@LambeSahamjja yaudah bapak jangan jadi menteri perdagangan, usaha aja, tanpa di bantu pemerintah, cari segalanya sendiri, nanti udah besar usaha, baru pemerintah ambil pajak dari bapak.
@Oxbims mungkin yang korupsi adalah temannya, atau yang mendukung dia jadi presiden, bagi dia presiden cuman status aja, kasian kalo gagal, takut bener bener gimana gitu ya
@__PASMANTAP "pak liat itu yang klakson ke bapak mereka seneng bapak mau pidato, bapak di sayang mereka 🥹🥹🥹".
begitulah caranya dapet kerjaan tetap minimal.
@aik_arif rakyat miskin di miskinan sengaja biar tetep masih ada target buat bansos pas kampanye, rakyat kelas menengah tetep di ambil pajaknya, nah yang seneng mah yang kelas atas, apalagi Deket kekuasaan.
Indonesian salaries are so low -- even Starbucks Baristas in Singapore make more than Software Engineers in Jakarta.
That's why our top people prefer to leave.
The issue is Indo companies can't afford higher salaries, because of low profit margins.
The only solution to stop our brain drain is to make it easier for top Indos to start their own companies
Ease regulation, remove bureaucracy, and champion local founders.