Soalnya jjur bingung harus gimana lagi, komplen di socmed dianggap lalu, kasar dikit disiram air keras, komplen di depan gedung ditangkep dan diteror2 keluarganya, nrimo jg gk ikhlas dan gk ada tenaga krn disetting kerja sampe burn out untuk bisa survive.. gila bgt jadi wni
Semoga yang baca ini, diberi jalan keluar, untuk masalah kecil maupun besar ruwet sulit. Yang sepertinya sudah mentok. Diberi secercah cahaya. Untuk bisa diselesaikan. Amin.
ternyata negara ini MAMPU loh ya ngasih tunjangan sarana prasarana layak ke satu aspek kalau ada POLITICAL WILLnya.
bayangin betapa makmurnya guru-guru kita di pedalaman. bayangin akan betapa majunya pendidikan dan sdm kita kalau fasilitasnya jor-joran gini.
what a dream. 🤤
#intinyadeh seorang ibu di Kalideres, Jakarta Barat, tewas terlindas kendaraan iring2an TNI yg melintas.
Di CCTV terlihat motor yg diboncengi korban ditabrak truk TNI dr belakang, korban jatuh, terlindas. Meninggal di tempat.
Saksi: udh berusaha minggir, truk kecepatan tinggi.
Izin mengingatkan bahwa lebaran tinggal 5 hari lagi dan Aceh masih jauh dari baik-baik saja. Jauh sekali.
Di tengah gegap gempitanya hari raya, semoga kita ga akan pernah lupa saudara-saudara di sana, ya.
🗣️ Ruud Gullit :
"Saya sudah tidak terlalu menikmati menonton sepak bola lagi. Bukan karena pertandingannya terlalu banyak, tapi levelnya, saya tidak tahu sebenarnya apa yang sedang terjadi. Saya menonton Arsenal vs Chelsea, benar-benar pertandingan yang payah. Isinya cuma memaksakan sepak pojok dan lemparan ke dalam. Isinya cuma orang-orang pakai headband yang mengejar bola kesana-kemari. Sangat menyebalkan untuk ditonton. Saya harap ini bukan tren permanen."
"Sekarang semua pemain lebih fit, bisa lari dan bertahan. Kita rindu pemain yang bisa melewati lawan dalam situasi satu lawan satu. Rasanya mereka semua cuma duduk di depan komputer menimbang taktik. Saya rindu keseruannya! Saya masih nonton cuplikan, tapi makin lama makin tidak menyenangkan."
"Saya rindu pemain yang punya keberanian dan bakat seperti Summerville saat menggiring bola, punya kebebasan dan kreativitas. Sekarang terlalu banyak umpan satu sentuhan. Semua orang terus-menerus main one-two. Rasanya muak melihatnya."
📝 @ZS_Voetbal
ada orang yg lupa Trigonometri malah belajar ulang Fisika secara mandiri di usia dewasa
kemewahan buat orang yg punya kerjaan stabil adalah kalian masih bisa belajar hal baru apapun itu 😌
yg disayangkan, udah tutup pikiran dan berhenti belajar
September lalu aku ga tahu apapun tentang investasi saham, Februari ini I’m making progress.
tentukan goal belajarmu!
Dear Gen Z,
Buat kamu yang sudah mati-matian nyelesain pendidikan, pontang-panting cari kerja, sampai rela ikut bootcamp dan magang gratisan buat nambah pengalaman, bahkan harus keluarin uang lagi cuma buat memoles CV supaya dilirik perusahaan.
Kamu yang berbulan-bulan berjuang, akhirnya diterima kerja.
Tapi ternyata tempat kerjanya toxic dan punya atasan yang bikin mental breakdown.
Setiap hari harus desak-desakan di transportasi umum, berangkat subuh, pulang malam, kamu tetap bertahan. Karena kamu tahu, cari kerja sekarang susahnya bukan main.
Semua dijalani demi gaji yang sebenarnya nggak seberapa, mengingat harga-harga sekarang semua serba mahal.
Kamu lalui hari-harimu sambil pura-pura kuat, meski kadang duduk di pojokan buat nenangin kepala yang rasanya mau pecah.
Saat terima gaji, kamu merasa senang tapi sedikit mengelus dada, karena nominalnya berkurang agak lumayan akibat potongan pajak.
Kamu coba ikhlas sambil berdoa, semoga pajakmu benar-benar terpakai untuk pembangunan. Kamu sedikit bangga karena ikut berkontribusi.
Sampai di bulan Januari 2026, kamu baca berita:
Indonesia memutuskan bergabung dengan Board of Peace, dan Indonesia ikut iuran Rp17,9 triliun, uang dari sebagian besar APBN untuk disetor ke Trump.
Ya, sebagian yang disetor itu adalah uang kamu.
Gimana perasaan kamu?
Yang klinis dibantah, yang klenik disembah. Yang pakar diragukan, yang sensasional dipertontonkan. Orang pintar dibilang bodoh, orang bodoh merasa pintar. Ternyata, sebaik-baiknya makan bergizi gratis, negeri ini lebih membutuhkan pendidikan gratis
The fact people love watching movies about resistance against superior enemies like The Hunger Games and Avatar, but still taking sides with Israel is simply mental illness at this point.