Seorang kreator asal Malaysia ‘Isya Hisyam’ menjadi perbincangan setelah meng-cover lagu “Rollerblade” milik No Na dan mengganti bagian lirik “Island girl from Indonesia” menjadi “Malaysia”
Sebagian menyebutnya kreativitas. Sebagian lain mempertanyakan, kalau identitas yang menjadi inti lagu ikut diganti, apa yang sebenarnya masih tersisa dari pesan karya aslinya?
Menggunakan jargon "Patriot" dan "Merah Putih" untuk instrumen yang berpotensi menjadi safe haven bagi dana-dana pengemplang pajak atau pelaku kejahatan keuangan adalah puncak ironi terbaik yang ditulis oleh negara sendiri.
Menjadi nasionalis tidak lagi diukur dari kepatuhan membayar pajak demi pembangunan, melainkan dari seberapa besar nominal yang Anda setorkan untuk membeli proteksi dari hukum negara.
Patriot Bond dan Merah Putih Bond ini bentuk Premanomics sesungguhnya.
Tata kelola absurd dan semua dibikin tabrak2 masuk.
Beberapa pertanyaan yang harus diajukan sambil nunggu PP turunan terbit
1) Kenapa beli surat utang khusus termasuk Patriot Bond dan Merah Putih Bond bisa dapet perlindungan khusus?
2) Kenapa beli SBN ga dapet perlakuan yang sama? Danantara lebih powerful dari negara?
3) Kenapa surat utang terbitan Danantara bisa kasih perlakuan khusus dapet perlindungan dan jaminan bidang dari penuntutan pidana umum, pidana perpajakan, dan gugatan perdata?
4) Danantara itu apa? siapa? kok bisa kasih jaminan itu semua? Kejaksaan, DJP udah dikunci harus setuju dan tutup mata?
5) Danantara mau ngutang tapi kok ga ada laporan keuangan?
6) Apa ini bentuk dari off-budgeting? Ngutang tapi ga mau bikin debt ratio, debt service ratio, dan defisit di APBN keliatan jelek dan melampaui threshold yg diatur UU, makanya surat utangnya via Danantara?
7) Tau kan potensi moral hazardnya di mana? atau sengaja tutup mata, halal haram hantam semua uang diterima dan negara via danatara siap jadi mesin laundry-nya?
8) Mau pake argumen : selama ini uang haramnya di Singapura, "if you can't beat them, be them", makanya kita fasilitasi via Danantara
9) silahkan netizen melanjutkan pertanyaan berikutnya....
yaelah Daffa Ulhaq, sehari-hari jelekin islam dan ulama, ngaku sejarawan tapi ngutip Snouck, teriak dekolonialisasi tapi distorsi budaya suku bugis supaya westernized, nuduh orang buzzer pemerintah, nyuruh gue baca buku queer biar gak bodoh kayak rezim prabowo, tapi sendirinya ternyata diajak jalan-jalan yang gak seberapa sama gibran aja mau🤣
jadi murtadin gagal move on, jadi anarko cuman larping, jadi queer tapi gak sadar kelas, jadi buzzer gak sesuai sama jejak digitalnya, bawa almet UI tapi gak diakuin, malu-maluin gue aja lu @hist0riann
tapi saran papa dan mamah untuk nyari jodoh yg sealmamater bisa dijelasin secara ilmiah loh. selain kuliah jangan lewatin kesempatan emas kalian selama masa kuliah untuk nyari pasangan juga. karena UGM itu kayak dating app premium yg ga bisa semua orang dapet
(a thread)
Aspirasi fresh grad Tiongkok: kerja di Huawei, TSMC, Lenovo (perusahaan value added tinggi)
Aspirasi fresh grad Indonesia: kerja di Pertamina, big 4 consulting, FMCG (ekstraktif, service, low value added)
Sedih sih sebenarnya 🥲
demo tuh yah emang harus distruptif, bikin macet, ngeganggu kegiatan sehari-hari, karena tujuan demo ya biar di denger pejabat dan bikin mereka TERGANGGU untuk merubah kebijakan, kalau ada "area khusus demo" ngapain coba? teriak2 dilapangan ga didenger?