Update terbaru dari kasus pembulyan
2 anak sudah ditangkap dipolres
Tinggal 1 lagi yang belum terungkap
2 anak yang badan besar yang satu pake kacamata dan yang satunya gak pake kacamata ditanya tidak tau dan pihak sekolah gak tau
Seolah² anak yang satunya lagi dilindungi oleh orang besar
Semoga segera tertangkap pelaku yang satunya lagii 🙏🙏
Kita doakan yang terbaik buat almarhum
Dan kita doakan supaya tertangkap yang satunya lagi
Aaminkan 🙏🙏😇😇
Korea Selatan 🇰🇷 0 - 3 🇮🇩 Indonesia
32 - 34, 16 - 25, 23 - 25
INDONESIA CHAMPIONS!!!
INDONESIA MENJADI JUARA AVC CUP UNTUK PERTAMA KALINYA DALAM SEJARAH!
TERIMA KASIH GARUDA!!!
#AVCCup2026
Kapolres Sleman dicecar sama anggota dewan yg mantan polisi sampai gelagapan soal penetapan Hogi sebagai tersangka. Curas, tersangka meninggal dunia, seharusnya SP3 jangan malah keluarga tersangka dikasih angin, ujungnya pede dan bisa jadi malah meras.
Disuruh juga liat di medsos, warganet juga ramai menghujat, artinya anda salah, jangan memperburuk citra polri. Ujar pak Anggota dewan ex. Polisi
Saya yg bodoh tidak berpendidikan jadi dong dan mengerti setelah dapat share dr kawan : hitungan Alumni ITB jur matematik menganalisa kenapa terjadi banjir di Sumatra..👇
Gimana Gus? Narasi perubahan iklim benar terbukti kan di Aceh, Sumut dan Sumbar? Kerugian sosial, psikologis dan ekonominya besar.
Apakah sekarang NU mau komitmen untuk tobat ekologis atau masih mau nyalah-nyalahi Wahabi Lingkungan?
SIARAN PERS
Suhu Panas Landa Sejumlah Wilayah Indonesia, BMKG Ungkap Penyebab dan Potensinya ke Depan
Jakarta, 15 Oktober 2025 – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan bahwa cuaca panas dengan suhu maksimum mencapai 37,6°C yang melanda berbagai wilayah Indonesia dalam beberapa hari terakhir disebabkan oleh kombinasi gerak semu matahari dan pengaruh Monsun Australia. Kondisi ini diprakirakan masih akan berlanjut hingga akhir Oktober atau awal November 2025.
Deputi Bidang Meteorologi BMKG Guswanto menjelaskan bahwa penyebab utama suhu panas ini adalah posisi gerak semu matahari yang pada bulan Oktober berada di selatan ekuator. Faktor lainnya adalah penguatan angin timuran atau Monsun Australia yang membawa massa udara kering dan hangat sehingga pembentukan awan minim serta radiasi matahari dapat mencapai permukaan bumi secara maksimal.
“Posisi ini membuat wilayah Indonesia bagian tengah dan selatan, seperti Jawa, Nusa Tenggara, Kalimantan, dan Papua, menerima penyinaran matahari yang lebih intens sehingga cuaca terasa lebih panas di banyak wilayah Indonesia” kata Guswanto di Jakarta, Rabu (15/10).
Direktur Meteorologi Publik BMKG Andri Ramdhani mengungkapkan, data BMKG mencatat pengamatan suhu maksimum mencapai di atas 35°C menyebar luas di seluruh wilayah Indonesia. Wilayah yang paling berdampak suhu tinggi meliputi sebagian besar Nusa Tenggara, Jawa bagian barat hingga timur, Kalimantan bagian barat dan tengah, Sulawesi bagian selatan dan tenggara, serta beberapa wilayah Papua.
Pada 12 Oktober 2025, suhu tertinggi tercatat sebesar 36,8°C di Kapuas Hulu (Kalimantan Barat), Kupang (NTT), dan Majalengka (Jawa Barat). Kemudian, suhu sedikit menurun menjadi 36,6°C di Sabu Barat (NTT) pada 13 Oktober 2025.
Lebih lanjut, suhu kembali meningkat pada 14 Oktober 2025, berkisar antara 34–37°C. Beberapa wilayah seperti Kalimantan, Papua, Jawa, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Nusa Tenggara Timur (NTT) menunjukkan suhu maksimum 35–37°C. Wilayah Majalengka (Jawa Barat) dan Boven Digoel (Papua) juga menunjukkan peningkatan suhu hingga 37,6°C.
"Konsistensi tingginya suhu maksimum di banyak wilayah menunjukkan kondisi cuaca panas yang persisten, didukung oleh dominasi massa udara kering dan minimnya tutupan awan,” jelas Andri.
Di samping cuaca panas yang persisten dan dominan, BMKG memprakirakan potensi hujan lokal akibat aktivitas konvektif masih dapat terjadi pada sore hingga malam hari, terutama di sebagian wilayah Sumatera, Kalimantan, Jawa, dan Papua. Mengingat dinamika yang terjadi, BMKG mengimbau masyarakat untuk menjaga kesehatan dengan mencukupi kebutuhan cairan dan menghindari paparan sinar matahari langsung dalam waktu lama, khususnya pada siang hari.
"Tetap waspada terhadap potensi perubahan cuaca mendadak seperti hujan disertai petir dan angin kencang pada sore atau malam hari," tambah Guswanto.
BMKG mengingatkan agar masyarakat memantau secara berkala informasi cuaca terkini dan peringatan dini melalui situs resmi https://t.co/JWRniK9ARu, akun media sosial BMKG, atau aplikasi Info BMKG guna mengantisipasi dampak cuaca terhadap aktivitas sehari-hari.
Biro Hukum, Hubungan Masyarakat, dan Kerja Sama
Instagram : @infoBMKG
X : @infoBMKG@InfoHumasBMKG
Facebook : InfoBMKG
Youtube : infoBMKG
Tiktok : infoBMKG