pengangguran dibayar tu kek gini
• pengunjung parkir kendaraan sendiri, ga dibantu atau diarahin
• keluarin kendaraan juga sendiri, ga dibantu tarik ataupun dikeluarin
• gaada sama sekali bantu nyebrang
• lepas tanggung jawab dari kehilangan/kerusakan barang
terus kerjo mu lapo mbot?
Menarik melihat bagaimana narasi politik dibangun. Akun resmi partai sekelas @Gerinda ikut nimbrung di konten yang menyudutkan lawan politik dengan gaya bercanda.
Strategi ini seolah ingin membungkus narasi 'hutang budi' jadi konten receh agar publik lupa pada substansi prestasi. Padahal dalam demokrasi, kerja sama politik itu sifatnya simbiosis mutualisme, bukan hutang nyawa seumur hidup.
Apakah etika politik hanya soal siapa yang pernah membantu siapa, atau soal siapa yang konsisten memperjuangkan rakyat?