Iran surprises the world with “suicidal artificial dolphins” that could change the rules of naval warfare!
After more than 20 years of secret development, Iran has unveiled unmanned maritime systems designed in the shape of dolphins. These systems blend into the water like real creatures and carry out precise combat missions—similar to kamikaze drones, but underwater.
#IranWar #Irán
BREAKING❗
Eks Polisi PENEMBAK GAMMA (ROBIG), EDARKAN NARKOBOY DI LAPAS 😂
KOK ISOOOOO KI LOH
Yo nembak, ya dipenjara, ya dodolan Narkoboy. Njir 😂
CC kak @pandji
Fantastis !
Badan Gizi Nasional diketahui menyewa lisensi Zoom untuk periode April–Desember 2026 dengan total anggaran Rp5,7 miliar, atau sekitar Rp633 juta per bulan. Angka ini menuai sorotan, mengingat biaya langganan Zoom secara umum berada di kisaran ratusan ribu rupiah per bulan yaitu Rp226 ribu untuk paket Pro dan Rp249 ribu untuk paket Bisnis.
____________
The death of the mistress of the Jew Itamar Ben-Gvir, the Israeli Minister of National Security, following a 'Haidari' rocket barrage.
#Israël#IranWar#GranHermanoGeneraciónDorada
In 1984, Josef Fritzl tricked his 18-year-old daughter, Elisabeth, into the basement of their home in Amstetten, Austria.
Once she was inside, he knocked her unconscious, locked her behind a reinforced door, and kept her there for 24 years.
Upstairs, the rest of the family continued living normally. Fritzl told his wife, Rosemarie, that Elisabeth had run away to join a sect. He forced Elisabeth to write letters from the basement to support the story.
In that basement, without windows, ventilation, or medical care, Elisabeth gave birth to seven children. Three grew up locked there with her, never seeing daylight.
Three others were taken upstairs, left at the door with notes, and raised by Rosemarie as grandchildren. One baby died a few days after birth, and Fritzl cremated the body inside the house.
The truth came out in 2008 when one of the children became seriously ill and had to be taken to the hospital. It was the first time Elisabeth had been outside since 1984.
Doctors alerted the police. Fritzl was arrested that same day and confessed two days later.
In 2009, he was sentenced to life in prison. Elisabeth and her surviving children were given new identities and have lived under protection ever since.
Elisabeth was 18 when she was locked in that basement. She was 42 when she saw daylight again.
Nearly 70% of Iran's science and engineering graduates are women.
Most Americans think woman can’t even go to school there. Totally brainwashed by western propaganda.
BREAKING: 🇰🇵 North Korea has threatened to launch a nuclear attack on Tel Aviv and Washington if the US gives Iran a 48-hour ultimatum and opens the "gates of hell" to it. Look who we have to deal with now! As always, it's in your hands!
Ini Serius...⁉️
kalau benar bakal jadi kebanggaan orang Maumere..😍
theme song World Cup 2026 gunekan lagu Tabolabale ...⁉️
-----
Bu Susi Sarapan A. Push-up 10x
Guys, ada satu orang Indonesia yang pernah naik pesawat yang sama dengan Ayatullah Khomeini dari Paris ke Tehran dan menyaksikan sendiri revolusi Iran dari dalam.
Namanya Nasir Tamara. Jurnalis, penulis, dan salah satu orang Indonesia yang paling dalam memahami Iran.
Dan dia baru ngobrol panjang soal kenapa Iran sampai sekarang tidak bisa ditundukkan.
Mulai dari akarnya.
Konflik Iran dengan Amerika bukan dimulai dari revolusi 1979. Tapi dari 1953 ketika CIA mengkudeta Perdana Menteri Mohammad Mosaddegh yang dipilih rakyat Iran secara demokratis, lalu menempatkan Shah Reza Pahlevi sebagai raja yang ramah terhadap kepentingan Barat.
Dari situlah akumulasi kemarahan itu dimulai. Dan 26 tahun kemudian meledak jadi revolusi.
Kekuatan Khomeini: bukan senjata, tapi kata-kata.
Khomeini memimpin perlawanan dari sebuah desa kecil 30 kilometer dari Paris. Tidak punya bedil. Tidak punya tentara.
Yang dia punya adalah pidato direkam di kaset, diselundupkan masuk ke Iran, dan diputar di seluruh masjid.
Dan dalam 10 hari setelah dia mendarat di Tehran tentara dan polisi yang bersenjata menyerahkan senjata mereka kepada pendukungnya.
Itu yang disebut Nasir Tamara sebagai "kata-kata yang menggerakkan dunia."
Iran bukan negara biasa.
Banyak orang tidak sadar bahwa Iran atau Persia adalah salah satu peradaban tertua di muka bumi.
Mereka pernah menyelamatkan orang-orang Yahudi 2.500 tahun lalu di bawah Raja Darius. Mereka membangun jalur perdagangan antara Eropa dan Asia jauh sebelum negara-negara modern ada. Algoritma, aljabar, banyak fondasi ilmu pengetahuan dunia berasal dari cendekiawan berbahasa Farsi.
Jalaluddin Rumi penyair yang puisinya paling banyak dibaca di Amerika Serikat sampai hari ini orang Iran.
Dan bangsa ini punya mentalitas empire melihat jauh ke depan, melampaui batas wilayah.
Kenapa Iran tidak bisa dihancurkan secara militer?
Nasir Tamara menyebut tiga faktor utama.
Pertama geografi. Iran dikelilingi pegunungan berbatu keras sekelas granit. Tidak mudah ditembus. Fasilitas nuklir mereka digali 500-600 meter ke dalam batu bom konvensional tidak bisa menjangkaunya. Celah-celah antar gunung dikontrol dari atas pasukan darat yang masuk mudah dihancurkan.
Alexander Agung pernah mencoba. Tentara dengan gajah pernah mencoba. Amerika sendiri sudah berkali-kali mencoba sejak era Jimmy Carter semua gagal.
Kedua pendidikan. Dari TK sampai universitas gratis, dibiayai negara. Hasilnya: Iran masuk lima besar dunia dalam hal IQ rata-rata. Setiap kali pemimpin atau ilmuwan nuklir mereka dibunuh selalu ada yang menggantikan. Karena mereka belajar di dalam negeri, bukan bergantung pada teknologi asing.
Nasir Tamara pernah meeting di Tehran dengan 20 orang 16-nya bergelar doktor.
Ketiga keyakinan dan keberanian. Ini yang Amerika paling salah duga. Kultur syahid dalam tradisi Syiah membuat kematian bukan halangan melainkan motivasi. Semakin diserang, semakin kompak. Semakin ditekan, semakin keras perlawanannya.
Strategi perang yang membuat musuh kelabakan.
Setelah serangan besar Amerika dan Israel Iran langsung mengubah seluruh strategi militernya dalam waktu 6 bulan.
Dari sistem terpusat ke sistem mozaik 30 provinsi, masing-masing punya kekuatan regional yang bisa bergerak sendiri tanpa menunggu komando pusat. Pemimpin di-eliminasi? Empat level di bawahnya sudah disiapkan. Sistem tidak runtuh.
Dan drone-drone murah seharga 30.000 dolar digunakan untuk melumpuhkan sistem pertahanan senilai ratusan juta dolar. Amerika harus menghabiskan rudal seharga jutaan dolar untuk menembak jatuh drone seharga puluhan ribu dolar.
Hasilnya? Amerika kehabisan amunisi. Dan untuk mengisi kembali persenjataan ke level semula butuh satu dekade.
Siapa yang paling diuntungkan dari perang ini?
Bukan Iran. Bukan Amerika.
China dan Rusia.
China mendapat minyak murah dari Iran dan membalas dengan teknologi. Rusia mendapat medan latihan di Ukraina untuk menyempurnakan strategi perang drone. Dan keduanya semakin erat berkoordinasi untuk mengimbangi dominasi Amerika.
Sementara sekutu-sekutu Amerika satu per satu menarik dukungan Prancis, Spanyol, Jepang, Inggris. Bahkan negara-negara Teluk yang selama ini patuh kepada Washington mulai berbalik arah karena sadar membeli senjata Amerika dan mengizinkan pangkalan Amerika di wilayah mereka justru membuat mereka jadi sasaran.
Dan kunci terbesar yang sering dilupakan:
Ekonomi rakyat.
Sejak Khomeini membangun Republik Islam Iran pedagang kaki lima, UMKM, pedagang bazaar diutamakan.
Konglomerat dikontrol oleh negara, bukan sebaliknya. Dan dengan fondasi itu bahkan ketika ATM asing tidak berfungsi, bank internasional tidak bisa beroperasi, mata uang anjlok negara ini tetap berjalan. Rakyatnya tetap makan.
Itu yang membuat embargo 47 tahun tidak berhasil membuat Iran bertekuk lutut.
Pesan Nasir Tamara di akhir diskusi:
Lupakan Sunni-Syiah, Arab-non Arab.
Ini bukan perang agama. Ini perang wilayah dan penguasaan energi. Kembalilah ke prinsip keadilan sosial rakyat tidak boleh lapar. Itu kuncinya.
Jujur, kasihan lihat Purbaya. Kok bisa seorang Menteri Keuangan tidak dilibatkan dalam pengadaan 21.000 Motor Listrik untuk MBG/SPPG/BGN?
Negara macam apa yang mengabaikan bendaharanya saat pengadaan besar?