci pun, ia tak muncul ke permukaan. Dia bukan lagi pemain sayap yang mencoba sampai menit akhir 'tuk menciptakan peluang gol berbahaya dan membantu rekan setimnya.
Vini yang mengacak-acak sisi kanan Bayern München di Bernabéu sampai tercipta gol Joselu yang membawa Madrid ke final seakan lenyap ditelan waktu.
Masalah cedera? Tidak. Dia fit hampir setahun ini. Masalah kebugaran? Burn out? Menit mainnya bahkan tak sebanyak Valverde, Rüdiger, Rodrygo, Bellingham, dan Carvajal di era Ancelotti juara Liga, Super Spanyol, dan Liga Champions 2024.
Kalau ada kata yang lebih dalam maknanya selain ‘mengecewakan’ untuk mendeskripsikan performanya sepanjang tahun ini, mungkin saya akan gunakan itu.