One of the most brutal scenes in human history has been leaked.
The moment the tents of displaced people were bombed in the southern Gaza Strip, in the Mawasi area of Khan Yunis, killing more than 500 civilians.
A video that the world must never forget.
Dulu Galileo ditangkap karena dengan tegas mendukung teori heliosentris (matahari sebagai pusat tata surya) karya Nicolaus Copernicus, artinya dia dipenjarakan karena mendukung penuh teori Copernicus dengan argumentasinya berbasis penelitian yang dia lakukan.
Sepertinya kedua peneliti ini bang Roy Suryo dan kak @DokterTifa mengulangi kecacatan sejarah berabad-abad lalu dimana Intelektual berbasis penelitian harus terpenjara, jika itu yang terjadi maka rezim mu pak @prabowo akan tercatat dalam sejarah peradaban modern sebagai pembunuh Intelektual serta membahayakan dunia pendidikan kita.
Jika hasil penelitian itu dipenjara maka semangkin Jelas membuktikan kalau Makan Bergizi Gratis yang menelan Triliunan uang negara yang katanya mencerdaskan anak bangsa hanya akal-akalan pemerintahan mu untuk merampok uang negara, bukan begitu @Gerindra ?
Saya sudah menduga dan memprediksi bahwa penegak hukum akan melakukan P21 dan melakukan tindakan2 yang tidak masuk akal. Mereka tak peduli melanggar Hukum Formal maupun material seperti yang sekarang terjadi. Memang hukum oknum oknum aparatnya sudah dipaksa dan diarahkan untuk mengikuti keinginan pemesan.
Ini terjadi tak hanya di Kasus Roy Suryo, tapi juga banyak kasus di Indonesia dan berbagai daerah. Hukum tak lagi ditegakkan sebagaimana harusnya, tapi malah dinegosiasikan. Terlalu sering terjadi siapa yang kuat dan berpengaruh, hukum akan dirasionalisasi mengikuti kehendaknya. Itulah mengapa perlu reformasi di kalangan penegak hukum.
Sayangnya penguasa negara tak punya kemauan dan kemampuan politik untuk melakukan reformasi. Elit politik banyak yang terjebak dan tersandera sehingga terpaksa membiarkan semua keanehan ini terjadi. Status quo sering dirasa lebih menguntungkan dibanding perubahan.
Dalam hal ini jangan berharap pada DPR akan menyuarakan kebenaran terkait kasus ini. Semua fraksi di DPR sangat ditentutan oleh para Ketua Partai Politik. Maka jangan pula berharap pada para Ketua Partai Politik sekarang. Mereka sudah tersandera oleh kepentingannya, dan terpaksa tunduk pd kekuasaan yg lebih besar, yg menentukan nasibnya.
Maka hanya rakyat yang cerdas, berani, dan peduli pada keadaan negeri yang punya kekuatan mengontrol mereka, untuk mengubah Indonesia yg lebih baik.
Jokowi 2 kali lulus dari UGM fakultas kehutanan jurusan teknologi kayu.
Lulus pertama tgl 23 oktober 1985.
Lulus kedua tgl 5 november 1985.
Ttd: Ova Emilia
Rektor UGM