πππππ πππππ βΈΊ λ°μ§μ± sebagai ζΎη°ζΆΌ (Matsuda RyΕ), siswa kelas 2-B dan si pemilik nomor punggung 14 klub Sepakbola ηζε€’ KΕkΕ. πΊ 2006εΉ΄11ζ12ζ₯γ
Suara kakak perempuan Ryou terdengar dan rambutnya tiba-tiba berantakan karena ulah wanita itu. Ryou tidak ingin menjawab.
"Itu cheesecake yang ingin kubuang semalam. Sudah kadaluarsa."
"KENAPA TETAP KAU SIMPAN?"
Tiba-tiba perut Ryou terasa sangat sakit, melilit melintang terkikis tersiksa; seakan beban hidup dan tekanan masyarakat yang tinggal di Osaka bersatu di dalam perutnya. Kenapa? Apakah dia salah makan hari ini?
"Kau pelakunya kan?"
Dari kacamata pengguna jalan lainnya yang sedah melintas, keduanya jelas terlihat seperti sepasang kekasih yang akan menghabiskan malam Natal bersama.
> @UKlUKlRA
< termal dan mantel tebal.
βKalau ke izakaya (bar kecil), bagaimana, Ryou-kun?β
Nadanya terdengar menyebalkan di telinga Ryou. Namun, pemuda itu tampak berpikir, memandang sekeliling jalan setapak dan lalu lintas di sekitarnya.
βSayangnya aku masih di bawah umur, dan ingat, Kohaku-chan, jangan terlalu banyak minum. Malam juga sudah semakin larut.β
Matsuda Ryou mengusap pipi gadis itu, lalu merapikan syal hijau tua yang melindungi lehernya.
< sesekali merapikan rambutnya yang tertiup angin.
βSetelah ini, kau ingin ke mana lagi, Kohaku-chan?β
Gadis itu merapatkan tubuhnya, mencari kehangatan di tengah udara yang semakin sulit ditahan oleh tubuhnya, meski dia sudah memakai pakaian hangat seperti celana >
Malam yang dingin kembali melanda kota Osaka, dengan cahaya gemerlap dari toko-toko, salju yang menyelimuti setiap sudut lampu, ranting pohon yang gundul, dan jalan-jalan di Minami, Namba.
Matsuda Ryou berjalan di tengah suasana itu, menggenggam tangan seorang gadis, >
< disuruh terlebih dahulu."
"Aku tidak punya kekasih, dekat dengan perempuan saja tidak pernah," sanggahnya, berjalan melewati meja tempat kakak perempuannya bekerja.
"Hee.. usotsuki. Tsuki-chan? (Ah dasar tukang bohong)."
"Aku hanya ingin memeriksa sesuatu."
ββ
END OF ICT
Cengar-cengir lalu meletakkan gagang telepon pada tempatnya. (ππ―π’π¬ π¬π¦π€πͺπ πΊπ’π―π¨ ππΆπ€πΆ.)
"Siapa dia?"
"Apanya?"
"Yang tadi memesan kue."
"Oh, itu... anak perempuan dari kuil Shinazugawa."
Ryou tidak mendengar tanggapan lebih lanjut. Maka ia kemudian menatap >
β
Kakekku sangat menyukainya! Lalu foto Onii-san di belakang katalog juga sangat tampan! Persis seperti di komik-komik! Tolong sampaikan padanya kalau Kakakku sangat menyukaiβHMPHH."
β β β TUT ... TUT ... TUT.
(Akhirnya) sambungan terputus.
β― η΅γοΌ
β β
< kakak perempuannyaβyang sedang memberikan seringai menyebalkan bagi Ryou. "Apa?"
Sambil meratakan frosting vanilla di permukaan kue pesanan, kakak perempuannya mengangkat bahu.
"Kupikir kekasihmu. Tumben sekali kau mau mengantarkan kue pesanan tanpa >
< diantarkan sekitar pukul delapan pagi oleh saya pribadi, Matsuda Ryou. Sekali lagi, terima kasih telah memesan kue Natal dari Mado!" Tutupnya, lalu menunggu pelanggan menutup sambungan telepon.
> @UKlUKlRA
@UKlUKlRA Dengan perlahan, suara dehaman keluar begitu saja ketika mendengar suara tertawa dari ujung telepon. Perasaannya juga menjadi lebih lega karena berhasil menghindari pekerjaan yang melelahkan (baca: naik tangga ke kuil).
"Ah.. terima kasih atas pengertiannya! Kuenya akan >
"Kau belum menanyakan alamatnya, Ryou."
"Ah... sou," dengan malu, Ryou kembali ke telepon dengan pelanggan.
"Maaf, kuenya akan diantarkan besok pagi, bisa kuminta alamat pengantaran kuenya?"
> @UKlUKlRA
"Terima kasih telah memesan kue Natal spesial dari Mado!"
Ryou hampir menutup telepon, tapi ada tepukan keras di belakang kepalanya.
"Naniyo?! (Apa sih?!)"
Matanya melebar, mengekspresikan kemarahannya pada kakak perempuannya.