Penutup dari pak @zanatul_91
"Ketika MBG Dibela ,Keracunan Dianggap Biasa, mempertontokan keserakahan dan membiarkan negeri ini dalam Mala Petaka"
"Saya Bersaksi siapapun yang merampok anggaran Pendidikan Di Dunia hidupnya dipenjara dan di Akhirat dia Masuk Neraka" -
Dan kami sbg rakyat jg ikut menjadi saksi, bagaimana pemerintah menyakiti dan mencederai pendidikan di negeri tercinta ini 😭
Mari kita terus suarakan Perjuangan ini!!!
Pernyataan Sikap Seluruh Lembaga Mahasiswa Universitas Udayana
Indonesia hari ini berada dalam krisis yang diciptakan oleh kekuasaan yang berpaling dari rakyat. Demokrasi dipersempit, hukum kehilangan wibawa, kewenangan aparat diperluas, anggaran rakyat digunakan untuk kepentingan rezim dan oligarki, sementara beban ekonomi ditanggung oleh rakyat.
#Demo
Dalam sidang uji materi UU APBN 2026 di Mahkamah Konstitusi, guru sekaligus saksi pemohon Iman Zanatul Haeri mengungkap berbagai dampak yang dirasakan guru PPPK dan honorer setelah program Makan Bergizi Gratis (MBG) masuk anggaran pendidikan.
Mulai dari keterlambatan gaji dan tunjangan, bertambahnya beban kerja, berkurangnya fasilitas pendidikan, hingga menyempitnya peluang pengangkatan PPPK. Ia menegaskan gugatan ke MK menjadi “benteng terakhir keadilan” bagi para guru.
giliran mintain pajak tolak ukurnya negara eropa dan amerika, tapi giliran di tagih “kesejahteraan rakyat” tolak ukurnya negara miskin. pun masih disuruh bersyukur dan dituduh gamau kaya raya.
hypocrisy at its finest..
Pengamat modelan ini yg mau membenturkan logika rakyat dengan rakyat lainnya ,dia pikir pendapat yg dia sampaikan hrs di dengar dan masuk akal ,susah kalo sdh pro pemerintah
saya ingat, Prof. Eddy OS. Hiariej di kelas Hukum Pidana, menjelaskan soal penafsiran hukum. Beliau menjelaskan Arrest Hoge Raad, 23 Mei 1921, tentang:
orang yang mengakali meteran listrik supaya tetap dapat aliran tanpa bayar. Masalahnya, apakah "listrik" itu dapat dikategorisasi “barang” dalam delik pencurian?
Prof. Eddy menjelaskan, melalui penafsiran ekstensif, bahwa listrik dianggap "barang", bukan karena dapat disentuh, tapi karena memiliki nilai ekonomis.
lalu, persis seperti dalam video ini, Prof. Eddy mengatakan:
"ada tulisannya Satjipto Rahardjo di Kompas, tahun 2003, judul tulisan tersebut adalah Determinasi Suatu Hukum. Ada satu kalimat dari Satjipto yang sangat bagus waktu itu beliau katakan bahwa, kita hidup dalam hukum modern.
sayangnya, hukum modern itu tidak bisa menjamin yang menang adalah yang benar, dan yang kalah adalah yang salah. Law is the art of interpretation. Tergantung argumentasi yang kita bangun."
***
saya jadi sadar, narasi-narasi pemerintah untuk "re-framing" segala kebijakan, aksi, maupun kritik rakyat, adalah praktik interpretasi yang diajarin oleh beliau?
soalnya keliatan, udah menang tapi ngga bener 🫠🙏
Inilah kenapa makanan gratis lebih penting daripada pendidikan gratis, karena mengendalikan orang kenyang lebih mudah daripada mengendalikan orang cerdas
buat yg dukung MBG tetap jalan, nih dengerin suara hati guru-guru yg diwakilkan pak guru Iman
cuman butuh 17 detik buat paham sakitnya jdi guru di tengah fantastisnya anggaran MBG
- ditekan krn bersuara
- gaji seuprit dibanding petugas SPPG
- ada yg gajinya ga dibayar
🚨 Bentuk Protes Marcelo Bielsa! 🇺🇾
Bielsa berpose menunduk muram di sesi foto resmi FIFA 😣🔥
pelatih Uruguay yang terkenal vokal ini sudah berkali-kali kritik keras Piala Dunia di Amerika Serikat karena terlalu komersial dan berbau politik.
tetap setia pada prinsipnya!
Tak tergoyahkan! 🧠💪