Kalau nanya-nanya harga ke vendor tuh suka takut dikira mau beli. Padahal baru mau survey harga item dan sistemnya kayak gimana. Kan gak mungkin aku jualan langsung drop barang gitu aja di etalase, kalau gak tau sistemnya yak. π₯²π§ββοΈ
@bluerubyyy@muncorner Sama, kak. Aku buka sosmed, tapi cuma buka timeline aja. Aku gak pernah buka story ig orang lain 4 tahun ini dan ngerasa, "wajar gak sih gini?"
Tapi kalau maksain buka story, malah bawaannya cape liat hidup orang pada enak. Padahal aslinya mungkin sama aja wkwk
Ya Allah, pengen besok kelarin desain. Biar bisa langsung pasarin di akhir bulan atau bulan depan. Semoga pas dilayarin ada yang langsung minat co. π₯Ί
Nganggur kalau dalam keadaan banyak duit atau ada saving ya enak. Yang gak enak kalau gada duit, mau explore atau keluar jalan pun mikir-mikir uangnya bakal habis berapa. π
Seru bgt pengangguran jdi punya banyak waktu buat explore hal yg g bisa gw lakuin pas sibuk sekolah, kuliah, organisasi, dll. TAPI MINUSNYA GADA PEMASUKAN WALLAHI
Yah, sebenarnya ada sisi positifnya juga ngonten. Kita jadi terbiasa ngomong dan jauh lebih pede. Tapi gak enaknya yaaa burnoutnya itu kalau ngejar exposure, engagement, dan traffic.
Twibbon masih okelah, walau agak risih. Trend ngonten sih yang paling melelahkan. Makin menjamur after pandemi, terutama konten a day in my life as blablabla. Akhirnya sekarang mau gak mau, suka gak suka kita harus ngonten biar terlihat aktif. -_-
i hate hateee the idea kenapa semuanya harus punya exposure. twibbon kampus, ngonten keseharian, kayak ada lho orang yg cuma mau dikenal karya tanpa harus nunjukin identitas. privacy is an expensive thing to have when everyone wants to be known
Dan 'influencer' nya ini HARUS TIPE YANG KELIHATAN MUKA
Kalo nggak kelihatan muka akan dianggap orang sebagai faker yang bikin AI 'art' alih2 menggambar sendiri karena gambarnya terlalu bagus ππ
Akibatnya yang naik adalah artist yang berpenampilan menarik, karya no. 2