Ozil datang sebagai bintang yang membuat Arsenal bermimpi lagi.
Trossard datang sebagai Plan B yang membantu mimpi itu selesai.
Ozil membuat Arsenal terasa indah di masa ketika trofi besar masih terasa jauh. Satu sentuhan, satu umpan, satu cara melihat ruang yang membuat kita percaya bahwa klub ini masih punya tempat untuk keajaiban.
Bertahun-tahun kemudian, Trossard datang tanpa sorotan sebesar itu. Tidak ada berita besar, tidak ada aura superstar, bahkan awalnya hanya dianggap sebagai alternatif setelah Arsenal gagal mendapatkan target utama. Tapi berkali-kali, saat Arsenal butuh satu gol, satu sentuhan, atau satu momen tenang, dia ada.
Yang satu menyalakan mimpi. Yang satu membantu mimpi itu sampai ke akhir.
Trossard mungkin tidak pernah menjadi wajah utama cerita ini. Tapi dia pergi sebagai bagian dari cerita yang akhirnya selesai. ❤️
2008 saya masih ingat waktu itu. Usia 11 tahun. Menatap layar, melihat klub ini bermain. Dan saya bilang pada diri sendiri, saya suka klub ini.
Club ini adalah rumah. Rumah bagi mereka yg terus dipandang sebelah mata, dipandang tak punya daya saing, dipandang tak punya mental juara.. 22 tahun, club ini kenyang dicemooh dan diasingkan. Tapi itulah hidup, manusia memang suka menertawakan kegagalan.
Saat seperti itu godaan datang, menawarkan kesuksesan instan dari club2 yang kaya. Tapi, saya dan mungkin fans arsenal lain tahu bahwa mencintai sebuah club dengan rentetan kegagalannya justru membawa kami pada satu nilai penting, yaitu kesetiaan.
Maka dari itu, biarkan kami merayakan. Merayakan kesetiaan kami yg dulunya kalian anggap sebagai kesia-sian.. VCC🔥🔥🔥
Selamat, @Arsenal 🏆
Arsenal resmi mengunci gelar juara Premier League musim ini, setelah berpuasa selama 22 tahun.
Boaz punya pengalaman berharga, saat menjadi kapten Timnas Indonesia kala berhadapan dengan Arsenal & pelatih Arsenal saat ini, Mikel Arteta pada 2013 silam 🔥
Untuk semua yang pernah merasakan pahitnya kalah 8-2.
Untuk semua yang menyaksikan Arsenal dibantai 6 gol di Stamford
Bridge pada pertandingan ke-1.000 Arsène Wenger.
Untuk semua yang harus menelan kekecewaan di Baku.
Untuk semua yang harus pergi ke sekolah setelah kebobolan 10 gol dari Bayern.
Hari ini adalah untuk kalian. Nikmati sepenuhnya. Kita pantas mendapatkannya.
Seperti film SORE, tentang seseorang yang terus kembali, terus memilih orang yang sama, meski tahu akan ada luka di tengah perjalanan.
Begitulah fans Arsenal! Mereka paham banget rasanya patah hati. Tahu banget rasanya nyaris juara lalu jatuh. Tahu rasanya jadi bahan jokes!
Tapi kalau hidup di-reset lagi seratus kali, mereka kayanya bakal tetep memilih Arsenal!
Setia melantangkan “North London Forever”. Tetap mencintai klub ini dengan cara yang sama.
22 tahun bukanlah waktu yang sebentar..
Nikmatilah!