Setahu saya baru satu kali presiden @prabowo mengucapkan kalimat terimakasih kepada seluruh rakyat Indonesia yakni pada saat pidato kemenangan beliau ketika dilantik jadi presiden.
Setelah itu beliau hanya berterima kasih kepada orang-orang dikabinetnya serta polisi dan TNI.
Rakyat malah disuruh pindah negara.
harga hp 5 juta
harga laptop 12 juta
harga motor 25 juta
harga mobil 250 juta
harga rumah 600 juta
umroh 30 juta
haji 87 juta
nikah 50 juta
gaji: umr 3-5 juta😭😭😭😭😭😭😭😭
ada influencer party 700 juta, di hari yang sama ada berita gojek meninggal habis ngambil trip 8 ribu rupiah.
terus sekarang disuguhi deretan supercar melenggang di jalanan kota dengan umr 2 juta rupiah doang.
yungalah ki negoro opo jane. 😵💫
🚨 Sementara itu salah satu WHAT IF besar pemain muda Indonesia, yakni 🇮🇩Saddam Gaffar (24/FW) resmi membuka lembar baru karir profesional sepakbolanya dengan gabung klub kasta kedua liga, PERSIS untuk musim 2026/27.
Eks penggawa tim Indonesia kelompok usia tersebut terakhir bermain untuk BEKASI CITY di kasta kedua liga musim 2024/25.
All the best Saddam! 🙏🙏🙏🙏🙏
📸 Ofisial
Anggaran untuk proyek-proyek besar:
KDKMP: Ada ✅
MBG: Ada ✅
'Perbaikan' buku mapel sekolah: Ada ✅
Kenaikan gaji guru, dosen, tenaga kesehatan: TIDAK ADA! ❌
What a beyond shameful country. HBD YANG KE 81 YA ENDONESAA, BARAKALLAH FII UMRIK🙏🏻🙏🏻
Luhut Binsar Panjaitan harus tanggung jawab ke semua penumpang KCI, soalnya gara2 dia maksa KAI beli kereta INKA yang jelek ini.
Ini jatuhnya wanprestasi kebijakan yang merugikan kelas pekerja urban jabodetabek.
🚨 2020–2023 bisa dibilang era emas pemain lokal Indonesia untuk abroad.
Dalam periode ini, cukup banyak pemain Indonesia berani keluar dari zona nyaman dan mencoba peruntungan di luar negeri:
🇰🇷 Asnawi → Korea Selatan
🇯🇵 Arhan → Jepang
🇵🇱🇸🇰 Egy & Witan → Polandia & Slovakia
🇦🇺 Syahrian Abimanyu → Australia
🇧🇪 Marselino → Belgia
🇳🇱 Bagus Kahfi → Belanda
🇲🇾 Saddil → Malaysia
Menariknya, mereka adalah produk pemain lokal, sebelum gelombang besar naturalisasi pemain keturunan seperti sekarang.
Bukan berarti kehadiran pemain naturalisasi menjadi penyebab pemain lokal enggan abroad. Tapi faktanya, setelah era tersebut, semakin jarang pemain lokal Indonesia yang berani mengambil langkah ke luar negeri.
Padahal, bermain di luar negeri penting untuk meningkatkan kualitas individu sekaligus membuka jalan bagi pemain Indonesia lainnya.
Pertanyaannya: kapan kita akan kembali melihat pemain lokal Indonesia berbondong-bondong abroad seperti periode 2020–2023?
Erol Iba melalui akun instagramnya:
"Pak Sekjen. Sudah 2 bulan sejak kata katamu. Jangan hanya pencitraan saja. Sudah tanya 54 orang ka. Sudah dibayarkan belum. Omong kosong bicara saja 😁😁😁"
Per hari ini (12/8) nama PSBS Biak masih tercantum dalam daftar Registration Bans FIFA.
Kapan diselesaikan Pak?