@toko_budi@FiersaBesari Pada akhirnya,
Jemari akan menemukan gengaman yang tepat,
Kepala akan menemukan bahu yang tepat,
Hati akan menemukan rumah yang tepat.
-Garis Waktu
Sekarang ini, Gaji Full-time di Indonesia Terasa Makin Gk Worth it.
Salah satu kawanku dulu kerja di Medan sebagai UI/UX Designer.
Pengalamannya sekitar 2 tahun, dan gaji terakhirnya 6,9 juta/bulan.
Tapi beberapa waktu lalu dia cerita kalau udah resign karena dapat offering remote dari perusahaan Australia.
Trus yang bikin kaget, sekarang gajinya tembus 24 juta/bulan.
Yang lebih bikin shock lagi,
beban kerja waktu dia di Indonesia ternyata lebih berat dibanding di Australia
Ada banyak sekali intelektual muda yang studi di luar negeri tapi tidak berani pulang ke tanah air karena dicap kiri saat dan setelah peristiwa 65. Akhirnya mereka beranak pinak dan menetap di sana.
Mereka menjadi generasi yang terbuang dari tanah airnya sendiri.
Di dalam negeri sendiri, sebanyak 299 dosen dan 3.464 mahasiswa hilang, ditahan, bahkan tewas selama masa itu, peristiwa inilah yang disebut genosida intelektual
Banyak yang menyebut, 1 generasi intelektual telah hilang pada masa itu. Akibatnya tidak ada ahli yang bisa mengelola sumber daya alam negara hingga puluhan tahun setelahnya.
Itulah kenapa Indonesia jauh tertinggal dan kehilangan pijakan untuk melompat.
Lebaran 2011: Ketika Opor dan Sambel Goreng Kentang Krecek dimakan untuk Sahur bukan Disantap Selepas Sholat Ied
Saya tidak akan pernah lupa dengan Lebaran 2011
Terlebih bagi saya yang tinggal di Desa yang berbagi antara yang ikut pemerintah/warga NU dan juga cukup banyak warga Muhammadiyah
Tentu sebelum 2011 itu pernah ada perbedaan. Namun, semua sepakat, lebaran akan lebih meriah kalau bersama jadwal sholat Ied-nya.
Ketika itu...
Semua sudah dipersiapkan dengan sebaik-baiknya.
Adik2 sudah bersiap di masjid membawa oncor (obor), sebagian api mulai dinyalakan.
Semua bersuka cita menyambut hari kemenangan. Sempat ada anak yang mengucapkan takbir lalu ditegur.
"Ojo sik, pak Pul durung ngumumke," (jangan dulu, pak Pul selaku takmir yang biasa mengumumkan info penting di masjid belum mengumumkannya)
Suasananya ketika itu sudah seperti malam takbiran dan besok lebaran.
Tadi sorenya, masjid sudah dibersihkan dan dipersiapkan. Bersiap untuk sholat Ied keesokan harinya.
Opor ayam dan ketupat sudah matang di rumah-rumah. Di rumah kami, punjungan ketupat, opor, dan sambel goreng krecek kentang sudah berdatangan dari sanak famili.
Semua pihak siap menyambut lebaran dan meyakini bahwa Idul Fitri sudah tiba.
Seingat saya, sidang Isbat saat itu berlangsung lebih lama daripada biasanya. Jadi, hampir 19:30 itu belum ada kabar kepastian.
Hingga akhirnya kabar itu datang, hilal tak terlihat, puasa digenapkan 30 hari.
Keesokan harinya kami tetap puasa. Sahurnya sudah pakai opor ayam dengan sambel goreng kentang krecek yang sejatinya dipersiapkan untuk lebaran haha
Perasaan campur aduk. Tapi, keyakinan untuk tetap mengikuti pengumuman pemerintah dilaksanakan.
H-1 Lebaran identik dengan Pasar Kembang, waktu itu sepi sekali, tak ada yang berjualan, karena memang sudah berjualan di hari sebelumnya.
Sementara saudara kami yang Muhammadiyah, tetap melaksanakan Idul Fitri keesokan harinya.
Jadi, jangan gegabah, tetap menunggu sidang Isbat. Bersiap gapapa, yang penting hatinya ditata dan siap dengan segala keputusan dari yang diberi amanah.
🚨 Galatasaray is a dangerous club.
Organising a choreography to honour Osimhen’s late mother is a dangerous move by the club.
If you are ambitious and you still want to join another team, please don't join Gala, they will tie you down with paparazzi & make you look ungrateful.
The club is very wise. With all this love for Osimhen, it will be difficult for him to leave that club.