@mhuseinali Real kak. Baru aja semalem ke puskemas. Jam poli umum buka tepat waktu jam 7 malam, antri panjang tapi sistemnya cepet. Staff nya ramah & ga sampe 30 menit udah selesai.
You know how brilliant their idea to choose Bundaran HI sebagai tempat "aksi" mereka adalah? It’s because they know Bundaran HI adalah pusat titik keramaian Jakarta.
Choosing Bundaran HI means maximum exposure. Akses ke semua lapisan masyarakat itu potensial banget buat attract publik. From the corporate slaves stepping out of their Sudirman offices, people commuting, to the general public—everyone is literally there. It is the ultimate hub to get eyes on your movement.
Plus di Bundaran HI, segala jenis transportasi umum ada. It’s the literal heart of Jakarta's transit. So obviously, the traffic will be disrupted. But honestly? In modern activism, that disruption is a feature, not a bug. When the traffic gets a bit chaotic, people are forced to look. It creates that instant "Wait, what’s happening over there?" effect.
As someone who used to organize actions and protests too, let’s be real for a second: pemilihan Bundaran HI ini bukan lagi buat "protes" langsung ke pihak yang diprotes.
Why? Karena ya udah pasti gak bakal didengar. Pointing fingers directly at the institutions just ends up making you tired, drained, and honestly, males banget. It’s a dead end.
Makanya mereka pilih Bundaran HI. It’s no longer about yelling at a brick wall; it’s about controling the narrative and winning the public's attention. If the authorities won't listen, you make the entire city talk about it instead. And there’s no better stage for that than Bundaran HI.
aku blm menikah, orangtuaku tinggal dgnku di rumah impianku hasil kerja kerasku. hidup kami alhamdulillah nyaman dan bahagia, dan aku sudah mengambil peran sebagai tulang punggung keluarga sejak kuliah, ketika bpkku pensiun lantas sakit.
banyak sekali perempuan2 kuat di luar sana yg justru menghidupi diri mereka sendiri, berprestasi, dan bahagia meski blm menikah.
perluas pergaulan, adam, kasihan kamu kalau pikirannya sempit begini.