solo traveling is the best. kadang kita cuma perlu pergi sendiri, jauh dari rutinitas, ketemu tempat baru, dan belajar menikmati waktu dengan diri sendiri
solo traveling is the best. kadang kita cuma perlu pergi sendiri, jauh dari rutinitas, ketemu tempat baru, dan belajar menikmati waktu dengan diri sendiri
pelajaran yang gua dapet tahun ini:
"lo gabisa marah sama seseorang karena dia memilih keputusan yang dia anggap terbaik. walaupun itu artinya dia ga milih lo."
Nemu satu kalimat yang cantik banget tentang ikhlas :
titik tertinggi menghargai diri sendiri itu adalah dengan tidak menempatkan diri kita sebagai pilihan dalam hidup siapapun. “jika kita bukan tujuannya, cukup berhenti.” kita ga perlu menang, kita hanya perlu selamat. dalam relationship itu tidak ada namanya bersaing dengan yang lain selain dirinya sendiri.
sekarang bener-bener kosong, ga excited sama hal apapun. bahkan favorite things aja udah ga ngebantu sama sekali, rasanya spark nya ilang dan sejak itu semuanya jadi datar. every single day cuma mikir harus balik lagi kayak dulu. ga bisa gini-gini aja. tapi failed. udah beberapa tahun masih berusaha bikin diri sendiri hidup lagi, enjoy hidup lagi. tapi sesusah itu. the struggle is real. i wish one day i can get over it. nemuin spark itu lagi. balik jadi diri yang dulu, tapi versi yang lebih baik.
kita tidak bisa menghindari rasa kecewa terhadap manusia, bahkan sebaik apapun manusia, dia pasti punya potensi mengecewakan, bukan karna dia jahat, tetapi karena dia manusia.
ada tulisan cantik bgt, kira2 isinya begini:
“semoga kamu selalu dipertemukan dengan seseorang yg dapat berbicara bahasa mu, sehingga kamu tidak perlu menghabiskan waktu seumur hidup untuk menerjemahkan jiwamu.”
bukan tentang siapa yang akhirnya tinggal, melainkan tentang bagaimana dua kehidupan pernah saling mengubah, lalu melanjutkan jalan masing” dengan versi diri yang berbeda.
barangkali tidak semua orang yang hadir ditakdirkan untuk menetap, sebagian hanya dtg membawa satu bagian kecil dari perjalanan yang baru kita pahami setelah semuanya berlalu.
Mereka datang, membawa sesuatu yang belum kita punya, lalu pergi setelah meninggalkan sesuatu.
dan tanpa kita sadari, mungkin hal yang sama juga terjadi dari sisi lain, ada hidup yang pernah kita sentuh, hati yang pernah kita kuatkan, atau seseorang yang menjadi sedikit lebih berani hanya karena pernah mengenal kita.
karna barangkali, alasan terdalam dari sebuah pertemuan
Kecerdasan emosional yang paling tinggi adalah ketika kamu tidak lagi mudah terpicu oleh perilaku toxic seseorang.
Kamu tidak lagi marah, tidak merasa perlu membalas, bahkan tidak berusaha membuktikan apa pun.
Kamu justru memilih tenang dan merasa iba, karena menyadari bahwa seumur hidup, orang tersebut harus menjalani hidup dengan isi pikiran dan sifatnya yang begitu kacau.
Pada akhirnya, kamu memahami bahwa tidak semua perilaku harus direspons, tidak semua orang harus dilawan, dan tidak semua hal layak mengusik ketenanganmu.
Sebab, terkadang bentuk kemenangan terbaik bukanlah membalas, melainkan mampu tetap tenang, menjaga diri, lalu melanjutkan hidup tanpa membiarkan kekacauan orang lain menjadi bagian dari hidupmu.