Setiap ada momen peryaan tentang Rasulullah SAW, salah satu tulisan Cak Nun yg selalu saya baca adalah: Surat Kepada Kanjeng Nabi.
Tulisan ini dirilis tahun 1992, agak panjang, isinya sangat reflektif, diakhiri dg hook yg mantap.
Kita ini memang tidak punya kesediaan, keberanian dan kerelaan yg sungguh-sungguh untuk mengikuti Rasulullah SAW.
Pun, Rasulullah SAW tetap saja di akhir usianya berlirih: Ummati... Ummatii... Ummatii...
Lucu sekali proses pengambilan keputusan di negara ini kalau beneran "tepung ubi" ini mau diproduksi massal utk pemadaman kebakaran! Gila sih.
Masalahnya bukan semata-mata apakah tepung ubi bisa memadamkan api. Pati memang punya dasar ilmiah sebagai salah satu komponen bahan pemadam atau fire retardant. Bahkan, sudah ada beberapa paten, tp itu sebagai salah satu komponennya (msl: https://t.co/G5N5hXa0Zg). Jadi bukan hal baru, tp belum ada bukti ilmiah bahwa tepung ubi dalam bentuk yang ditunjukkan itu efektif untuk karhutla skala besar. Apalagi ditabur pakai helikopter.
Yang lebih mengkhawatirkan justru proses pengambilan keputusan dalam situasi krisis. Laporan dari anak buah disampaikan tanpa data ilmiah yang jelas, belum diketahui formulasi, dosis, efektivitas per hektare, uji lapangan, dampak lingkungan, ketersediaan, dll hingga perbandingan dengan water bombing, tetapi kemudian muncul instruksi untuk memproduksi secara massal. Dari sini bisa berlanjut menjadi pengadaan dan pembiayaan negara sebelum teknologi tersebut terbukti efektif.
Kalau setiap ide yang dilaporkan bawahan langsung berubah menjadi perintah produksi dan anggaran, kita bukan sedang menjadikan negara sebagai laboratorium proyek ngawur dengan uang publik sebagai biaya percobaannya.
...Laporan yg masuk ke gw sejauh ini dari kawan² sepenjuru Flores, gak bisa semua gw post.
Tapi bisa gw inventarisir daerah² yg banyak hancur:
1. Reo+Ruteng (kab Manggarai), ini paling memilukan video²+foto².
3. Kab Negekeo, pusat gempa
4. Borong, kab Manggarai tengah (``,)
...Update gempa Flores 7,7SR.
Ini sumber dari kawan² saya di berbagai penjuru Flores.
1. Jalan Ruteng-Waelengga longsor, putus total
2. BRI Borong (Manggarai Tengah) hancur.
3. Pelabuhan Maumere rusak.
Kami, di Labuan Bajo, masih kena gempa beberapa menit lalu... (``,)
...Kawan² minta doanya.
NTT khususnya Flores mencekam pasca gempa.
Beberapa area mengalami kehancuran.
Sampai sekarang saya himpun kabar dari kawan² di berbagai NTT.
Sementara saat ini di Aimere, air laut surut.
Doakan tidak terjadi tsunami, kawan²... (``,)
"Reset Indonesia" di pesantren Al Falah, Ploso, Kediri bersama Gus Kautsar.
10 Agustus ngobrol buku Reset Indonesia di masjid Nurul Ashri (Yogya) dan 11 Agustus di masjid Al Mukaromah (Karanganyar).
Kalau kata durkheim; ketika ada pergeseran nilai/norma di masyarakat, pantulan pertamanya bisa dilihat di tren kasus kriminal
Kenapa angka kasus pembunuhan perempuan/femicide naik terus 5 tahun terakhir? Karena masyarakatnya memang semakin misoginistik
Kenapa di jogja tau2 ada remaja2 bacok2in orang tanpa motif? Karena nilai tradisional yang selama ini jadi pegangan kontrol sosial kalah sama perubahan (modernisme, urbanisasi, kesenjangan dll) dan ngga ngasih tempat anak2/remaja untuk tumbuh sehat
Kenapa akhir2 ini nyawa semakin murah dan banyak orang pada main hakim sendiri?
Jawaban paling sederhana; kalau negara lewat aparatusnya (polisi dan tengtara) boleh bunuh2an dan gebukin orang tanpa konsekuensi hukum masa warga ngga boleh?
Selama ini hukum formal dan nilai/norma lama terbukti gagal ngasih rasa keadilan, pada akhirnya orang ya akan bikin norma baru yang lebih retributif dan "adil"
Jadi selamat datang di masa hukum jalanan; where the powerful are vulnerable and the oppressed have nothing to lose
Sebagai reminder, yang paling berbahaya adalah negara/penguasa akan selalu mencegah konflik ini berkembang jadi konflik vertikal. Caranya? Ya dengan merawat konfliknya tetap jadi konflik horizontal sesama warga
Kalau liat sejarah negara modern 500 tahun terakhir; reformasi sering gagal karena musuhnya dipilihin negara, revolusi/perubahan baru akan terjadi ketika pada akhirnya warga sadar dan milih musuhnya sendiri
Sabtu sore yang teduh, saya dan @eMbahNyutz melakukan kunjungan bilateral persahabatan ke kediaman Mprop @picoez . Sebuah tempat yang diberi nama NK atau New Kapitikan. Sampai detik ini saya masih belum benar-benar memahami filosofi di balik nama tersebut. Mungkin ada makna yang sangat dalam, atau mungkin juga hasil perenungan tingkat tinggi yang belum mampu dijangkau logika manusia biasa seperti saya.
Setibanya di sana, suasana hangat langsung terasa. Obrolan mengalir dari satu topik ke topik lain, mulai dari hal-hal penting yang menentukan masa depan peradaban seperti tentang pengayaan uranium hingga pembahasan receh yang sama sekali tidak menentukan apa pun. Namun di tengah perbincangan itu, saya menyadari ada sesuatu yang berbeda dari Mprop Picoez.
Beliau tampak lebih tenang, menjadi pendiam, banyak mengamati daripada berbicara seperti biasanya. Sebagai pengamat amatir perilaku manusia, dalam benak saya hanya muncul dua kemungkinan. Pertama, beliau sedang lapar. Kedua, beliau sedang mengalami proses maturity atau pendewasaan diri.
Namun seiring berjalannya waktu, semakin jelas bahwa dugaan saya kurang tepat. Aura yang terpancar bukanlah aura orang lapar, karena tidak ada tanda-tanda mencari gorengan atau mengajak jajan bakmi di warungnya Lek Min. Dan ini sepertinya lebih dari sekadar proses pendewasaan biasa.
Setelah melakukan pengamatan mendalam yang hampir setara penelitian ilmiah, saya dan Mbah Nyutz sampai pada sebuah kesimpulan besar: ternyata Mprop Picoez sedang berada dalam fase kultivasi tingkat lanjut. Sebuah proses penempaan jiwa dan batin menuju tingkatan yang lebih tinggi. Mungkin bukan lagi sekadar menuju kedewasaan, melainkan menuju sesuatu yang jauh lebih agung: keabadian.
Maka ketika malam telah menyingkirkan senja, lahirlah sebuah kesepakatan bersejarah. Saya dan Mbah Nyutz sepakat bahwa nama NK tidak lagi layak diartikan sebagai New Kapitikan. Mulai hari itu, NK kami maknai sebagai Ndalem Kultivasi.
Sebuah tempat di mana manusia biasa datang membawa kegelisahan, lalu pulang membawa pencerahan. Tempat penempaan jiwa, pengasahan batin, dan bengkel spiritual bagi siapa saja yang ingin naik tingkat dalam perjalanan hidupnya. Dan jika prosesnya berjalan sempurna, bukan tidak mungkin penghuni utamanya akan mencapai tingkatan tertinggi: seorang manusia yang telah melampaui urusan duniawi dan sedang menapaki jalan menuju keabadian.
Entah benar atau tidak, yang jelas malam itu kami pulang dengan satu keyakinan: di balik kesunyian Mprop Picoez, sedang berlangsung sebuah proses besar.
Kita semua mungkin akan kaget, tetapi tidak akan terlalu heran, apabila suatu saat Mprop Picoez benar-benar berhasil mencapai moksa. 😌🙏🏻
Negara produsen dan pengekspor batu bara terbesar, mati lampu kekurangan batu bara, karena kebijakan yg digadang atas nama kedaulatan ekonomi dan swasembada.
Kalau mau diusahain lebih tolol lagi memang sulit bisa lebih dari ini. Bego begini rupa tapi berharap ada investor datang
Menangislah bila perlu menangis.
Marahlah bila memang kau ingin marah.
Lepaskan bila kau memang harus melepasnya.
Ga perlu menunjukkan selalu terlihat kuat, percayalah, bahkan Tuhan-pun memberikan tempat yg tepat bagi si lemah yg hanya bisa berserah.
Tetap kuat, Oyen :((
Djarum Black Macha ☕🚬
Inovasi yang tak pernah berhenti. Kini Djarum Black meluncurkan produk SKT pertamanya dengan rasa macha.
Ada yang udah pernah cobain?
#rokokindonesia
Klo istrimu udah bilang "Duduk, Aku mau tanya, boleh?"
Percayalah, selidik telah selesai.
Apa yg tersisa hanyalah persidangan dan verifikasi 2 langkah.
Dan yg bisa kamu lakukan hanyalah diam, bilang iya, dan hehe maaf.
Jangan berbohong, ga ada gunanya.