Tim dev di kantor udah difasilitasi Kiro AI. Abis 3 hari nyobain, and wow, totally different vibe! Sebelumnya cuma modal Copilot, eh ternyata skill vibe coding saya masih basic banget wkwk 😅 Di Kiro AI kita bisa nulis spec dulu, jadi prompt & hasilnya jauh lebih on point!
Ini Ibam, bicara sendiri agar Ririe terlindungi.
Betul, ketika belum jadi tersangka, saya dapat ancaman: buat pernyataan "mengarah ke atas" kalau tidak kasusnya "akan diperluas".
Saya tolak, ngga mau bohong & zalim.
Tiga minggu kemudian, saya jadi tersangka.
Saya tolak bukan untuk lindungi Nadiem, tapi karena memang ngga pernah ada arahan dari Nadiem ke saya agar pengadaannya jadi Chromebook semua.
Seperti yang terungkap dari 22x sidang, tidak ada sama sekali arahan dari atas seperti itu. Saya hanya diminta memberi masukan netral dan objektif sebagai konsultan.
Artinya, ketika menerima ancaman tersebut saya dihadapkan ke dua pilihan:
Berbohong mengarang cerita menuduh orang lain untuk menyelamatkan diri sendiri.
Atau, berpegang kepada integritas, kejujuran, dan kebenaran yang saya yakini, dan menolak untuk berbohong.
Dengan shalat istikharah dan kesadaran penuh akan risikonya, saya memilih jalan yang kedua: kejujuran.
Insya Allah selalu berpegang pada kejujuran akan berujung pada kebaikan untuk saya, Ririe, dan keluarga kecil kami. Kalau tidak di dunia, maka di akhirat kelak.
Lalu jawabannya apa ketika saya menolak untuk berbohong? "Oke, kami perluas.”
Saya tidak berdaya. Ya Allah, apa lagi yang bisa kami lakukan ketika dihadapkan pada pilihan seperti itu? Pegangan kami hanya prinsip integritas dan kejujuran.
Ketika konsekuensinya beberapa minggu kemudian saya dinyatakan tersangka, kami hanya bisa memperbanyak istighfar dan ikhtiar.
Kami jalani dan hormati proses hukum yang ada dengan tabah, kami berniat jelaskan di persidangan fakta-fakta yang membuat terang, kami masih percaya dengan hukum Indonesia.
Mungkin ngga banyak yang tahu, tapi Ririe istri saya adalah seorang sarjana dan magister hukum. Di Belanda dulu kami banting tulang nabung dan berhemat banyak, supaya bisa bayar uang kuliah S2 Ririe.
Dari Ririe, saya belajar banyak tentang hukum Indonesia, apa saja yang mungkin terjadi, dan bagaimana hukum kita tetap memungkinkan pembelaan yang efektif.
Baik, mari berjuang di persidangan, luruskan seluruh tuduhan. Satu persatu fakta di persidangan muncul dengan terang benderang, satu persatu tuduhan bisa kami bantah.
Sampai akhir rangkaian sidang, 57 orang saksi dihadirkan, tidak ada bukti saya menerima keuntungan dari perkara ini, tidak ada bukti masukan saya karena konflik kepentingan, tidak ada bukti saya mengarahkan.
Yang terungkap malah saya sebagai konsultan sudah menyarankan Chromebook diuji dulu, pejabat menolak pengujian dan memutus Chromebook, nama saya dicatut di SK, masukan saya dipelintir.
Kami merasa pembelaan hukum kami sudah maksimal, kebenaran sudah terungkap, tinggal menumpu harapan pada keadilan dan kebijaksanaan dari majelis hakim yang mulia, yang kami merasa sudah sangat objektif dan penuh kearifan sepanjang persidangan.
Namun, ketika JPU menyebutkan tuntutan 15 tahun penjara, denda Rp1 miliar, uang pengganti Rp16,9 miliar subsider 7,5 tahun penjara tambahan...
Ini titik kezaliman yang sangat terang benderang, tekanan kepentingan yang sangat kentara, saya memutuskan pembelaan saya tidak lagi bisa hanya di persidangan.
Besok saya akan sidang pembelaan (pleidoi) dan kami bersurat kepada Presiden @prabowo Subianto serta @KomisiIII DPR, untuk memohon perlindungan hukum dari kriminalisasi, ketidakadilan, intimidasi, serta pengkambinghitaman yang sudah sekentara ini.
Kami takut untuk bicara? Takut ada intimidasi lain? Itu risiko yang jelas, tapi kami tidak gentar. Tuntutan 22,5 tahun dan belasan miliar yang tidak mampu kami bayar mungkin dianggap akan membuat kami terdiam, tapi kami malah semakin berani untuk melawan kriminalisasi ini.
Mohon bantuan, dukungan, dan perlindungannya dari masyarakat Indonesia, dari pekerja kreatif dan pekerja pengetahuan, serta dari semua yang ingin bantu negara atau takut dizalimi negara.
Kami berjuang bukan untuk kami sendiri, tapi agar tidak ada lagi kriminalisasi dan ketakutan bagi mereka yang tulus mau bantu Indonesia. Kami masih percaya Indonesia bisa menjaga dan menghadirkan keadilan dalam kasus kami.
Lu mau macarin semua cewe di Indo? Gak usah dengerin sosmed. itu cuma sebagian kecil realita. Ujungnya yang bikin tertarik itu sifat & kenyamanan. Fisik gak harus sempurna, value lain bisa nutupin. Lu cuma butuh satu kan? mustahil gak nemu yang cocok.
yap!
hai perempuan emang sepenting itu kah tinggi badan cowo buat kalian?? either si cowo ni pinter, ganteng dan punya uang atau bahkan effort ke kalian habis habisan. sebagai cowo yang tingginya 167 an jujur agak sedih lihat type cewe jaman sekarang
Simple aja "rejeki tidak akan pernah salah sasaran dia akan mendatangi kita sebagaimana kematian" dibidang apapun kita hidup rumusnya akan selalu sama وَفِى ٱلسَّمَآءِ رِزْقُكُمْ وَمَا تُوعَدُونَ
Bagaimana jika “right people at the right place” tidak selalu soal kecocokan tech stack?
Perusahaan ini merekrut Android Developer pdhal tech stack JS/TS, lalu ngebuka ruang growth buat Mas Ridwan. Case ini sesuatu yg belum pernah aku temui Selama ini
@AkiraBozu27@SnaiperMask@PosRondaAnfield Yap sofar memang udah bagus kok tinggal pemain lain yg juga perlu menyesuaikan dia main tapi wirtz juga masih butuh adaptasi dengan epl di banyak kesempatan dia lupa cara shoot, mudah di press dan sering ilang bola yg meberikan lawan chance counter
@SnaiperMask@PosRondaAnfield Ada benarnya tapi kreativitas musim ini kan dialihkan ke wirtz dan karena memang belum nyetel ya jadilah seperti sekarang ini kita memang harus realistis banyaknya pemain baru memang butuh waktu untuk padu
@aldrikmll@PosRondaAnfield Kalo dari cara main emang boring banget dari musim kemeren tapi ternyata juara jadi ya patut di syukuri musim ini jadi pembuktian sih harusnya dengan pemain yg arne banget kita liat bakal sejauh mana tim ini perkembang
Yuk pindah ke SvelteKit 🚀 routing lebih simpel tanpa banyak hooks, build dan performa lebih cepat karena compiler (tanpa Virtual DOM), serta mudah dideploy ke mana aja.
🇺🇸 🇮🇱 🇦🇷
Enjoyed my discussion with PM Netanyahu on how AI education and literacy will keep our free societies ahead.
We spoke about AI empowering everyone to build software and the importance of ensuring it serves quality and progress.
Optimistic for peace, safety, and greatness for Israel and its neighbors.