PRE-ORDER buku SELEPAS LUKA telah dibuka teman-teman. Sudah bisa kalian dapatkan lewat link: https://t.co/bx2q7vRUPf
.
Semoga selepas luka yang banyak goresannya, mengajarkan banyak rela sebagai penawarnya.
Banyak jatuh cinta yang tak sempat tertulis dalam kata dan tak sampai pada yang dicinta. Banyak yang hanya jadi rahasia dan melayang ke pelukan semesta.
Mungkin dengan seiring bertambahnya usia, bertumpuknya masalah, berkurangnya kemampuan membagi energi pada banyak prioritas: perlahan kau akan kulupakan. Lalu ingatanku berangsur tak punya lagi cukup tenaga untuk mengenangmu, untuk terus mensemogakan kemustahilan.
Cinta yang kupunya telah seluruhnya untukmu. Tapi, kau telah mustahil kumiliki. Lalu dengan apa selanjutnya aku harus mencintai seseorang, jika seluruhnya sudah habis buatmu? Apakah begitu harus kujalani hidup dengan membawa luka selamanya tanpa tahu kapan kembali mengenal cinta?
Luka masih bernapas di dada. Menarik tiap udara yang diembuskan oleh upaya-upaya bahagia. Melepaskan itu menyesakkan, tapi terus mengingatmu juga demikian. Kau masih berdiri seimbang di antara banyak pertimbangan yang terlalu takut untuk kuputuskan.
Melupakan kenangan memang merepotkan, tapi kita bisa belajar perlahan tentang merelakan dari hal mendasarnya dulu yaitu berhenti merasa masih memiliki.
Jangan terlalu berfokus pada bahagia yang akan, yang nanti, yang mungkin, tercapai di masa mendatang yang entah kapan. Bahagia-bahagia sederhana yang ada saja dulu boleh untuk dinikmati, silakan dengan sepenuh hati dan riang gembira. hehe ...
Kalau diminta mundur, ya mundur. Jangan memaksa terus maju dengan alasan berjuang, merasa kamu orang paling tulus untuk dia. Kamu berhak memilih, tapi jangan lupa dia juga punya hak itu. Jika pilihannya bukan dirimu, itu bukan salahnya, urusan ekspektasi tanggung masing-masing.
Tak akan pernah kau temui jawaban jujur dari lisanku perihal keputusanmu untuk pergi. Akan terus 'aku tak apa-apa' yang akan sampai ke telingamu. Lalu kudekap jawaban sebenarnya sepanjang hidup berjalan, bersamaan kudekap dirimu yang tersisa berupa kenangan.