Deretan kejanggalan kematian Farhan di Gedung ACC Kwitang.
Dua bulan setelah dinyatakan hilang dalam gelombang demonstrasi Agustus 2025, Farhan akhirnya ditemukan. Bukan dalam keadaan hidup, melainkan dalam bentuk kerangka di lantai dua Gedung ACC, Kwitang, Jakarta Pusat. Polisi menyebut mereka korban kebakaran.
Laporan kolaborasi Project Multatuli dan @BBCIndonesia menemukan sejumlah kejanggalan dalam kasus ini.
Selengkapnya dapat dibaca di - https://t.co/hReY6a4BV5
Semua pejabat wajib naik transportasi umum beberapa hari per minggu @prabowo , jadi tau alasannya knp kami kesel kalian bakar duit ke orang2 yg joget 6 juga per hari
Semua pejabat wajib naik transportasi umum beberapa hari per minggu @prabowo , jadi tau alasannya knp kami kesel kalian bakar duit ke orang2 yg joget 6 juga per hari
💚
halo semua, mohon bantuannya untuk sebar ini yaa.. temen aku ayahnya diancam penjara 8 tahun dan dituduh merugikan negara 54,5 M padahal ayahnya sudah MENANG DI PENGADILAN 4X!! TANAHNYA MILIK AYAHNYA TETAPI DIA DAN SATU KELUARGA DIANCAM, DISADAP, DAN DIGELEDAH!!
@NurIrji selamat beristirahat di tempat baru yang indah ya para wanita hebat!🤍✨
sekarang gak perlu lagi desek-desekan didalam kereta pas rush hour, gak perlu lari-larian ngejer kereta, udah gak bangun pagi lagi buat berangkat kerja. tugas kalian sudah selesai☺️
al-fatihah❤️🥀
Mbanya diselamatkan sama ASIP, yang punya ASIP nya meninggal dunia. Ya Allah. Dr kemarin gak berhenti nangis😭 anak anak di daycare skrg kecelakaan KRL.
dulu dosen ilmu negara gw bilang kalau tonggak suatu negara tuh ada tiga; kesejahteraan rakyat, kesetaraan pendidikan, dan keadilan penegakkan hukum.
indonesia nggak tiga2nya anjir 😭
Kasus Daycare Little Aresha, Yogyakarta (per 28 April 2026).
• Sebelum 20 April 2026: Kekerasan fisik, verbal, dan penelantaran terhadap anak-anak sudah berlangsung lebih dari 1 tahun. Total ada sekitar 103 anak terdaftar, 53 di antaranya menjadi korban. Daycare ini berada di bawah Yayasan Aresha Indonesia Center.
• Latar Pemilik dan Pengurus Yayasan: Pemilik utama / Ketua Dewan Pembina adalah RIL (lulusan Sarjana Hukum UGM). Ketua Yayasan adalah DK (salah satu tersangka). Kepala Sekolah adalah API (juga tersangka). Ada penasihat, bendahara, sekretaris, dan pengurus lain dalam struktur yayasan.
•Sekitar 20-23 April 2026: Seorang mantan pengasuh melihat perlakuan tidak manusiawi terhadap anak-anak. Ia mengundurkan diri dan melaporkan ke Polresta Yogyakarta serta Komisi Perlindungan Anak Daerah.
• Jumat, 24 April 2026: Polisi menggerebek daycare di Sorosutan, Umbulharjo. Mereka menemukan anak-anak dalam kondisi mengenaskan: diikat tangan dan kaki, hanya pakai popok, tidur di lantai, serta ada tanda kekerasan. Polisi mengamankan 30 orang untuk diperiksa.
• Sabtu, 25 April 2026: Polisi melakukan pemeriksaan maraton terhadap 30 orang tersebut sepanjang hari. Malam harinya digelar perkara untuk tentukan status hukum.
•Sabtu malam / Minggu, 26 April 2026: Polisi menetapkan 13 orang sebagai tersangka: 1 kepala yayasan (DK), 1 kepala sekolah (API), dan 11 pengasuh. Mereka diduga terlibat penganiayaan dan penelantaran anak. Lokasi daycare disegel. Semua tersangka ditahan.
•27-28 April 2026: Penyidikan masih berjalan. Banyak orang tua melaporkan anak mereka mengalami trauma dan luka. Pemerintah kota, KPAI, dan dinas sosial memberikan pendampingan psikologis. Daycare ini beroperasi tanpa izin resmi sebagai tempat penitipan anak. Kasus ini disebut sebagai gunung es dan polisi masih bisa tambah tersangka.
Sc. https://t.co/5J25CTK965_
#daycare #yogjakarta
Alih2 optimalisasi dan evaluasi sistem, pikirannya langsung bangun bangun bangun
Mbok ya duduk dulu, ngobrol sama ahli2, evaluasi dan identifikasi core problemnya dulu apa, baru tentuin tindakannya
Arghhh frustrasi gw sama ngr ini 😩
Oiya sejak kapan demen dengerin ahli? 🥴
makanya duit anggaran tuh pake buat memaksimalkan transum, kita pembayar pajak itu sehari hari banyak yg pakai transum baik transjakarta maupun krl.
jangan mbg doang dipikirin