Purbaya bilang kenaikan Pertamax "dampaknya minim ke inflasi."
Ini kebohongan terstruktur yang dikemas jadi pernyataan pejabat. Dan kita disuruh percaya begitu saja.
Izinkan Bagong membongkar ini satu per satu.
32%. Dalam semalam.
Pertamax naik dari Rp12.300 ke Rp16.250 per liter. Hampir Rp4.000 lebih mahal. Dalam semalam!
Bayangkan gaji kamu naik 32% dalam semalam. Nggak pernah terjadi kan? Tapi harga BBM bisa. Dan kita disuruh tenang.
Argumen pemerintah kedengarannya masuk akal. Sampai kamu berpikir dua detik lebih lama.
"Pertamax bukan untuk angkutan barang. Bukan untuk angkutan umum. Jadi dampak inflasinya minim."
Pertanyaannya simpel: siapa yang pakai Pertamax?
Bukan cuma orang naik Alphard. Motor injeksi modern — Vario 160, NMAX, Aerox, Beat terbaru — wajib RON 92 ke atas. Motor yang sama dipakai jutaan driver ojol setiap hari. Setiap. Hari.
Ojol itu angkutan umum atau bukan?
Ketika harga BBM ojol naik, tarif ojol naik. Ketika tarif ojol naik, harga makanan yang dipesan naik. Ketika harga makanan naik — itu namanya inflasi. Dan itu sudah terjadi bahkan sebelum pemerintah selesai konferensi pers.
Ekonom UPN Veteran Jakarta sudah bilang dengan jelas: "Kenaikan harga energi menjalar ke distribusi barang, transportasi usaha kecil, hingga mobilitas pekerja sehari-hari."
Ini bukan opini. Ini mekanisme ekonomi dasar yang tampaknya tidak dipahami orang yang seharusnya paham.
Ada yang lebih berbahaya dari inflasi langsung: migrasi konsumen.
Pertamax naik 32%, orang akan pindah ke Pertalite. Berapa banyak? Proyeksi: 26% pengguna Pertamax bakal downgrade.
Akibatnya, konsumsi Pertalite melonjak ke 30,6–30,8 juta KL. Padahal kuota nasional hanya 29,26 juta KL. Kita melampaui kuota sekitar 5%. Artinya: antrean panjang di SPBU, kelangkaan, dan harga pasar gelap.
Dan "penghematan fiskal" yang diklaim pemerintah dari naiknya Pertamax? Langsung menguap. Kebocoran subsidi akibat migrasi ke Pertalite diproyeksikan mencapai Rp8,2–9,4 triliun per tahun — sekitar 40% dari total penghematan kotor. Hilang. Lenyap. Sia-sia.
"Yang pakai Pertamax kan cuma kelas atas." Benarkah?
Kelas menengah Indonesia sudah turun 9,48 juta orang sejak 2019. Daya beli sudah tergerus bertahun-tahun. Rupiah sudah loyo. PHK masih berjalan.
Dan sekarang BBM-nya naik 32%.
Ini bukan "dampak minim." Ini eksekusi daya beli secara sistematis terhadap kelompok yang sudah babak belur duluan.
Yang paling telak: orang dalam koalisi sendiri tidak bisa berbohong sekuat Menkeu-nya.
Ketua Komisi XI DPR — bagian dari koalisi pemerintah — berkata terbuka: "Kenaikan BBM biasanya selalu diikuti kenaikan inflasi. Pasti."
Satu kata. Pasti.
Kalau koleganya sendiri bicara "pasti," dari mana datangnya klaim "minim"?
Kenapa narasi "dampak minim" terus didengungkan?
Karena ada yang perlu ditutupi.
Kenaikan ini bukan semata soal harga minyak dunia. Ini soal ruang fiskal yang semakin sempit. APBN tertekan. Program MBG butuh dana besar. Beban utang harus dibayar. Dan Pertamax adalah jalan pintas yang paling mudah dijual ke publik dengan narasi: "Yang kaya yang pakai. Yang miskin aman."
Narasi yang rapi. Narasi yang nyaman. Tapi narasi yang tidak jujur.
Inflasi bukan hanya angka di kertas BPS.
Inflasi adalah pedagang bakso yang terpaksa naikkan harga semangkuk dua ribu perak. Driver ojol yang mulai hitung ulang apa masih worth it kerja hari ini. Ibu rumah tangga yang buka dompet di kasir dan pilih taruh barang satu-satu kembali ke rak.
Itu bukan "dampak minim."
Itu kehidupan nyata yang pejabat kita tidak mau lihat — atau pura-pura tidak mau lihat.
Pejabat boleh bilang "tenang." Tapi data tidak bisa dibungkam.
DAN KEHIDUPAN NYATA SEMAKIN MENCEKAM
Kasus dugaan korupsi dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG), menurut pakar hukum tata negara Bivitri Susanti, tidak bisa dilihat semata sebagai persoalan oknum. Dalam wawancara dengan Watchdoc saat aksi di kantor Badan Gizi Nasional (BGN), 10 Juni 2026, ia menilai persoalan utama justru berada pada desain program yang sejak awal membuka ruang penyalahgunaan.
Bivitri menyoroti model penyelenggaraan yang bertumpu pada dapur-dapur mitra dan yayasan sebagai pelaksana. Menurutnya, skema tersebut membuat pengawasan menjadi lemah dan berpotensi menghindari mekanisme pengadaan barang dan jasa pemerintah yang lebih transparan. Karena itu, ia mendorong moratorium program untuk mengevaluasi desainnya secara menyeluruh sebelum persoalan yang sama terus berulang.
#MBG #Watchdoc
Al Jazeera merilis film dokumenter sepanjangn 1 jam ini . Isinya penuh dengan laporan kebiadaban 15R43L terhadap bangsa Palestina
Kuatkan hati kalau mau nonton.
Kalau tidak sanggup, minimal bantulah untuk menyebarkan. 🙏
#SahabatPalestina_ID
Azril, Khariq, Yogi, Azhar hanya sedikit dari ribuan orang muda yang ditangkap paksa dan jadi korban kekerasan oleh aparat. Tapi di saat bersamaan bukannya reformasi TNI-Polisi yang warga dapatkan, justru mereka malah diberi hadiah berupa jabatan di pos-pos sipil 🙃
Bapak Prof @Yusrilihza_Mhd, Prof @JimlyAs, dan Prof @mohmahfudmd yth, selamat atas hasil kerja tim reformasi Polri selama hampir setahun dg laporan 3.000 halaman yg hasilkan UU Kepolisian berupa :
1) polisi bebas masuk
Institusi sipil
2) perpanjangan masa pensiun polisi
3) masa pensiun Jendral polisi bisa diperpanjang oleh Presiden.
Sekali lagi selamat ya Pak
ini buzzer kagak di briefing dulu?
Pertamax di Indo: 16.250
UMR di Jakarta: 6 jt
BBM di Jepang: 20.000
UMR di Tokyo: 23 jt
mau compare ke australia lagi?
Harga BBM Pertamax resmi naik jadi
Rp 16.250/liter nya
Menteri: 48 orang
Wakil menteri: 56 orang
Pejabat setingkat menteri: 5 orang
Total 109 orang, kabinet paling gemuk sepanjang sejarah Indonesia, tapi sejak 21 Oktober 2024 sampai Juni 2026 belum ada yang bisa dibanggakan selain swasembada beras.
Sudah swasembada pun harga beras masih mahal.
sekarang BBM naik
Pada ngapain aja tuh 109 orang?
Maret 2026.
Mitra MBG bernama Hendrik Irawan viral joget-joget sambil pamer dapat Rp6 juta per hari.
Publik marah. BGN menegur. Dapurnya disuspend.
Tapi berhenti dulu. Mari ikuti angkanya.
BGN dalam siaran pers resminya mengkonfirmasi:
insentif Rp6 juta per hari memang hak setiap mitra SPPG.
Diatur dalam Keputusan Kepala BGN Nomor 401.1 Tahun 2025.
Berlaku untuk semua 27.735 dapur yang aktif.
Tetap cair meski sekolah libur, cuti bersama, atau dapur di-suspend sekalipun.
Hitung sendiri:
Rp6 juta × 27.735 dapur = Rp166 miliar per hari× 313 hari operasional = ~Rp52 triliun per tahun , hanya untuk insentif fasilitas, belum bahan makanan, belum operasional
Total anggaran MBG 2026: Rp268 triliun dari APBN , sekitar 7% dari total belanja negara. Tidak ada program makan sekolah di negara mana pun di dunia yang menyedot porsi APBN sebesar ini (rata-rata global: 0,1–0,5%).
Hasil programnya:
a. 37.270 anak keracunan sejak Januari 2025 (JPPI, Mei 2026), tersebar di 31 provinsi
b. Mayoritas SPPG belum bersertifikat laik higiene sanitasi
c. Program berjalan tanpa Perpres, tanpa audit independen yang bisa diakses publik
Masalahnya bukan Hendrik yang joget.
Hendrik satu dari 27.735 mitra yang menerima insentif yang sama dari sistem yang sama.
Yang patut dipertanyakan bukan orang yang joget di depan kamera.
Yang patut dipertanyakan adalah: siapa yang merancang sistem di mana Rp268 triliun uang pajak rakyat mengalir lewat puluhan ribu dapur swasta tanpa transparansi, tanpa Perpres, tanpa audit publik , sementara 37.270 anak sudah jadi korban keracunan dan program ini tetap jalan?
Madilog: ikuti logika angkanya. Bukan jogetnya.
Musuh republik ini adalah pejabat korup dan buang buang anggaran, bukan rakyat yang vokal menagih hak haknya. Berhentikan MBG dan evaluasi total! Krisis ekonomi di depan mata!
Video Remaja Perempuan Diduga Dirundung, Wajah Ditempel Kaki di Pinggir Jalan
– Sebuah video singkat yang memperlihatkan dugaan tindakan perundungan (bullying) terhadap seorang remaja perempuan berhijab mendadak viral di media sosial. Dalam video berdurasi beberapa detik tersebut, korban tampak pasrah saat wajahnya ditunjuk dan ditempel menggunakan kaki oleh perekam video.
Berdasarkan rekaman yang beredar, peristiwa tersebut diduga terjadi di sebuah area parkiran terbuka, terlihat dari latar belakang beberapa sepeda motor yang terparkir. Korban yang mengenakan pakaian berwarna biru tua kombinasi putih dan jilbab hitam tampak duduk jongkok di tanah.
Perekam video, yang diduga juga seorang perempuan, mengarahkan kakinya tepat ke wajah korban sembari melontarkan kalimat ejekan.
"Nih, dia udah minta maaf sama gue nih. Mana? Noh orangnya noh. Muka dempulan nih ya, yang katanya muka dempulan," ujar suara perempuan dalam rekaman tersebut sembari menempelkan telapak kakinya ke dahi dan wajah korban.
Selama aksi tersebut berlangsung, korban sama sekali tidak melakukan perlawanan. Ia hanya menunduk, sesekali membenarkan posisi jilbabnya, dan menutup wajahnya dengan tangan seolah menahan rasa malu dan sedih.
Di akhir video, perekam juga sempat menyebutkan kalimat tantangan. "Pas sudah dibacotin balik, enggak mau dibacotin balik," ucapnya sembari terus menyorot wajah korban yang tampak lesu.
Hingga berita ini diturunkan, belum diketahui secara pasti di mana lokasi persisnya peristiwa tersebut diambil serta kapan kejadian itu berlangsung. Motif di balik aksi tidak terpuji ini juga masih menjadi tanda tanya, meski dari percakapan di dalam video diduga kuat dipicu oleh konflik atau saling ejek di media sosial terkait penampilan fisik (body shaming).
Sepertinya yang terlibat Banyak sekali, ini seharusnya dibongkar semua tikus emebege, duit pajak kita dibancakin, ini si Sony sampe siap mati untuk jadi justice Collaborator 🤨
RUU Polri disahkan @DPR_RI jadi UU
Pensiun Kapolri 60 thn.
Yang cepat hanya menjilat
Yang lambat hanya keadilan
Pembesaran Kekuasaan Aparat.
Bukan Pembesaran Demokrasi
ACAB
BI NAIKKAN SUKU BUNGA JADI 5.5%
Dampak utama nya :
1. Yang punya cicilan bunga jadi membengkak, seperti KPR, KKB, KTA hingga Kredit Usaha
2. Yang punya deposito justru dapat bunga naik, iyalah duit nya khan di dalam bank untuk diputarin apalagi di bank “plat merah” 😜
3. Emas anjlok karena orang lebih memilih memindahkan uang nya ke deposito karena bunga lagi tinggi.
Dampak Ekonomi Makro :
Rupiah menguat tapi konsumsi makro melambat karena biaya cicilan naik dan masyarakat lebih memilih menabung, perputaran uang di masyarakat akan menurun sehingga laju inflasi dapat ditahan sekaligus menekan pertumbuhan konsumsi.
Listyo Sigit SAH sampai 2029 🔥
Pasal 30 ayat 5 huruf c bunyinya menjadi “Khusus untuk perwira tinggi bintang 4, usia pensiun paling tinggi 60 tahun dan dapat diperpanjang 1 tahun atau sesuai dengan kebutuhan yang ditetapkan berdasarkan keputusan Presiden”
Tau khan untuk kebutuhannya siapa.. ? 😜
Menyala DPR 👏👏
https://t.co/9Tc0SSaBLA