striker sebagus Ole Romeny gini malah di politikin Erick Tohir.
kasian bener lagi bagus di FC Utrecht malah di angkut ke Oxford United yang dimana menit bermain dia jadi kurang, padahal kalo dia terus stay di belanda bakal makin mateng mana masih muda.
ini juga harusnya jadi tamparan untuk ET gausa karena pemain Indonesia jadinya di bawa ke tim ET, udahlah cukup mereka berkembang di timnya sendiri dan biarkan tim lain yang melirik bukannya dipaksa main untuk tim yang di asuh sama orang indo.
harusnya bisa belajar dari Como terkait hal ini, mereka ga mau maksain bawa pemain indo kalo ga sesuai sama gaya bermain mereka.
Tidak perlu dibuat menggunakan AI, cukup unduh (download) lambang Garuda Pancasila di Wikimedia Commons melalui pranala berikut.
Mudah, cepat, dan gratis.
https://t.co/64PPKO639n
> be HR Department
> Spend years creating complicated hiring processes, endless DEI trainings, and mandatory workshops
> Convince everyone you're essential for "company culture" and "talent management"
> Meanwhile the best people get hired through simple referrals and direct outreach
> Top talent leaves because of the toxic bureaucracy you helped create
> Layoffs still happen and you can't stop them
> Companies that keep HR minimal still build great teams
In practice, HR often creates more problems than it solves.
HR in 2026 still desperately trying to justify their existence is getting really pathetic.
You think traditional HR is actually necessary or mostly just expensive corporate theater?