Wkwkwkwk gw ngematch kalah mulu the skill issue hit so hard XD well udh berasa si musuh yg sekarang lebih bar bar dari awal2 gw bikin ACC 👀 dan yah kerjasama timnya kurang bet hetdah jadi males maen
@tanyarlfes Nder gpp kali(?) toh itu duit2 dia lagian ada yg beli tab diatas 6 jeti bahkan di atas itu cuman buat nyatet2 like its okei Nder calm down beb dia ga pake duit kamu
not my country tapi demi tuhan sakitnya aku pun rasa sekali. dahlah jadi pemerintah pun bodoh, 10+6=17, hantar dia ke kumon pls biar muntah buat math tiap hari.
Bagaimana kalau event lari Jakim Sabtu - Minggu besok dibatalkan karena eskalasi situasi?
Ya nggak apa2, dan kalau 45.000 runner mau marah, marahlah pada negara, bukan pada warga yang terpaksa harus menyatakan sikap dan pendapat di jalanan karena negara ini salah diurus
You know how brilliant their idea to choose Bundaran HI sebagai tempat "aksi" mereka adalah? It’s because they know Bundaran HI adalah pusat titik keramaian Jakarta.
Choosing Bundaran HI means maximum exposure. Akses ke semua lapisan masyarakat itu potensial banget buat attract publik. From the corporate slaves stepping out of their Sudirman offices, people commuting, to the general public—everyone is literally there. It is the ultimate hub to get eyes on your movement.
Plus di Bundaran HI, segala jenis transportasi umum ada. It’s the literal heart of Jakarta's transit. So obviously, the traffic will be disrupted. But honestly? In modern activism, that disruption is a feature, not a bug. When the traffic gets a bit chaotic, people are forced to look. It creates that instant "Wait, what’s happening over there?" effect.
As someone who used to organize actions and protests too, let’s be real for a second: pemilihan Bundaran HI ini bukan lagi buat "protes" langsung ke pihak yang diprotes.
Why? Karena ya udah pasti gak bakal didengar. Pointing fingers directly at the institutions just ends up making you tired, drained, and honestly, males banget. It’s a dead end.
Makanya mereka pilih Bundaran HI. It’s no longer about yelling at a brick wall; it’s about controling the narrative and winning the public's attention. If the authorities won't listen, you make the entire city talk about it instead. And there’s no better stage for that than Bundaran HI.
Jadi sebenere boleh kritik government ga ini?
Soale tiap kritik dicounter, seolah2 yg kritik tu “ga nasionalis” bahkan dijawab “nyenyenyenye”
Ditanya “trus solusimu apa!”
Banyak juga yg udah kasi solusi. Ttp aja dibales dengan narasi offensive.
Ga gitu konsepnya, Pak..
Untuk memberantas korupsi dengan menaikkan gaji.
Menurut pak @aniesbaswedan
Harus dibedakan mana korupsi karena Greed mana korupsi karena Need
ASN, khususnya APH, seperti hakim, jaksa, dan juga polisi, gajinya memang urgent untuk naik!
Karena MEMANG BUTUH. Gaji mereka ga sebanding dengan beban kerja, godaan dan risiko mereka.
Mereka berisiko korupsi atau menyalahgunakan jabatan untuk memenuhi kebutuhan hidup.
Makanya banyak yang jadi mafia hukum/tukang palak.
Begitu pula dengan dosen, guru dan nakes. Gaji mereka harus tinggi supaya pelayanannya maksimal!
Itulah yang dimaksud dengan need.
Solusinya tepat: naikin gaji.
Btw wni kan bukan cuma mahasiswa aja ya. Gak bisa mengandalkan mahasiswa untuk semua hal. Ayo sama-sama berorganisir. Jujur aku sama temen-temen juga udah beberapa hari pulang malam buat konsolidasi tentang masalah yang dipusat dan di daerah, belum lagi masa-masa uas. Sabar.