Contoh tuh maka*sar padahal lagi ga kebagian BBM. Apakah mereka protes ke pusat? Engga. Mereka WFH dan memilih pembelajaran jarak jauh. Mereka memilih adaptasi, bukan protes. Be like Makas*ar. Pempus suka.
Main2 pulpen saat rapat dengan kepala negara jelas akan ditafsirkan sbg kebosanan, ketidakpedulian, sikap menyepelekan, nggak respek.
Si karbitan ini apa nggak ngeh kalau dlm dunia diplomasi, setiap gerak-gerik delegasi dipantau dan dianggap membawa pesan dan makna.
Apalagi ini sama Putin..
Gausa jauh2 bahas soal Habibie yang pinter,
Lha kemarin dapet calon presiden lulusan Ekonomi & Kebijakan Publik, sama lulusan Hukum & Politik, pada gamau 😭
Let alone ada cawapres yang lulusan doktor Hukum Tata Negara, pernah ngerasain semua posisi Trias Politika. Langka banget loh itu.
Belom 2 tahun yang lalu pula loh WKWKWK
Spanish PM Pedro Sanchez responds to Trump :
"23 years ago, U.S govt dragged us into a war with Iraq, A war said to fight to eliminate Saddam Hussein's nuclear weapons and bring democracy
But NO nuclear weapon was found in Iraq"
You can't fool us twice !! BRUTAL !!
Doa terbaik untuk ibunya 🤲 tapi perhatikan beritanya: dia sewa alat berat dg biaya sendiri!!
Doa terburuk untuk pengurus negara yg gagal, tidak amanah, dan menjadi penyebab bencana ekologis ini.
"Mama saya meninggal dalam keadaan salat. Mayatnya ditemukan masih menggunakan mukena," kata Erik Andesra.
Dia menyewa alat berat dengan biaya sendiri untuk mencari jasad ibunya. https://t.co/5SRQdl6PTd
The previously unnamed Tropical Storm in the shallow Malacca Strait has since been given the name Senyar. The system made landfall over the city of Langsa in Aceh, Indonesia at a 50 mph (80 kph), 996 mbar peak intensity.
But Senyar isn’t done. The storm has now RE-EMERGED into the Malacca Strait and is forecast to soon make a second landfall, this one in Malaysia.
While Senyar won’t be very strong (potentially only ~40 mph), a Malaysian landfall by a bonafide tropical cyclone is historically rare, as few storms on record have formed this close to the equator (due to the weakness of the Coriolis Effect here).
🤯🤯BREAKING: temuan wartawan dibalik dalang penjarahan. 🤯🤯
Kesaksian oleh "paid actor" yg ketinggalan rombongan bernama Ahu:
-4 mobil konvoy berangkat bareng dari cimahi, terus lanjut jemput orang di bandung, bandung barat, sukabumi, cianjur sampai bogor rombongan 600 motor.
-Mampir ke tanggerang dulu, kamis nyampe senayan lemparin molotov.
-Sebelum berangkat, diperintshkan membuat dulu bom molotov. “Ada 160 botol dibuat,” isinya minyak tanah.
-Botol itu kemudian diangkut ke kendaraan minibus putih. “Macam Alphard tapi bukan, saya lupa namanya,” kayaknya hiace ya?
-Di DPR ketemu rombongan lain yang direkrut dengan cara yang sama dari daerah jawa & bekasi.
-Sebagian kelompok beraksi di DPR, rekan-rekan Ahu yang lain membakari halte-halte Transjakarta.
“Itu pakai molotov yang dibuat di kampung,”
-Sebagian dari anggota rombongan, kata dia, ditugaskan mengunggah siaran live di TikTok.
-Dapet brief penjarahan ke 4 rumah, Pimpinan rombongan memberi tahu ada empat rumah yang bakal dijarah dan lokasinya mulai dari priuk. tapi ga berangkat karena kepencar dari rombongan.
-Saat diperlihatkan video penjarahan sama wartawan Ahu mendaku mengenali sebagian penjarah. “Itu yang baju biru juga rombongan saya, Bang”
https://t.co/tKRvWuNz0M
#Indonesia: We are following closely the spate of violence in the context of nationwide protests over parliamentary allowances, austerity measures, and alleged use of unnecessary or disproportionate force by security forces. We stress the importance of dialogue to address the public’s concerns.
The authorities must uphold the rights to peaceful assembly and freedom of expression while maintaining order, in line with international norms and standards, in relation to the policing of public assemblies. All security forces, including the military when deployed in a law enforcement capacity, must comply with the basic principles on the use of force and firearms by law enforcement officials.
We call for prompt, thorough, and transparent investigations into all alleged violations of international human rights law, including with respect to use of force.
It is also important that the media is permitted to report on events freely and independently.
➡️ https://t.co/kQoQOPwSRu
Hebat banget loh kabinet sekarang, sendernya bikin thread panjang-panjang nyindir menteri , tapi gaada satu pun netizen yang bisa nebak menteri dimaksud.
Either karena menteri-menterinya pintar-pintar semua atau karena menteri-menterinya [redacted]
Kebijakan dan langkah-langkah yang dijalankan oleh pemerintah menghadapi 32% tarif yang dikenakan oleh Presiden AS Donald Trump, saya nilai baik dan tepat. Lebih memilih negosiasi daripada retaliasi.
Strategi Presiden Prabowo, saya sebut “dual track strategy”, yaitu melakukan komunikasi dengan para pemimpin ASEAN dan secara simultan mengirimkan tim negosiasi yang kuat ke Washington DC juga tepat. Ingat, bukan hanya ASEAN telah menjadi “economic community”, tetapi di tengah tantangan berat untuk menembus pasar di banyak negara, ekonomi ASEAN merupakan sandaran dan pasar bersama di sub kawasan ini.
Tindakan otoritas moneter dalam keterpaduannya dengan otoritas fiskal untuk menjaga dan mengamankan nilai tukar rupiah serta saham-saham Indonesia, menurut saya memang diperlukan. Sebab kalau diserahkan kepada mekanisme pasar semata, di tengah gonjang ganjing pasar saham dan mata uang, bisa jadi nilai saham dan rupiah kita diganjar secara berlebihan, sehingga menembus batas toleransi psikologis. Kita punya banyak pengalaman tentang hal ini di masa lalu.
Pandangan dan saran saya, pemerintah terus melakukan upaya gigih untuk menjaga ekonomi Indonesia, di tengah makin tinggi dan makin meluasnya intensitas perang tarif di dunia. Perang dagang yang baru saja dimulai di tingkat global, bisa berlangsung lama. Karenanya, pertama, kita harus mampu mencegah terjadinya krisis ekonomi di Indonesia (sekecil apa pun). Dan, kedua, kita harus membuat ekonomi kita makin berketahanan (resilient) di masa depan.
Saya mendukung upaya pemerintah untuk terus memperkuat fundamental ekonomi serta meningkatkan daya saing barang dan jasa yang dihasilkan di negeri ini. Juga upaya untuk menciptakan lebih banyak lapangan pekerjaan agar masyarakat kita memiliki penghasilan dan daya beli yang makin tinggi. Juga upaya untuk menjaga keamanan fiskal kita agar tetap sehat, termasuk pengendalian utang negara.
Kita harus bergerak cepat, namun harus bisa berlari jauh. Insya Allah tantangan berat yang kita hadapi ini, akan menjadi peluang baik bagi masa depan ekonomi kita.
*SBY*