Dulu beliau memperjuangkan rakyat PATI,,
saat ini beliau sedang memperjuangkan keadilan bagi rakyat,UU perampasan aset koruptor dan hukum mati koruptor,
TUHAN,,lindungilah dia dan keluarganya dri tangan2 jahat,,kabulkanlah niat baiknya demi bangsa ini🙏🙏
"Kita nggak dapat apa-apa, Kak, dari demo ini?"
Kita dapat satu hal yang pasti: kita jadi tahu bahwa yang brengsek itu penguasanya, bukan rakyatnya.
ibu-ibu berdiri di posko logistik, memasak, membungkus makanan, dan memastikan anak-anak yang turun ke jalan tidak kelaparan. Bapak-bapak dengan sukarela menjadi runner, mengantar air minum, obat-obatan, dan kebutuhan lain agar mahasiswa tetap kuat bertahan.
Dear Bapak Presiden, dan seluruh pejabat yang hari ini mungkin sedang duduk nyaman di kursi kekuasaan..
Ada sesuatu yang ingin kami sampaikan, bukan dengan amarah yang membabi buta, tapi dengan dada yang sesak dan hati yang sudah terlalu lama menahan🙏
Hari ini, ribuan mahasiswa dari BEM UI dan berbagai perguruan tinggi Jabodetabek turun ke Bundaran HI. Mereka menamai aksinya "Aksi Menuju Indonesia Bangkrut" - nama yang keras, tapi seperti ungkapan jujur dari hati-hati kami ini.
Nama yang lahir bukan dari kebencian, tapi dari kepedihan yang sudah lama tak kalian dengar.
Mereka bukan turun karena ingin terkenal. Mereka turun karena diam sudah terasa seperti pengkhianatan.
Rupiah pernah menyentuh Rp18.000 per dolar. Harga Pertamax naik lebih dari 30% hanya dalam semalam. Dan yang paling merasakan bukan kalian pejabat tentu saja, tapi ibu yang menghitung ulang belanja hariannya. Bapak yang diam-diam menggaruk kepala memikirkan uang rumah tangganya. Mahasiswa yang mengerjakan skripsi sambil khawatir uang kos bulan depan dari mana.
Indonesia adalah negara yang kaya. Tapi entah mengapa rakyatnya tak kunjung sejahtera. Indonesia adalah negara yang besar. Tapi entah mengapa perut rakyatnya belum bebas dari rasa lapar. Kita belum bicara tentang rasa kenyamanan, itu jauh.
Lima tuntutan mereka sederhana:
"Hentikan pemborosan APBN. Turunkan harga pokok dan BBM. Hentikan program MBG yang kini terseret korupsi. Hentikan Koperasi Desa Merah Putih. Hentikan militerisme di ruang sipil."
Bukan tuntutan anak kemarin sore. Ini adalah tuntutan dari mereka yang melihat pelemahan rupiah, kenaikan harga bahan pokok, dan kebijakan yang dianggap semakin membebani kehidupan masyarakat - setiap hari, di depan mata mereka.
Kepada adik-adik yang hari ini turun ke jalan~
Kami berdiri bersama kalian. Bukan karena kami tak punya rasa takut. Tapi karena kami tahu: suara rakyat yang diam adalah suara yang sudah menyerah.
Jaga dirimu. Bawa air. Simpan nomor darurat. Jangan terpisah dari kelompokmu. Jika situasi memanas, selamatmu lebih penting dari segalanya. Ingat keluarga dan kami yang sedang mendoakan kalian.
Tapi jika kamu bisa, berdirilah. Tegak. Tenang. Berkepala dingin.
Karena perjuangan ini haruslah jadi kuat dan mampu bertahan.
Kepada para pejabat yang membaca ini.. jika ada:
Bukan mahasiswa yang membuat Indonesia mendekati bangkrut. Yang membuat Indonesia bangkrut adalah ketika kepercayaan rakyat kepada pemimpinnya sudah habis, dan tak ada yang merasa perlu mengisinya kembali.
Dengarkan mereka. Sebelum jalanan berbicara lebih keras dari yang bisa kalian kendalikan.
- Karirfess, 12 Juni 2026 Untuk Indonesia yang masih layak diperjuangkan -
Demo adalah hak konstitusional. Karirfess mendukung penyampaian aspirasi yang damai, tertib, dan bertanggung jawab.
Demo di Bundaran HI ini unik, karena biasanya demo ke lembaga pemerintahan tertentu
Tapi bundaran HI itu sumber traffic: masyarakt dan sosial media
peluang media ngeliput naik
peluang sosmed divideoin orang juga naik
orang aware-> tujuan demo terpenuhi dengan cara baru
Saat masih kuliah di UGM, saya mendengar kabar seorang diplomat muda Indonesia di London berani tampil di BBC World Debate, berhadapan dgn diplomat senior Ramos Horta, di saat atmosfer internasional sedang menyudutkan Indonesia. Diplomat muda Indonesia itu tampil gemilang menjaga nama Indonesia tegak berwibawa. Di situlah pertama kali saya mendengar namanya: @dinopattidjalal.
Beberapa tahun kemudian, saat sedang menempuh progam PhD di Illinois, kami berjumpa langsung. Dino datang ke Chicago menjelaskan keadaan mahasiswa dan diaspora Indonesia pasca-9/11. Yg kami temui adalah diplomat muda yg cerdas, artikulatif, dan mampu menangani persoalan rumit dgn ketenangan diplomatik yg sulit ditiru.
Tahun 2012, sebagai Dubes di AS, Dino menggagas Kongres Diaspora Indonesia pertama di Los Angeles, mempertemukan diaspora dari seluruh dunia. Saya termasuk yg ia undang. Ia lalu mendirikan FPCI, komunitas kebijakan luar negeri terbesar dan berpengaruh, yg ikut melahirkan generasi diplomat baru, ujung tombak kita di panggung global.
Menguasai substansi, rekam jejaknya teruji, dan pengalaman memimpinnya luas. Itulah Dino. Karier diplomatiknya panjang dan ajeg, kecintaannya pada politik luar negeri Indonesia begitu dalam. Dino Patti Djalal, bukan karbitan jadi diplomat, bukan pula karbitan jadi pejabat.
#TIPS
Starter pack buat yg sakit tenggorokan akhir2 ini, biar ga makin parah/badan drop
1. Minum air anget
2. Sp troches/degirol (JANGAN yg FG troches!)
3. Jahe/madu/lemon
4. Makanan2 berkuah anget
5. Air mineral banyak2
6. Beli buah2an berair
7. Prioritaskan tidur/istirahat
Ada lagi tidak klo versi mentemen? 😆
Btw, klo dlm 3 hari gejala memburuk, periksa ya!
Ringkasan tulisan istri Ibam:
~ Ibam dikenal tidak money oriented dan sering bantu dengan tulus
~ Sudah ±16 tahun berkontribusi di bidang teknologi untuk negara
~ Pernah menolak tawaran puluhan miliar demi pengabdian
~ Dituntut 15 tahun penjara + denda Rp16,9 miliar
~ Jika tidak bayar → tambahan 7,5 tahun (total 22,5 tahun)
~ Bukan pejabat negara, hanya konsultan yayasan
~ Tidak digaji dari APBN dan tidak punya kewenangan pengadaan
~ Tidak pernah mengarahkan pengadaan, justru menyarankan uji coba
~ Keputusan pengadaan dibuat oleh pejabat Eselon I
~ Nama Ibam dicatut dalam SK tanpa sepengetahuan
~ Tidak ada tanda tangan Ibam dalam dokumen
~ Tidak ada aliran dana ke Ibam (diakui dalam tuntutan)
~ Kenaikan harta Rp16,9 M dari saham lama sebelum jadi konsultan
~ Bukti tersebut ditolak oleh JPU
~ Pejabat lain terima suap ratusan juta tapi tidak jadi tersangka
~ Ada yang terbukti terima miliaran, dituntut lebih ringan (6 tahun)
~ Ibam tanpa aliran dana justru dituntut 22,5 tahun
~ Ahli IT menyatakan masukan Ibam netral, profesional, sesuai prosedur
~ Keputusan tetap sepenuhnya di tangan kementerian
~ Keluarga kehilangan penghasilan selama 1 tahun
~ Tabungan habis untuk biaya hukum dan medis
~ Kondisi kesehatan Ibam (jantung) memburuk
~ Saat ini tinggal menunggu putusan hakim
~ Keluarga berharap keadilan sesuai fakta persidangan
~ Ibam dianggap korban, bukan pelaku
~ Ada dugaan dikambinghitamkan dalam sistem
~ Ajakan untuk menyuarakan keadilan agar tidak terulang lagi
Mengapa Negara Menzalimi Suami Saya, yang Tulus Berkorban Banyak Untuk Negara?
Sebagai istri, sakit hati rasanya. Enam belas tahun aku kenal Ibam, dia ngga money oriented. Niatnya tulus. Kalau sudah mau bantu, dia akan benar-benar bantu.
Ibam dituntut penjara 15 tahun dan harus bayar Rp16,9 miliar, kalau tidak maka pidananya ditambah 7,5 tahun.
Berarti, Ibam dituntut 22,5 tahun penjara.
Ibam, yang pernah menolak tawaran puluhan miliar karena merasa misi bantu negara lewat bangun teknologi masih belum selesai.
Sekarang ironisnya dituduh korupsi. Padahal sampai 57 saksi diperiksa, tidak ada satu pun bukti Ibam memperkaya diri. Tidak ada konflik kepentingan untuk memperkaya orang lain.
Dia hanya konsultan teknis, rela tolak tawaran asing, turun gaji demi negara, ngga punya jabatan dan kewenangan, selalu profesional dan netral dalam kasih masukan, tapi terjebak dalam pusaran para elite birokrasi.
Masukan teknis Ibam yang sudah terdokumentasi baik, transparan akan kelebihan dan kekurangan, diceritakan sepotong-sepotong saja oleh pejabat pengadaan. Sehingga seakan-akan Ibam memaksa hanya Chromebook.
Untungnya, Ibam punya banyak dokumentasi yang sudah jadi bukti di persidangan. Sudah terungkap di sidang bahwa:
1. Ibam bukan pejabat, tapi konsultan yayasan. Gaji Ibam sama sekali bukan dari APBN.
2. Ibam baru kenal Nadiem setelah dia jadi menteri. Ngga ada persekongkolan, dan ngga pernah ketemu personal.
3. Di banyak bukti chat & notulen rapat: Ibam tidak mengarahkan pengadaan, tidak buat kajian, bahkan Ibam minta kementerian untuk uji Chromebook dulu.
4. Pejabat Eselon I akhirnya mengakui: dia yang menolak masukan pengujian Ibam, dia yang memutuskan Chromebook lewat SK yang dia keluarkan.
5. Ahli IT telah menyatakan masukan Ibam sudah netral dan profesional, sesuai best practice keahlian, serta benar dalam menyerahkan keputusan ke kementerian.
Puncaknya, nama Ibam dicatut ke dalam SK pengadaan yang tidak pernah dia ketahui sebelumnya. Dalam pengesahan kajian Chromebook yang ditugaskan SK, tidak ada tanda tangan Ibam.
Terungkap juga di sidang, belasan pejabat, termasuk yang berupaya ‘menyalahkan’ Ibam, mengakui telah menerima ratusan juta rupiah suap dari vendor. Namun mereka semua bebas, tidak ada yang jadi tersangka.
Disaat mereka bebas, Ibam ditahan dan dituntut penjara. Bagiku perkara ini jelas. Suamiku bukan pelaku, tapi korban permainan elite birokrasi yang seenaknya melempar semua keputusan mereka pada Ibam.
Sekarang, kami hampir sampai di ujung jalan.
Ibam dituntut 22,5 tahun penjara.
Dua terdakwa lain, pejabat Eselon II di Kemendikbud, yang mengatur pengadaan dan sudah mengakui ada aliran dana sampai miliaran rupiah, dituntut 6 tahun saja.
Semakin kontras ketika surat tuntutan sendiri mengakui: tidak ada aliran dana ke Ibam.
Tuntutan bilang di laporan SPT 2021, kekayaan Ibam naik Rp16,9 miliar. Ibam sudah tunjukkan bukti di persidangan kalau itu dari saham Bukalapak yang didapat jauh sebelum Ibam menjadi konsultan Kemendikbud, tidak ada kaitannya sama sekali dengan Chromebook atau Gojek.
Bukti itu ditolak JPU dalam tuntutannya. Mereka bilang karena Ibam sudah resign, sahamnya hangus. Mereka tidak paham kata-kata dalam surat pemberian saham, bahwa yang hangus hanya “saham yang belum diberikan”. Padahal, sebelum resign juga ada sebagian saham yang sudah diberikan.
JPU menyatakan, karena mereka tolak bukti itu, Rp16,9 miliar Ibam diduga hasil korupsi, jadi mereka tuntut 15 tahun ditambah 7,5 tahun.
Bagi kami, ini puncak dari kezaliman. Ibam yang tidak pernah, sekali lagi, TIDAK PERNAH ADA ALIRAN DANA SAMA SEKALI, dikriminalisasi atas prestasinya bantu negara, yang tidak ada hubungannya dengan perkara.
Dua minggu lagi putusan Ibam akan dibacakan oleh Majelis Hakim, kami tetap berharap keadilan putusan bisa sesuai dengan fakta persidangan.
Karena, ini bukan sekedar perkara hukum, ini menyangkut nasib seseorang, masa depan keluarga kami, anak-anak kami, serta kemerdekaan kami sekeluarga.
Setahun terakhir ini adalah masa yang sangat berat bagi kami. Keluarga kami kehilangan penghasilan, kesehatan jantung Ibam kian memburuk, bahkan tabungan hidup kami terkuras habis untuk biaya medis dan biaya hukum.
Namun, aku bersaksi bahwa Ibam adalah seorang perintis. Hidupnya penuh perjuangan dari kecil, insya Allah kami siap bangun dari nol lagi.
Hanya saja, jika pengabdian untuk Indonesia harus dibayar semahal ini. Jika bukti persidangan sudah seterang ini, dan jika upaya mengkambinghitamkan Ibam sudah sekentara ini, dia tetap dipenjara puluhan tahun...
Ini adalah ketidakadilan yang teramat pahit.
Bukan hanya bagi Ibam, tapi bagi siapa pun yang pernah atau akan bantu bangsa ini dengan niat tulus.
Apa memang berbakti bagi merah putih seberbahaya ini?
Apa memang tidak ada keadilan bagi orang jujur yang sudah berkorban banyak bagi negara?
Tolong bantu kami mencari keadilan untuk Ibam selagi masih ada waktu. Mohon bantu bagikan tulisan ini, pada rekan atau kerabat, konsultan atau pejabat, siapapun yang bisa bantu menyuarakan keadilan dan memberi perhatian.
Agar tidak ada lagi profesional seperti Ibam yang jadi korban kriminalisasi.
Jakarta, 16 April 2026
Ririe - Istri dari Ibrahim Arief (Ibam)