oh jangankan kesana, sex education aja masih dianggap tabu. kebanyakan ngira sex education itu terbatas di intercourse-nya aja, padahal it’s beyond that. mengajari anak SD bagian tubuh mana aja yang boleh dan tidak boleh dilihat apalagi dipegang lawan jenis is also sex education
i hope kurikulum di indo ngajarin soal apa itu misogynist, patriarki, feminist, homophobic, dll. ga paham kenapa isu sepenting itu ga dituntun oleh guru/orang tua... they always talk about academic and number.
guys sumpah kalau lagi stress, mumet, atau pikiran chaotic banget….
GO OUTSIDE! muter-muter komplek, jajan ke indomaret, jogging sore, atau cuma jalan kaki sambil denger musik.
beda banget rasanya dibanding diem di kamar doang~🕊️💯
Saya rangkum poin-poin penting dari tulisan @TheEconomist terkait Indonesia terbaru. Silakan renungkan sendiri:
The Economist menilai pemerintahan Prabowo Subianto terlalu boros secara fiskal dan makin otoriter secara politik.
Program makan gratis dan koperasi desa dianggap membebani anggaran di tengah penerimaan pajak melemah dan subsidi energi membengkak.
Defisit mendekati batas 3% PDB, dengan risiko penurunan rating utang, pelemahan rupiah, dan keluarnya modal asing.
Pencopotan Sri Mulyani Indrawati disebut sebagai tanda melemahnya disiplin fiskal.
Kekuasaan politik dan ekonomi dinilai makin tersentralisasi melalui Danantara, BUMN, dan pelemahan independensi Bank Indonesia.
Artikel juga menyoroti menguatnya peran militer dan melemahnya oposisi parlemen, memunculkan kekhawatiran kembalinya pola Orde Baru. The Economist menyebut gaya sentralisasi dan kontrol elite Prabowo lebih mirip Sukarno, tetapi kekhawatiran publik terhadap militerisme mengingatkan pada era Soeharto.
Meski begitu, The Economist mencatat Prabowo belum sepenuhnya represif dan masih menunjukkan beberapa sikap moderat.
Kesimpulan utamanya: Indonesia dinilai sedang bergerak menjauh dari semangat Reformasi, dengan risiko ekonomi dan demokrasi yang sama-sama meningkat.
Di Indo tuh kalau gak menderita belum dianggap hemat. Belanja di supermarket aja dikomen katanya mending di pasar, beli kopi dibilang boros. Padahal dinegara lain belanja di supermarket dan beli kopi itu hal yang NORMAL dan bukan pemborosan. Kita cuma pengen hidup normal?!?!?
Kita udah terlalu terbiasa mentolerir hidup melarat dan lupa bahwa itu ga bisa disebut layak. Sebenernya serem kalau kita bahkan udah menganggap hidup layak itu mimpi yg jauh banget dari genggaman. We deserve better.
💚
halo semua, mohon bantuannya untuk sebar ini yaa.. temen aku ayahnya diancam penjara 8 tahun dan dituduh merugikan negara 54,5 M padahal ayahnya sudah MENANG DI PENGADILAN 4X!! TANAHNYA MILIK AYAHNYA TETAPI DIA DAN SATU KELUARGA DIANCAM, DISADAP, DAN DIGELEDAH!!
Umur 18 kena grooming laki-laki kelahiran 1983. Dipukuli, diperkosa, ditampar, dihajar habis-habisan hingga pingsan, tangan dibuat patah, cacat. Dituduh cepu dan baru mendapat kabar dia positif HIV. (Walau aku sudah cek darah beberapa kali setelah putus dan saat operasi dan gak ada indikasi).
Kehidupan.